Kondisi pasar saham perusahaan kecerdasan buatan (AI) di China dilaporkan telah mengalami penurunan drastis, yang sering disebut sebagai "pecahnya gelembung". Penurunan ini terjadi setelah harga saham dan nilai perusahaan di sektor AI serta semikonduktor melonjak tinggi. Dalam waktu kurang dari empat bulan, indeks saham teknologi China, STAR50, mengalami penurunan sekitar 40 persen, yang berdampak pada hilangnya nilai pasar sekitar 480 miliar dollar AS (sekitar Rp 8.640 triliun).
Menurut seorang manajer investasi di Beijing, Dong Baozhen, situasi ini menunjukkan bahwa gelembung saham AI telah mulai pecah. Perusahaan pembuat chip memori DRAM asal China, CXMT, juga merasakan dampaknya dengan nilai sahamnya yang terpangkas lebih dari 25 persen dalam sebulan terakhir. Pertanyaan yang muncul adalah apakah penurunan saham AI ini akan mempengaruhi harga RAM dan SSD di pasar.
Proyeksi Harga Memori di Tengah Anjloknya Indeks STAR50
Analis IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, menjelaskan bahwa meskipun indeks STAR50 mengalami penurunan, hal ini belum tentu menjadi indikasi bahwa harga memori akan segera turun. Ia menyatakan, "Apa pun yang terjadi di indeks tersebut, sepertinya belum bisa menjadi salah satu tanda kalau harga memori akan turun sebentar lagi, karena update terakhir harganya masih meningkat." Menurutnya, permintaan untuk memori tetap tinggi, terutama dari hyperscaler, yang merupakan penyedia layanan cloud dan pusat data besar seperti Amazon Web Services, Microsoft, dan Google.
IDC memperkirakan bahwa harga memori akan terus meningkat hingga kuartal IV-2026, dengan proyeksi kenaikan harga ini berlanjut hingga 2027. Vanessa juga menambahkan bahwa kondisi ini akan berpengaruh pada harga smartphone yang diperkirakan akan tetap tinggi hingga 2027, bahkan 2028. Lembaga riset TrendForce juga memprediksi bahwa harga kontrak DRAM konvensional akan naik antara 10-15 persen pada kuartal IV-2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Permintaan yang Masih Kuat di Sektor Data Center
Sementara itu, di Amerika Serikat, indeks saham teknologi Nasdaq hanya mengalami penurunan sekitar 6 persen dari rekor tertinggi yang dicapai tiga pekan sebelumnya. Permintaan untuk memori dari data center AI tetap kuat. TrendForce melaporkan bahwa penyedia layanan cloud dan produsen server meningkatkan pembelian RAM server untuk mendukung penggunaan AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri. Produsen DRAM juga memprioritaskan kapasitas produksinya untuk server berperforma tinggi, yang menyebabkan permintaan SSD untuk server juga meningkat.
Namun, kenaikan harga komponen mempengaruhi penjualan laptop dan smartphone, dengan beberapa merek PC memangkas kapasitas SSD untuk menekan biaya produksi. TrendForce mencatat bahwa kenaikan harga kontrak SSD untuk PC diperkirakan akan melambat pada kuartal IV, dan diperkirakan harga akan tetap tinggi pada kuartal I-2027.
CEO Acer, Jason Chen, menyatakan bahwa tambahan produksi dari China dapat membantu menahan kenaikan harga memori, dan ia memperkirakan harga komponen akan mencapai puncaknya sekitar pertengahan 2027. Setelah itu, harga berpeluang untuk stabil dan mulai turun pada paruh kedua 2027, meskipun titik baliknya belum dapat dipastikan. Di sisi lain, proyeksi dari produsen memori SK Hynix lebih pesimistis, dengan perkiraan bahwa kelangkaan memori baru akan mereda pada tahun 2030, seiring dengan perkembangan teknologi AI dan pembangunan data center.
Sementara itu, di pasar China, harga SSD telah mulai menunjukkan penurunan. Menurut situs pemantau harga memori China, Flash Market (CFM), harga acuan SSD untuk semua kapasitas mengalami penurunan pada 27 Oktober 2026. Harga SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1 TB turun 7,69 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada SSD PCIe 3.0 berkapasitas 256 GB, yang turun 13,16 persen. CFM mencatat bahwa penurunan harga ini tidak terkait dengan anjloknya saham AI, melainkan merupakan langkah agresif dari produsen SSD untuk mengejar target penjualan di tengah permintaan yang lesu.
Di pusat elektronik Huaqiangbei, Shenzhen, penjualan memori juga dilaporkan turun 20-30 persen sejak awal Oktober. Beberapa pedagang bahkan menjual RAM dan SSD di bawah harga beli untuk mendapatkan uang tunai, meskipun potongannya hanya sekitar satu digit persen dari harga puncak. Seorang pelaku industri mengungkapkan bahwa penurunan harga tersebut tidak berarti bahwa memori sudah murah, karena semua pedagang membeli stok saat harga tinggi.