🔴 Breaking
Kesehatan

Kondisi Terkini Paus Leo XIV Setelah Operasi Paru-paru

Paus Leo XIV telah kembali ke kediamannya setelah menjalani operasi pengangkatan lobus paru-paru di Roma. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang telah mendoakannya selama masa pemulihan.

Galang Mahesa

Penulis

19 October 2026
30 kali dibaca
Foto: Paus Leo (REUTERS/Yara Nardi)
Foto: Paus Leo (REUTERS/Yara Nardi)

Paus Leo XIV telah dipulangkan dari Rumah Sakit Gemelli di Roma, Italia, pada hari Sabtu, 17 Oktober, setelah menjalani perawatan selama lima hari. Sebelumnya, ia menjalani operasi untuk mengangkat lobus bawah paru-paru kanannya akibat adenokarsinoma paru.

Pada hari Minggu, 18 Oktober, Paus Leo muncul di hadapan publik untuk pertama kalinya setelah operasi, memimpin Doa Angelus dari Istana Apostolik. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa pengalaman yang dilalui membuatnya merasa lebih dekat dengan mereka yang sedang sakit. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendoakan saya beberapa hari ini. Saya benar-benar merasakan dukungan Anda. Terima kasih," ujarnya.

Ucapan Terima Kasih dan Rasa Syukur

Lebih lanjut, Paus Leo juga menyampaikan rasa syukurnya kepada para dokter, perawat, dan seluruh staf di Poliklinik Gemelli. "Saya merasa sangat dekat dengan semua orang yang sedang mengalami sakit dan kondisi lemah," tambahnya.

Kondisi Pascaoperasi

Profesor Stefano Margaritora, ahli bedah yang menangani operasi Paus Leo, menyatakan bahwa kondisi klinis Paus saat dipulangkan dari rumah sakit berada dalam keadaan "memuaskan". "Pengembangan kembali paru-paru setelah operasi berlangsung sesuai dengan jangka waktu yang biasanya diharapkan. Secara keseluruhan, kondisinya baik," jelasnya.

Profesor Margaritora menjelaskan bahwa tumor ganas di paru-paru Paus Leo ditemukan secara tidak sengaja. "Seperti yang sayangnya sering terjadi, saat melakukan pemeriksaan perut rutin, bintik kecil ini ditemukan di dada, di dasar paru-paru. Ini cukup umum karena ketika pemeriksaan radiologi perut dilakukan, dasar paru-paru biasanya terlihat karena diafragma berbentuk seperti parasut," tambahnya.

Ia juga menyatakan kepuasan atas jalannya operasi dan menjelaskan bahwa selama masa pemulihan pascaoperasi, Paus menunjukkan komitmen yang tinggi. "Tekadnya untuk pulih dalam waktu yang sangat singkat sangat efektif dari segala sisi. Upayanya benar-benar patut menjadi teladan," ungkapnya.

Margaritora menyebutkan bahwa masa pemulihan Paus akan memakan waktu beberapa minggu. Ia optimis bahwa perjalanan Paus ke Amerika Latin yang direncanakan pada 6 November dapat tetap dilaksanakan. "Saya akan mengatakan tidak ada alasan klinis mengapa perjalanan ini tidak boleh dilakukan," tutupnya.

Artikel Terkait