🔴 Breaking
BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan di Beberapa Wilayah hingga Akhir Oktober --- Kegiatan English Camp Siswa SDII Al Abidin Boyolali untuk Pelajari Bahasa dan Budaya Global --- Kenaikan Harga Gula Pasir di Papua Pegunungan Capai Rp 33.125 per Kg Mendorong Ekonomi Kreatif untuk Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 ICBP Laksanakan Pembelian Kembali Saham dengan Dana Rp750 Miliar Penurunan Harga Cabai Merah Keriting dan Kenaikan Daging Sapi di Pasar Tradisional Peresmian Taman Anak Sejahtera dan Penyaluran Bantuan Sosial di Surakarta Polri Lakukan Penyelidikan Terhadap Kebakaran Hutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah Razia Operasi Patuh 2026: Waktu dan Jenis Pelanggaran yang Diperhatikan Penerapan Nutri-Level untuk PKL dan Minuman Kekinian, Ini Mekanismenya BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan di Beberapa Wilayah hingga Akhir Oktober --- Kegiatan English Camp Siswa SDII Al Abidin Boyolali untuk Pelajari Bahasa dan Budaya Global --- Kenaikan Harga Gula Pasir di Papua Pegunungan Capai Rp 33.125 per Kg Mendorong Ekonomi Kreatif untuk Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 ICBP Laksanakan Pembelian Kembali Saham dengan Dana Rp750 Miliar Penurunan Harga Cabai Merah Keriting dan Kenaikan Daging Sapi di Pasar Tradisional Peresmian Taman Anak Sejahtera dan Penyaluran Bantuan Sosial di Surakarta Polri Lakukan Penyelidikan Terhadap Kebakaran Hutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah Razia Operasi Patuh 2026: Waktu dan Jenis Pelanggaran yang Diperhatikan Penerapan Nutri-Level untuk PKL dan Minuman Kekinian, Ini Mekanismenya
Ekonomi

Munculnya Praktik Joki Pajak di Media Sosial Menyusul Perpanjangan Masa Lapor SPT

Perpanjangan masa pelaporan SPT hingga 30 April memicu munculnya 'joki pajak' di media sosial. DJP memberikan tanggapan terkait fenomena tersebut.

Maya Soraya Larasati

Penulis

06 April 2026
209 kali dibaca
Munculnya Praktik Joki Pajak di Media Sosial Menyusul Perpanjangan Masa Lapor SPT
Sumber gambar: liputan6.com

Perpanjangan masa pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga 30 April 2023, telah menciptakan fenomena baru di media sosial. Banyak pengguna platform digital yang menawarkan layanan joki pajak dengan tarif yang cukup terjangkau. Praktik ini, yang dikenal dengan sebutan 'joki pajak', menjadi perhatian masyarakat dan pihak berwenang.

Kemunculan jasa joki pajak ini sebagian besar disebabkan oleh tingginya angka wajib pajak yang mencari kemudahan dalam memenuhi kewajiban pelaporan mereka. Melalui akun-akun media sosial, para 'joki' ini menawarkan jasa pengisian SPT dengan menggunakan aplikasi Coretax, yang diakui oleh DJP sebagai salah satu sarana pelaporan yang sah. Mereka menawarkan tarif yang beragam, mulai dari yang murah hingga yang lebih tinggi, tergantung pada kompleksitas laporan yang diperlukan.

Salah seorang pengguna media sosial yang telah mencoba menggunakan jasa joki pajak, mengungkapkan pengalamannya. “Saya merasa lebih mudah dan cepat ketika menggunakan jasa mereka, apalagi saya tidak begitu paham tentang pengisian SPT,” ujarnya. Meskipun beberapa merasa terbantu, para ahli menyarankan agar wajib pajak tetap berhati-hati dan memahami risiko yang mungkin timbul dari praktik ini.

Pihak DJP pun memberikan respons terhadap fenomena ini. Melalui pernyataan resmi, mereka mengingatkan agar wajib pajak tidak sembarangan mempercayakan pengisian SPT kepada pihak ketiga tanpa verifikasi. "Kami mendorong masyarakat untuk melaporkan SPT secara mandiri, karena setiap wajib pajak memiliki tanggung jawab atas laporan yang disampaikan," tegas salah satu pejabat DJP.

Praktik joki pajak ini menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan masyarakat terkait legalitas dan keamanan data pribadi wajib pajak. Dengan adanya pihak ketiga yang mengakses informasi pajak, risiko penyalahgunaan data pun menjadi perhatian utama. Sejumlah wajib pajak merasa khawatir jika data mereka jatuh ke tangan yang salah.

Sementara itu, dengan semakin maraknya praktik joki pajak, DJP berupaya meningkatkan sosialisasi terkait pentingnya pengisian SPT yang benar dan transparan. Mereka merencanakan berbagai program edukasi untuk mendorong pemahaman yang lebih baik di kalangan wajib pajak mengenai kewajiban pajak dan cara pelaporannya yang tepat.

Ke depan, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar akan risiko yang terkait dengan penggunaan jasa joki pajak dan pentingnya melaporkan SPT secara mandiri. DJP berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap praktik ini serta memberikan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi data wajib pajak.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait