🔴 Breaking
Mitos Tentang Air Dingin dan Pori-Pori Kulit Menurut Ahli Dermatologi Kuliah Umum di Mataram, Dosen FEBI UIN Saizu Bahas Peluang Perbankan Syariah Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara Masuk Dalam Daftar Tiga Terbesar di Indonesia Salesforce Integrasikan CRM ke Claude dan Slack Tanpa Harus Membuka Aplikasi BPOM RI Tegaskan Skin Booster 'Kulit Mayat' dari Korea Tidak Berizin, Siap Tindak Pelanggaran! Empat Dosen UIN Saizu Terpilih Sebagai Peneliti Program Riset MoRA 2026 Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia Targetkan 300 Ribu Agen Pemasar Sekolah Internasional Dihapus dari Program Makan Bergizi Gratis Dosen UIN Saizu Mempersembahkan Penelitian Layanan Tanpa Kartu BSI di Konferensi Internasional Kekacauan di Bandara AS: Ribuan Penerbangan Tertunda dan Dibatalkan Mitos Tentang Air Dingin dan Pori-Pori Kulit Menurut Ahli Dermatologi Kuliah Umum di Mataram, Dosen FEBI UIN Saizu Bahas Peluang Perbankan Syariah Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara Masuk Dalam Daftar Tiga Terbesar di Indonesia Salesforce Integrasikan CRM ke Claude dan Slack Tanpa Harus Membuka Aplikasi BPOM RI Tegaskan Skin Booster 'Kulit Mayat' dari Korea Tidak Berizin, Siap Tindak Pelanggaran! Empat Dosen UIN Saizu Terpilih Sebagai Peneliti Program Riset MoRA 2026 Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia Targetkan 300 Ribu Agen Pemasar Sekolah Internasional Dihapus dari Program Makan Bergizi Gratis Dosen UIN Saizu Mempersembahkan Penelitian Layanan Tanpa Kartu BSI di Konferensi Internasional Kekacauan di Bandara AS: Ribuan Penerbangan Tertunda dan Dibatalkan
Kesehatan

Mitos Tentang Air Dingin dan Pori-Pori Kulit Menurut Ahli Dermatologi

Banyak orang percaya bahwa membilas wajah dengan air dingin dapat mengecilkan pori-pori, namun seorang dokter spesialis kulit menjelaskan bahwa hal tersebut hanyalah mitos.

Sabina Almira

Penulis

18 September 2026
4 kali dibaca
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto)

Di kalangan masyarakat, ada anggapan bahwa mencuci wajah dengan air dingin dan air hangat dapat membantu mengontrol ukuran pori-pori kulit. Banyak orang yang mencoba menggabungkan kedua suhu air ini saat mencuci muka untuk mendapatkan kulit yang lebih halus dan pori-pori yang tampak lebih kecil. Namun, dr. Stanley Setiawan, seorang spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, menyatakan bahwa pemahaman ini tidaklah benar.

Pori-Pori Tidak Seperti Pintu yang Dapat Dibuka Tutup

Dr. Stanley menegaskan bahwa pori-pori kulit tidak berfungsi seperti pintu yang dapat dibuka atau ditutup dengan mudah hanya karena perubahan suhu air. Ia menjelaskan, "Kalau kita bicara pores (pori-pori) ya, kita harus punya satu pemahaman bahwa ini bukan yang tampil di permukaan saja, tapi satu sistem. Dan tidak dengan mudah pori-pori itu buka-tutup kayak pintu gitu ya," ungkapnya saat berbicara dengan media di Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun bisa ada perubahan sementara ketika menggunakan air dingin atau panas, ukuran dan mekanisme terbuka-tutupnya pori-pori melibatkan proses biologis yang lebih kompleks. Kebiasaan menggunakan suhu ekstrem pada kulit secara berulang dapat berisiko menimbulkan masalah baru.

Dr. Stanley mengingatkan agar tidak salah memahami bahwa untuk menutup pori-pori cukup dengan menggunakan air dingin, atau untuk membukanya hanya dengan air panas. "Hati-hati. Karena kulit itu bukan sekadar permukaan, tapi ada barrier (pelindung kulit)," tegasnya. Perlakuan yang tidak tepat terhadap kulit dapat merusak barrier tersebut.

Perawatan yang Tepat untuk Pori-Pori dan Minyak Kulit

Dr. Stanley mengibaratkan kulit wajah sebagai mesin alami yang terus memproduksi minyak (sebum). Meskipun minyak sangat penting untuk menjaga kelembapan kulit, produksi yang berlebihan dapat menyebabkan pori-pori tersumbat. Kesalahan umum yang sering dilakukan orang adalah berusaha mengeringkan wajah secara berlebihan ketika kulit mulai berminyak.

“Artinya, setiap kita selalu berpikirnya begini kalau kulit berminyak, langsung punya satu pemahaman sudah dikeringkan sekering mungkin. Padahal bukan seperti itu, bukan mesinnya yang kita matikan, tapi regulasinya yang diatur,” jelasnya.

Untuk mengatasi penumpukan sebum dan mencegah pori-pori tersumbat, dr. Stanley merekomendasikan penggunaan bahan aktif yang dapat membantu proses eksfoliasi sel kulit mati secara teratur. Namun, ia juga mengingatkan agar eksfoliasi dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi over-exfoliation yang dapat merusak kesehatan kulit.

“Terkait dengan penumpukan sebum, tersumbatnya pori, harus ada bahan-bahan aktif yang membantu untuk secara regulatory itu terlepas atau yang kita kenal dengan proses eksfoliasi. Dan eksfoliasi pun juga harus tetap terkontrol nih, supaya enggak over-exfoliation,” tutupnya.

Artikel Terkait