Jakarta - Di bulan Oktober, pita pink terlihat di berbagai tempat, mulai dari pakaian hingga produk kecantikan, serta kampanye di media sosial. Simbol ini berperan penting dalam menyebarkan kesadaran mengenai Bulan Kesadaran Kanker Payudara di seluruh dunia. Meskipun kini menjadi simbol global, pita pink memiliki sejarah yang unik dan menyimpan makna mendalam di balik variasi warnanya.
Sejarah pita pink dimulai dari seorang wanita bernama Charlotte Haley pada awal 1990-an. Haley, yang merupakan ibu, saudara, dan cucu dari pejuang kanker payudara, membuat pita berwarna persik secara manual di rumahnya. Pita tersebut berisi pesan protes mengenai penanganan kanker pada masa itu. "Anggaran tahunan National Cancer Institute mencapai US$1,8 miliar, namun hanya 5 persen yang dialokasikan untuk pencegahan kanker. Bantu kami menyadarkan pembuat undang-undang dan Amerika dengan memakai pita ini," tulis Haley dalam pesan tersebut.
Ketika majalah Self dan perusahaan besar ingin mengomersialkan pita tersebut, Haley menolak. Akhirnya, majalah Self dan Estée Lauder mengubah warna pita menjadi merah muda dan mulai mendistribusikannya secara luas pada Oktober 1992. Pada waktu yang sama, yayasan Susan G. Komen juga membagikan pita pink di acara Race for the Cure di New York, yang membuatnya semakin populer di seluruh dunia.
Variasi Warna Pita Kanker Payudara
Meskipun pita pink muda (pastel pink) adalah yang paling dikenal, ada beberapa variasi warna pita yang mewakili kondisi klinis tertentu:
- Pink Muda (Pastel Pink): Simbol umum untuk kesadaran dan dukungan terhadap deteksi dini kanker payudara.
- Pink Cerah (Hot Pink): Mewakili kanker payudara inflamasi, jenis kanker yang agresif dan langka.
- Kombinasi Pink dan Biru: Mewakili kasus kanker payudara pada pria.
- Kombinasi Pink dan Toska (Teal): Mewakili kanker payudara yang berkaitan dengan faktor genetik serta kanker ginekologi.
- Kombinasi Pink, Toska, dan Hijau: Menyuarakan dukungan bagi penderita kanker payudara metastatik.
Pentingnya Pemeriksaan Dini
Penyematan pita pink harus diimbangi dengan tindakan pencegahan yang konkret. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sangat mendorong wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin setiap bulan, idealnya 7-10 hari setelah hari pertama haid. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
- Cermati di Depan Cermin: Berdirilah tanpa pakaian di atas pinggang dan amati bentuk, ukuran, warna kulit, serta posisi puting. Perhatikan apakah ada benjolan atau perubahan lainnya.
- Angkat Kedua Tangan: Angkat kedua tangan ke atas kepala dan perhatikan apakah ada perubahan pada payudara.
- Tekan Pinggang: Letakkan kedua tangan di pinggang dan amati kembali perubahan pada payudara.
- Raba dengan Gerakan Memutar: Gunakan tiga ujung jari untuk meraba payudara dengan gerakan memutar dari luar ke dalam.
- Periksa Bagian Puting: Pijat puting secara perlahan dan perhatikan apakah ada cairan tidak normal yang keluar.
- Pemeriksaan Posisi Berbaring: Berbaringlah dengan bantal kecil di bawah bahu dan ulangi perabaan pada payudara.
Bulan Kesadaran Kanker Payudara tidak hanya menjadi ajang untuk mengenakan pita pink, tetapi juga sebagai pengingat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan pemeriksaan dini yang sangat penting.