Perusahaan asal Amerika Serikat, DoorDash, yang dikenal sebagai penyedia layanan pengiriman makanan, telah resmi mengakuisisi Instacart, sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengiriman bahan makanan. Nilai akuisisi ini mencapai 17 miliar dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 308 triliun. Pengumuman mengenai akuisisi ini disampaikan melalui sebuah postingan di blog resmi DoorDash.
Pihak DoorDash menjelaskan bahwa nilai akuisisi tersebut merupakan total dari seluruh saham yang dimiliki Instacart, dengan harga per lembar saham ditetapkan sebesar 65 dollar AS (sekitar Rp 1,1 juta). Dari total nilai transaksi, 75 persen akan dibayarkan secara tunai. Dengan langkah ini, DoorDash berencana untuk memperluas bisnisnya ke dalam pengantaran berbagai bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari, melengkapi layanan yang sebelumnya hanya fokus pada pengantaran makanan dari restoran.
Peningkatan Jangkauan dan Layanan
Setelah akuisisi, Instacart diperkirakan akan meningkatkan jumlah toko yang dapat diakses oleh pelanggannya dari 100.000 menjadi sekitar 150.000. DoorDash menyatakan bahwa pengalaman Instacart dalam pengelolaan pesanan bahan makanan akan memperkuat jaringan pengiriman dan teknologi yang mereka miliki. "Pengalaman Instacart dalam menangani pesanan bahan makanan akan melengkapi jaringan pengantaran dan teknologi DoorDash," ungkap CEO DoorDash, Tony Xu.
CEO Instacart, Chris Rogers, juga menambahkan, "Penggabungan kedua perusahaan dapat mempercepat inovasi industri belanja bahan makanan serta menghadirkan layanan yang lebih praktis dan terjangkau bagi pelanggan."
Pertahankan Merek dan Operasional Terpisah
Meskipun telah diakuisisi, DoorDash memastikan bahwa merek, aplikasi, dan teknologi yang digunakan oleh Instacart akan tetap dipertahankan. Perbedaan yang akan terlihat adalah perluasan jangkauan layanan DoorDash dan Instacart, serta peningkatan beberapa fitur dalam aplikasi. Salah satu inovasi yang direncanakan adalah pengenalan layanan berlangganan premium yang dapat diakses di kedua platform dalam satu tagihan.
Kedua layanan akan tetap beroperasi secara terpisah hingga proses akuisisi selesai, yang diperkirakan akan rampung pada akhir 2027 atau paruh pertama 2028, tergantung pada persetujuan dari regulator. Akuisisi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah DoorDash dan berpotensi memperkuat posisi mereka dalam persaingan di sektor perdagangan online, termasuk melawan raksasa seperti Amazon.