🔴 Breaking
BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan di Beberapa Wilayah hingga Akhir Oktober --- Kegiatan English Camp Siswa SDII Al Abidin Boyolali untuk Pelajari Bahasa dan Budaya Global --- Kenaikan Harga Gula Pasir di Papua Pegunungan Capai Rp 33.125 per Kg Mendorong Ekonomi Kreatif untuk Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 ICBP Laksanakan Pembelian Kembali Saham dengan Dana Rp750 Miliar Penurunan Harga Cabai Merah Keriting dan Kenaikan Daging Sapi di Pasar Tradisional Peresmian Taman Anak Sejahtera dan Penyaluran Bantuan Sosial di Surakarta Polri Lakukan Penyelidikan Terhadap Kebakaran Hutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah Razia Operasi Patuh 2026: Waktu dan Jenis Pelanggaran yang Diperhatikan Penerapan Nutri-Level untuk PKL dan Minuman Kekinian, Ini Mekanismenya BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan di Beberapa Wilayah hingga Akhir Oktober --- Kegiatan English Camp Siswa SDII Al Abidin Boyolali untuk Pelajari Bahasa dan Budaya Global --- Kenaikan Harga Gula Pasir di Papua Pegunungan Capai Rp 33.125 per Kg Mendorong Ekonomi Kreatif untuk Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 ICBP Laksanakan Pembelian Kembali Saham dengan Dana Rp750 Miliar Penurunan Harga Cabai Merah Keriting dan Kenaikan Daging Sapi di Pasar Tradisional Peresmian Taman Anak Sejahtera dan Penyaluran Bantuan Sosial di Surakarta Polri Lakukan Penyelidikan Terhadap Kebakaran Hutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah Razia Operasi Patuh 2026: Waktu dan Jenis Pelanggaran yang Diperhatikan Penerapan Nutri-Level untuk PKL dan Minuman Kekinian, Ini Mekanismenya
Kesehatan

Keracunan Massal: 72 Siswa di Jaktim Alami Diare dan Mual setelah Mengonsumsi MBG

Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur mengalami gejala diare dan mual akibat diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi produk MBG. Respons dari IDAI pun muncul terkait kejadian ini.

Sabina Almira

Penulis

06 April 2026
148 kali dibaca
Keracunan Massal: 72 Siswa di Jaktim Alami Diare dan Mual setelah Mengonsumsi MBG
Sumber gambar: health.detik.com

Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur dilaporkan mengalami gejala diare dan mual setelah mengkonsumsi produk makanan bernama MBG. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat, mengingat jumlah korban yang cukup signifikan dalam satu waktu.

Insiden ini terjadi pada Selasa, 24 Oktober 2023, ketika siswa-siswa tersebut mengkonsumsi produk MBG yang diduga mengandung bahan berbahaya. Menurut keterangan pihak sekolah, setelah mengkonsumsi makanan tersebut, beberapa siswa mulai mengeluh merasa tidak enak badan. "Anak-anak mulai mengeluh pusing dan mual setelah makan siang. Beberapa di antaranya bahkan harus dibawa ke rumah sakit," ungkap salah satu guru yang tidak ingin disebut namanya.

Tim medis segera dikerahkan untuk menangani kasus ini, dan para siswa yang mengalami gejala dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan. "Kami memastikan semua siswa yang terlibat mendapatkan perawatan yang memadai dan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti gejala yang mereka alami," jelas seorang petugas kesehatan yang menangani situasi tersebut.

Respons dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga muncul segera setelah kejadian ini. Organisasi tersebut mengingatkan agar orang tua lebih berhati-hati dalam memilih serta memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi oleh anak-anak. "Penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan asal-usul makanan yang diberikan kepada anak. Jika ada gejala seperti diare atau mual yang tidak biasa, segera bawa anak ke dokter," kata seorang perwakilan IDAI.

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya edukasi mengenai kebersihan dan keamanan makanan, terutama bagi anak-anak yang masih rentan terhadap penyakit akibat makanan. "Kebersihan dalam penyajian dan pengolahan makanan sangat krusial untuk mencegah keracunan makanan," tambahnya.

Seiring dengan berkembangnya situasi ini, Dinas Kesehatan setempat juga melakukan penelusuran untuk memastikan apakah ada korban lain yang terpengaruh dan untuk menyelidiki penyebab keracunan ini lebih lanjut. Dalam jumpa pers, seorang pejabat Dinas Kesehatan mengatakan, "Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan sumber masalah dan mencegah kejadian serupa di masa depan."

Kejadian ini tentunya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap keamanan pangan, terutama di lingkungan pendidikan. Dengan upaya bersama, diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang dan kesehatan anak-anak tetap terjaga dengan baik.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait