🔴 Breaking
Sekolah Internasional Dihapus dari Program Makan Bergizi Gratis Dosen UIN Saizu Mempersembahkan Penelitian Layanan Tanpa Kartu BSI di Konferensi Internasional Kekacauan di Bandara AS: Ribuan Penerbangan Tertunda dan Dibatalkan Zhang Yiming, Pendiri TikTok, Jadi Orang Terkaya di Asia dengan Kekayaan Mencapai Rp 1.857 Triliun Perubahan Skema Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis Segera Diterapkan UPITRA Gelar Pelatihan Inovasi untuk 700 Siswa SMA Regina Pacis BRI Private Dapat Penghargaan Internasional di The Asset Triple A Private Capital Awards 2026 BPOM Terima Anggaran Rp 1,93 Triliun untuk Tahun 2027, Rp 509 Miliar untuk Pengawasan MBG Penurunan Harga Minyak Global, Arab Saudi Ubah Rute Ekspor Melalui Selat Hormuz Perdebatan Nasional: Apakah Bahasa Inggris Masih Diperlukan di Sekolah? Sekolah Internasional Dihapus dari Program Makan Bergizi Gratis Dosen UIN Saizu Mempersembahkan Penelitian Layanan Tanpa Kartu BSI di Konferensi Internasional Kekacauan di Bandara AS: Ribuan Penerbangan Tertunda dan Dibatalkan Zhang Yiming, Pendiri TikTok, Jadi Orang Terkaya di Asia dengan Kekayaan Mencapai Rp 1.857 Triliun Perubahan Skema Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis Segera Diterapkan UPITRA Gelar Pelatihan Inovasi untuk 700 Siswa SMA Regina Pacis BRI Private Dapat Penghargaan Internasional di The Asset Triple A Private Capital Awards 2026 BPOM Terima Anggaran Rp 1,93 Triliun untuk Tahun 2027, Rp 509 Miliar untuk Pengawasan MBG Penurunan Harga Minyak Global, Arab Saudi Ubah Rute Ekspor Melalui Selat Hormuz Perdebatan Nasional: Apakah Bahasa Inggris Masih Diperlukan di Sekolah?
Kesehatan

Perubahan Skema Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis Segera Diterapkan

Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mempersiapkan revisi skema insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan harapan penerbitan aturan baru dapat seg...

Arjuna Mahendra

Penulis

18 September 2026
9 kali dibaca
Foto: Ilyas Fadilah
Foto: Ilyas Fadilah

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) sedang dalam proses untuk mengubah skema insentif operasional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses harmonisasi dengan Kementerian Keuangan masih berlangsung, dan Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa aturan baru ini ditargetkan untuk segera diterbitkan. Namun, proses harmonisasi ini memerlukan waktu yang cukup.

"Lagi mau keluarkan aturannya (soal perubahan skema insentif Rp6 juta per hari)," ujar Sudaryono di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/9/2026). Ia menambahkan, "Ya, karena ada harmonisasi di Kementerian Keuangan. Nah, itu butuh waktu. Tapi saya berharap sih sesegera mungkin lah ini. Harusnya sih udah enggak ada persoalan lagi."

Rencana Perubahan Skema Insentif

Selama ini, setiap SPPG menerima insentif operasional sebesar Rp 6 juta per hari. Namun, ke depan, BGN berencana untuk mengubah skema tersebut sehingga jumlah insentif yang diterima tidak akan sama untuk semua dapur. Sudaryono menjelaskan bahwa besaran insentif akan disesuaikan dengan kapasitas produksi masing-masing SPPG. Ia menegaskan bahwa memberikan nominal yang sama tidak mencerminkan perbedaan kapasitas layanan antar-dapur.

"Iya (disesuaikan), sekarang tidak rata semua kemudian, satu dapur semua kemudian dibayar Rp 6 juta, itu tidak adil," ungkap Sudaryono sebelumnya. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, juga telah menyampaikan rencana ini, menekankan bahwa jumlah penerima manfaat dan kualitas layanan akan menjadi pertimbangan dalam penentuan insentif.

Indikator Kualitas dan Penataan Jaringan SPPG

Agustina menyatakan, "Nanti itu termasuk yang setelah data penerima manfaat itu fix, kami harapkan nanti insentifnya nggak fix Rp 6 juta semua," pada bulan Juni lalu. Selain mempertimbangkan jumlah penerima manfaat, BGN juga menyiapkan sejumlah indikator kualitas, termasuk kualitas makanan, pemenuhan standar gizi, dan keamanan pangan.

Dengan formula baru ini, pemberian insentif tidak hanya akan bergantung pada jumlah makanan yang diproduksi oleh sebuah SPPG. Penataan juga akan dilakukan agar kapasitas dapur sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di setiap wilayah. BGN sebelumnya menjelaskan bahwa proses validasi data penerima manfaat merupakan bagian dari penataan jaringan SPPG. Dalam kondisi tertentu, beberapa dapur yang melayani jumlah penerima manfaat yang relatif sedikit dapat digabung.

Perubahan skema ini akan menggantikan mekanisme insentif Rp 6 juta per hari yang saat ini berlaku. Dalam petunjuk teknis BGN, insentif untuk fasilitas SPPG sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 6 juta per hari operasional dan tidak dipengaruhi oleh jumlah penerima manfaat. BGN menjelaskan bahwa nominal tersebut digunakan untuk mendukung kesiapan fasilitas SPPG dan menjaga mutu layanan MBG. Saat ini, BGN sedang menyiapkan formula baru agar besaran insentif dapat mengikuti kondisi dan kapasitas layanan masing-masing dapur.

Artikel Terkait