🔴 Breaking
Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari
Ekonomi

Kenaikan Harga Plastik Mengganggu Akses Petani Terhadap Gabah

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa lonjakan harga plastik berdampak pada kesulitan petani dalam membeli gabah akibat konsekuensi perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Galang Mahesa

Penulis

07 April 2026
33 kali dibaca
Kenaikan Harga Plastik Mengganggu Akses Petani Terhadap Gabah
Sumber gambar: liputan6.com

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa petani saat ini menghadapi masalah dalam membeli gabah karena lonjakan harga plastik yang signifikan. Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam pernyataannya, Zulkifli menekankan bahwa dampak dari situasi ini telah merembet ke sektor pertanian, terutama terkait dengan kebutuhan petani akan perlengkapan yang terbuat dari plastik.

“Kenaikan harga plastik ini sangat mempengaruhi biaya produksi pertanian,” ujar Zulkifli saat memberikan keterangan pers. Ia menjelaskan bahwa plastik, yang banyak digunakan dalam kemasan dan perlindungan produk pertanian, telah mengalami kenaikan harga yang drastis, memberikan dampak negatif bagi petani, terutama dalam tahap pengolahan pascapanen.

Lebih lanjut, Menko Zulkifli memaparkan bahwa apabila harga plastik terus melonjak, akan ada risiko bahwa petani tidak akan mampu membeli gabah yang diperlukan untuk melanjutkan produksi. Dalam penjelasannya, ia juga merinci bahwa konsentrasi pada peningkatan biaya produksi dapat sangat merugikan bagi ketahanan pangan nasional.

Salah satu petani dari Jawa Tengah, Budi (48 tahun), menyatakan, “Kami sangat terpengaruh dengan harga plastik yang tinggi. Hal ini membuat kami kesulitan untuk membungkus gabah dan menyimpannya dengan baik. Kami berharap pemerintah dapat segera mencari solusi.”

Tidak hanya petani, tetapi para distributor dan pengepul juga merasakan dampak dari kenaikan harga plastik ini. Siti, seorang pengepul gabah di daerah tersebut, menambahkan, “Dengan harga plastik yang melonjak, kami terpaksa harus menaikkan harga gabah yang kami beli dari petani. Ini membuat mereka semakin sulit.”

Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mencari cara untuk mengatasi masalah ini, termasuk melakukan komunikasi dengan produsen plastik serta mempertimbangkan langkah-langkah strategis untuk menstabilkan harga. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah ini diperlukan untuk menjaga ketersediaan pangan dan mendukung keberlangsungan usaha para petani di seluruh tanah air.

Ke depan, pemerintah diharapkan akan segera mengeluarkan kebijakan yang dapat mengatasi lonjakan harga plastik. Hal ini terutama penting untuk memastikan bahwa petani tidak terhambat dalam upaya mereka untuk berproduksi dan memenuhi kebutuhan pasar. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan situasi ini tidak akan berdampak lebih jauh pada ketahanan pangan di Indonesia.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait