🔴 Breaking
Kesempatan Berkarir di Paramount Land, Dibutuhkan Lulusan S1 dari Berbagai Jurusan Harga Berlian Alam Terjun Bebas, Turun Hingga 51% dalam Lima Tahun Keceriaan Hari Pertama Acara #TanggalMerahUntukIbu di Bandung Donasi Besar Phil Knight untuk University of Oregon di Tengah Pemangkasan Anggaran Pendidikan oleh Trump Waktu untuk Diri Sendiri: Pentingnya Me Time bagi Ibu Jumlah Pekerja Terkena PHK Mencapai 53.490 di 2026, Ini Provinsi dengan Angka Tertinggi Tanda-Tanda Seseorang dengan Kecerdasan Rendah yang Perlu Diketahui Pengalaman Belajar Berpikir Logis Siswa TKII Al Abidin di Kebun Melon Penutupan Jalan Padang-Solok Akibat Banjir Bandang, Jembatan Bailey Siap Diterjunkan Perubahan Karier Lulusan Universitas Terkemuka di China: Dari Kantoran ke Pabrik Kesempatan Berkarir di Paramount Land, Dibutuhkan Lulusan S1 dari Berbagai Jurusan Harga Berlian Alam Terjun Bebas, Turun Hingga 51% dalam Lima Tahun Keceriaan Hari Pertama Acara #TanggalMerahUntukIbu di Bandung Donasi Besar Phil Knight untuk University of Oregon di Tengah Pemangkasan Anggaran Pendidikan oleh Trump Waktu untuk Diri Sendiri: Pentingnya Me Time bagi Ibu Jumlah Pekerja Terkena PHK Mencapai 53.490 di 2026, Ini Provinsi dengan Angka Tertinggi Tanda-Tanda Seseorang dengan Kecerdasan Rendah yang Perlu Diketahui Pengalaman Belajar Berpikir Logis Siswa TKII Al Abidin di Kebun Melon Penutupan Jalan Padang-Solok Akibat Banjir Bandang, Jembatan Bailey Siap Diterjunkan Perubahan Karier Lulusan Universitas Terkemuka di China: Dari Kantoran ke Pabrik
Kesehatan

Kewaspadaan Diperlukan: Kasus Kerusakan Ginjal Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Seorang pria berusia 25 tahun mengalami kerusakan ginjal setelah bekerja selama 11 jam di bawah terik matahari di Hanoi, Vietnam. Kasus ini menyoroti bahaya aktivitas fisik di cuaca ekstrem.

Maya Soraya Larasati

Penulis

20 June 2026
96 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff
Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff

Jakarta - Cuaca panas ekstrem yang terjadi belakangan ini tidak bisa dianggap sepele. Aktivitas fisik yang dilakukan di bawah sinar matahari yang menyengat dapat berakibat fatal pada kesehatan, termasuk kerusakan organ dalam tubuh.

Seorang pria berusia 25 tahun dari Son La, yang bekerja sebagai kuli bangunan di Hanoi, Vietnam, mengalami kejadian tragis ini. Setelah terbiasa bekerja selama 11 jam di bawah cuaca panas, ia dilarikan ke E Hospital dalam keadaan kritis.

Setelah pulang kerja, pria tersebut mengeluhkan kelelahan yang sangat parah, rasa haus yang ekstrem, dan nyeri di seluruh tubuh. Namun, kondisinya dengan cepat memburuk. Anggota tubuhnya menjadi kaku, mengalami nyeri otot yang hebat, hingga tidak mampu bergerak sama sekali. Melihat situasi tersebut, rekan-rekannya segera membawanya ke unit gawat darurat.

Kondisi Medis yang Memprihatinkan

Setibanya di Departemen Nefrologi, Urologi, dan Hemodialisis, tim medis menemukan gejala klinis yang sangat mengkhawatirkan. Pasien mengalami oliguria, yaitu penurunan volume urine yang drastis, dan urine berwarna gelap pekat yang tidak normal.

Hasil tes laboratorium mengonfirmasi diagnosis yang mengerikan. Pemuda tersebut mengalami kerusakan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) akibat dehidrasi yang parah. Selain itu, ia juga didiagnosis dengan rhabdomyolysis, kondisi di mana jaringan otot rangka mengalami kerusakan dan penghancuran.

Dr Nguyen Van Lap, MD, MSc yang menangani kasus ini menjelaskan bagaimana cuaca panas ekstrem dapat merusak otot dan ginjal secara bersamaan. "Ketika tubuh beraktivitas dengan intensitas tinggi di lingkungan yang bersuhu tinggi, jumlah air dan elektrolit yang hilang melalui keringat sangat besar. Jika tidak segera diganti, tubuh akan mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit," ujarnya.

Ia menambahkan, "Kelelahan yang berlebihan dapat merusak sel otot, menyebabkan streptomialisis. Produk dari proses penghancuran otot, yaitu mioglobin, dilepaskan ke dalam darah, sehingga ginjal mengalami kelebihan beban untuk mengeluarkannya, yang meningkatkan risiko kerusakan ginjal akut."

Pentingnya Mengatur Aktivitas di Cuaca Panas

Belajar dari kasus yang menyedihkan ini, Dr Nguyen Van Lap mengingatkan masyarakat, terutama pekerja yang beraktivitas di luar ruangan, untuk mengatur jam kerja dengan lebih bijak. Hindari memaksakan diri untuk bekerja terus-menerus selama jam-jam puncak panas di siang hari.

Pekerja disarankan untuk tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air secara teratur. Selain itu, penting untuk memperhatikan kebutuhan cairan dan elektrolit yang tepat jika mengalami keringat yang berlebihan.

Segera hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti: kelelahan ekstrem yang berkepanjangan, nyeri otot yang parah, kram hebat di tangan atau kaki, rasa haus yang terus-menerus, serta perubahan warna urine menjadi gelap pekat atau penurunan volume urine yang signifikan.

Artikel Terkait