Ekonomi

Menteri PUPR Terungkapnya Praktik Deep State dan Kebal Hukum di Kementerian

Selasa, 31 Maret 2026, 05:00 WIB 7 views 2 menit baca
Menteri PUPR Terungkapnya Praktik Deep State dan Kebal Hukum di Kementerian
Bagikan:

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo baru-baru ini membeberkan adanya praktik deep state di dalam tubuh kementeriannya. Dalam pernyataannya, ia menyoroti bahwa beberapa pejabat di level eselon I memiliki kekebalan hukum yang merugikan proses penegakan hukum. Pernyataan ini menciptakan kehebohan di kalangan publik dan memperlihatkan adanya masalah serius dalam sistem pemerintahan yang seharusnya bersih dan transparan.

Dody Hanggodo menjelaskan bahwa dugaan adanya praktik "kebal hukum" ini bukanlah isapan jempol semata. Ia menegaskan, "Ada pejabat eselon I yang terlibat dalam praktik-praktik yang melanggar hukum dan merasa tidak bisa disentuh oleh hukum." Hal ini menunjukkan bahwa ada upaya untuk memperkuat posisi mereka, sehingga berpotensi menghambat upaya pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara benar.

Salah satu contoh yang diangkat adalah mengenai penggunaan lahan basah yang seharusnya dilindungi oleh hukum. Menurut laporan yang diperoleh dari sumber internal, para pejabat tertentu telah melakukan penguasaan lahan tersebut secara ilegal. Praktik ini menciptakan dampak buruk, baik bagi lingkungan maupun masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya yang ada di lahan tersebut.

Tindakan Dody Hanggodo untuk mengungkap praktik ini mendapat respon beragam dari masyarakat. Banyak yang berharap agar langkah tersebut dapat menjadi awal bagi reformasi yang lebih besar di dalam kementerian. Dody juga mengakui adanya serangan balik dari mereka yang merasa terancam oleh pengungkapan ini. "Kami siap menghadapi segala bentuk intimidasi dan tekanan," tegasnya dengan penuh keyakinan.

Dalam langkah konkret, Dody mencanangkan penguatan pengawasan internal dan penyelesaian segera terhadap kasus-kasus yang melibatkan penyalahgunaan wewenang. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas di dalam kementeriannya untuk mencegah praktik-praktik semacam ini terulang di masa mendatang. Sementara itu, penegakan hukum terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam praktik ilegal akan menjadi prioritas utama.

Dengan situasi yang semakin memanas, masyarakat dan pengamat menantikan tindakan lebih lanjut dari Kementerian PUPR. Apakah langkah yang diambil Menteri Dody Hanggodo ini akan membuahkan hasil yang signifikan dalam memberantas praktik deep state dan menjaga integritas kementerian? Perkembangan ini akan terus dipantau, dan harapan besar ada pada perubahan menuju sistem pemerintahan yang lebih bersih dan adil.

R

Penulis

Raihan Fadhila

Penulis di Poros Berita

Berita Terkait