🔴 Breaking
Kesehatan

Cara Efektif Mencegah Bekas Luka Menurut Dokter Kulit

Banyak orang sering mengabaikan luka kecil pada kulit, yang dapat menyebabkan bekas luka permanen. Dokter spesialis kulit menjelaskan pentingnya perawatan yang tepat sejak awal untuk mencegah masalah...

Sekar Wangi

Penulis

17 September 2026
5 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/PonyWang
Foto ilustrasi: Getty Images/PonyWang

Jakarta - Banyak individu cenderung mengabaikan luka kecil di kulit, membiarkannya sembuh dengan sendirinya hingga kering. Namun, kebiasaan ini dapat menjadi penyebab utama munculnya bekas luka yang sulit dihilangkan. Dr. Pipim Septiana Bayasari Yudho Purwono, seorang spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, menyatakan bahwa keluhan mengenai bekas luka, baik berupa hiperpigmentasi (noda hitam) maupun jaringan parut, adalah yang paling umum diterima di kliniknya.

"Dan ketika dia ingin menghilangkan bekas, entah itu hiperpigmentasi atau scar, itu jauh lebih sulit daripada mencegah di awal," ungkap dr. Pipim dalam sebuah pernyataan di Jakarta Selatan.

Pentingnya Penanganan Luka Sejak Dini

Perawatan untuk menghilangkan bekas luka yang sudah terbentuk tidak hanya sulit, tetapi juga memerlukan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penanganan awal. Dr. Pipim menekankan bahwa penanganan luka yang tepat harus dilakukan segera agar proses penyembuhan berlangsung optimal dan meminimalisir risiko munculnya bekas luka.

Langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan meliputi:

  • Bersihkan luka: Gunakan produk pembersih yang lembut untuk menghindari iritasi tambahan.
  • Gunakan pelembab: Menjaga kelembapan area luka sangat penting untuk mempercepat regenerasi jaringan kulit.

Banyak orang yang salah kaprah dengan menghentikan perawatan setelah permukaan luka menutup. Padahal, fondasi kulit di area tersebut belum sepenuhnya pulih. "Kulit itu secara superficial mungkin akan tertutup dengan baik. Tapi secara skin barrier, fondasinya belum tentu baik. Dan itu butuh 3 sampai 6 bulan untuk memperkuat fondasinya," jelasnya.

Perawatan Jangka Panjang untuk Mencegah Bekas Luka

Jika perawatan dihentikan terlalu cepat, area kulit yang pernah terluka akan lebih rentan mengalami luka berulang ketika terkena pemicu baru. Menurut dr. Pipim, menjaga kelembapan dan fondasi kulit adalah hal mendasar yang harus dilakukan secara konsisten selama 3-6 bulan setelah luka, atau bahkan dipertahankan seumur hidup.

Bagi individu yang memiliki kecenderungan genetik untuk mudah mengalami keloid atau jaringan parut tebal, dr. Pipim merekomendasikan tindakan pencegahan tambahan setelah luka tertutup. Penggunaan plester khusus, seperti plester gel silikon, sangat dianjurkan untuk menghambat pertumbuhan jaringan parut agar tidak semakin menonjol.

"Setelah itu, kita tanya apabila ada genetiknya gampang scar, gampang keloid, sebaiknya menggunakan plester untuk mencegah terjadinya jaringan parut yang lebih tebal lagi," pungkasnya.

Artikel Terkait