Jakarta - Banyak orang masih beranggapan bahwa MSG dan penyedap rasa bubuk adalah produk yang identik. Namun, kedua bahan ini memiliki fungsi, komposisi, dan cara penggunaan yang berbeda. MSG, atau Monosodium Glutamate, berfungsi sebagai penguat rasa murni yang memperkuat cita rasa umami, yaitu rasa gurih yang secara alami terdapat pada berbagai bahan makanan seperti tomat, jamur, rumput laut, daging, dan keju. Di sisi lain, penyedap rasa bubuk adalah bumbu campuran yang biasanya terdiri dari garam, gula, rempah-rempah, ekstrak ayam atau daging, perisa, dan pada beberapa produk juga mengandung MSG.
Apa Itu MSG?
MSG adalah bahan tambahan pangan yang digunakan untuk memperkuat rasa. Fungsi utamanya bukan untuk memberikan rasa asin atau manis, melainkan untuk memperkuat rasa umami sehingga cita rasa masakan menjadi lebih kaya dan seimbang.
Dari Apa MSG Diproduksi?
Sering kali muncul pertanyaan mengenai asal usul MSG. MSG diproduksi melalui proses fermentasi yang mirip dengan pembuatan yoghurt, keju, atau kecap. Bahan bakunya berasal dari sumber karbohidrat seperti tebu, singkong, jagung, atau molase. Dalam proses ini, mikroorganisme menghasilkan asam glutamat yang kemudian diolah menjadi MSG. Asam glutamat merupakan bagian penting dari nutrisi protein dalam bentuk asam amino non-essensial yang diperlukan tubuh sebagai nutrisi otak manusia. Senyawa ini secara alami terdapat pada banyak bahan makanan seperti daging sapi, ikan, udang, sayuran, dan ASI. Asam glutamat dari MSG dicerna dan diserap oleh tubuh dengan cara yang sama seperti yang berasal dari bahan makanan tersebut. Selain itu, tubuh manusia juga memproduksi asam glutamat dan menyimpannya dalam jaringan otot, otak, dan jaringan tubuh lainnya. Oleh karena itu, MSG berfungsi untuk memperkuat rasa gurih alami yang sudah ada pada makanan, bukan menciptakan rasa baru.
Perbedaan Antara MSG dan Penyedap Rasa Bubuk
Perbedaan utama antara MSG dan penyedap rasa bubuk terletak pada komposisi serta fungsinya. MSG merupakan satu jenis bahan dengan fungsi yang sangat spesifik, yaitu memperkuat rasa umami pada masakan. Karena hanya terdiri dari MSG, penggunaannya lebih fleksibel dan mudah disesuaikan dengan bumbu yang sudah digunakan sebelumnya. Sementara itu, penyedap rasa bubuk adalah campuran dari berbagai bahan. Dalam satu produk biasanya terdapat garam, gula, rempah-rempah, ekstrak ayam atau daging, perisa, dan pada beberapa produk juga ditambahkan MSG. Dengan kata lain, penyedap rasa bubuk tidak hanya berfungsi memperkuat rasa, tetapi juga memberikan karakter rasa tertentu sesuai formulasi produsennya.
Contohnya, saat memasak nasi goreng daging ayam, mungkin sudah menggunakan bawang putih, bawang merah, kecap asin, saus tiram, lada, dan garam. Jika menggunakan MSG, cukup tambahkan sedikit pada tahap akhir memasak untuk memperkuat rasa umami tanpa mengubah komposisi bumbu yang telah ada. Sebaliknya, jika menggunakan penyedap rasa bubuk, garam, gula, rempah-rempah, dan perisa yang sudah menjadi bagian dari produk tersebut. Hal ini dapat menyebabkan rasa masakan perlu disesuaikan agar tidak terlalu asin atau terlalu kuat. Oleh karena itu, MSG memberikan keleluasaan lebih bagi pengguna untuk mengatur keseimbangan rasa sesuai selera dan jenis masakan yang dibuat.
Kelebihan MSG sebagai Penguat Rasa
MSG telah lama digunakan di rumah tangga maupun industri kuliner sebagai penguat rasa murni untuk menghasilkan cita rasa yang lebih konsisten. Salah satu alasan utamanya adalah kemampuannya dalam memperkuat rasa umami alami dari berbagai bahan makanan, seperti ayam, daging sapi, seafood, jamur, dan sayuran. Dengan menambahkan MSG dalam jumlah yang tepat, cita rasa masakan dapat terasa lebih kaya tanpa harus menambah lebih banyak garam atau kaldu.
MSG juga dikenal fleksibel karena dapat digunakan pada berbagai jenis hidangan, mulai dari tumisan, sup, capcay, mi goreng, bakso, hingga nasi goreng daging ayam. Berbeda dengan penyedap rasa bubuk yang sudah memiliki komposisi bumbu tertentu, MSG tidak mengubah karakter dasar masakan sehingga lebih mudah dipadukan dengan resep apa pun. Selain itu, MSG hanya diperlukan dalam jumlah yang cukup karena fungsinya memang untuk memperkuat rasa, bukan menjadi bumbu utama. Penggunaannya yang sederhana membuat banyak koki mengandalkannya untuk menghasilkan rasa yang tetap konsisten pada setiap masakan.
Tips Menggunakan MSG dengan Tepat
Agar manfaat MSG dapat dirasakan secara optimal, penggunaannya perlu dilakukan dengan tepat. Berikut adalah beberapa tips:
- Tambahkan Menjelang Masakan Matang: MSG umumnya lebih baik ditambahkan pada tahap akhir memasak setelah seluruh bumbu tercampur dengan baik. Cara ini membantu rasa umami menyatu tanpa mengubah karakter masakan.
- Gunakan Secukupnya: MSG berfungsi sebagai penguat rasa, bukan bahan utama. Oleh karena itu, gunakan dalam jumlah yang secukupnya sesuai kebutuhan resep.
- Sesuaikan dengan Penggunaan Garam: Karena MSG membantu memperkuat cita rasa, penggunaan garam bisa disesuaikan agar rasa makanan tetap seimbang.
- Padukan dengan Bahan Kaya Umami: Hasil terbaik biasanya diperoleh ketika MSG dipadukan dengan bahan-bahan yang memang kaya umami, seperti jamur, tomat, saus tiram, kaldu, atau daging.
Salah satu pilihan MSG yang tersedia di pasaran adalah Sasa MSG. Produk ini terbuat dari bahan tetes tebu alami, melalui proses fermentasi yang menghasilkan protein glutamat secara alami dan diproses dengan cara higienis untuk menghasilkan produk MSG berkualitas. Dengan penggunaan yang tepat dan secukupnya, MSG dapat membantu menghasilkan cita rasa masakan yang lebih gurih, seimbang, dan menggugah selera untuk berbagai hidangan, mulai dari tumisan sederhana hingga menu favorit keluarga seperti nasi goreng daging ayam.