Ekonomi

Menteri Trenggono: Risiko Penurunan Ekspor Ikan Akibat Ketegangan di Iran

Selasa, 07 April 2026, 19:38 WIB 6 views 2 menit baca
Menteri Trenggono: Risiko Penurunan Ekspor Ikan Akibat Ketegangan di Iran
Bagikan:

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Saktu Wahyu Trenggono, mengungkapkan keprihatinan terkait potensi penurunan ekspor ikan nasional yang diakibatkan oleh ketegangan geopolitik global, terutama di kawasan Iran. Dalam situasi ini, sektor kelautan dan perikanan harus bersiap menghadapi dampak yang mungkin akan dirasakan oleh para nelayan.

Trenggono menjelaskan, "Ketegangan di Iran dan dinamika politik yang berkembang di sejumlah wilayah dapat mengubah pola permintaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia." Hal ini menjadi perhatian serius mengingat Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor ikan utama di Asia Tenggara dengan target pasar yang luas, termasuk negara-negara yang terpengaruh oleh ketegangan tersebut.

Dari perspektif industri, penurunan permintaan dari negara-negara yang terlibat dalam konflik atau yang terpengaruh oleh ketegangan geopolitik bisa menyebabkan harga ikan mengalami fluktuasi. Sektor perikanan Indonesia, yang sebagian besar bergantung pada ekspor, harus beradaptasi dengan kondisi ini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Trenggono juga menyoroti bahwa nelayan yang ada di daerah pesisir harus lebih waspada dan terus mengikuti perkembangan situasi global. "Kami akan terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas," ujarnya. Kementerian Kelautan dan Perikanan berupaya mengedukasi para nelayan tentang pentingnya diversifikasi pasar agar tidak hanya bergantung pada satu atau dua negara tujuan ekspor.

Selain itu, Trenggono menekankan pentingnya upaya kolaboratif antara pemerintah dan nelayan dalam menghadapi tantangan yang ada. Salah satu langkah yang diambil adalah peningkatan quality control dan sertifikasi produk perikanan untuk memastikan kompetitif di pasar internasional, meskipun terdapat ketegangan geopolitik. "Kita harus tetap optimis dan berinovasi dalam menghadapi tantangan ini," tambahnya.

Dalam waktu dekat, kementerian terkait akan mengadakan forum diskusi dengan pelaku industri dan nelayan untuk membahas strategi dan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi nelayan untuk berbagi informasi dan solusi serta menghindari dampak yang lebih besar akibat ketidakpastian pasar.

Dengan dilakukannya berbagai langkah ini, diharapkan sektor perikanan Indonesia dapat tetap tumbuh meskipun dalam kondisi yang tidak menentu akibat faktor-faktor eksternal. Kementerian menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan para nelayan sangat penting untuk menjaga kelangsungan ekspor ikan Indonesia di tengah gejolak internasional.

B

Penulis

Bima Sakti

Penulis di Poros Berita

Berita Terkait