🔴 Breaking
Kesehatan

Pemeriksaan Ketat Terhadap Sawi Putih Impor Usai Dugaan Penggunaan Formalin

Singapura meningkatkan pengawasan terhadap sawi putih impor setelah terungkapnya penggunaan formaldehida di China. Korea Selatan juga mengambil langkah serupa untuk memastikan keamanan pangan.

Arjuna Mahendra

Penulis

02 September 2026
54 kali dibaca
Foto: Getty Images/iStockphoto/Elena_Danileiko
Foto: Getty Images/iStockphoto/Elena_Danileiko

Jakarta - Badan Pengawas Makanan Singapura (SFA) mengumumkan pada Selasa (1/9) bahwa mereka telah memperketat pemeriksaan terhadap sawi putih menyusul laporan mengenai penggunaan formaldehida pada sayuran tersebut di China. SFA menegaskan bahwa mereka terus memantau situasi dan meningkatkan pengawasan serta pengujian sebagai bagian dari program pemantauan keamanan pangan yang sedang berlangsung.

Langkah Pengawasan yang Diperketat

Tindakan ini diambil setelah Korea Selatan juga memperkuat pemeriksaan terhadap sawi putih yang diimpor dari China. Skandal terkait keamanan pangan ini muncul akibat laporan bahwa sawi putih dicelupkan ke dalam formaldehida, yang menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara di kawasan tersebut.

Taiwan juga berupaya menenangkan konsumen dengan melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan produk yang terkontaminasi yang masuk ke wilayahnya secara tidak langsung. Sementara itu, China telah melaksanakan pemeriksaan nasional terhadap sayuran yang mudah rusak. Langkah ini diambil setelah otoritas di Provinsi Hebei, China utara, mengonfirmasi pada 22 Agustus bahwa formaldehida, yang diketahui memiliki sifat karsinogenik, digunakan secara ilegal untuk mengawetkan sawi putih selama proses pengangkutan.

Kronologi Kasus dan Reaksi Publik

Kasus ini mulai mencuat setelah seorang blogger lingkungan asal China yang dikenal dengan nama akun Qige mengunggah video di Douyin. Dalam video tersebut, ia mengklaim bahwa sejumlah pekerja di Kota Tunken, Kabupaten Kangbao, Provinsi Hebei, mencelupkan sawi putih ke dalam larutan yang diduga mengandung formaldehida sebelum dikirim. Qige bertanya kepada para pekerja mengenai berapa lama perlakuan tersebut dapat menjaga kesegaran sayuran, dan salah satu pekerja menjawab, "Dua hingga tiga hari," seperti yang dilaporkan oleh CNA.

Para pekerja dalam video tersebut menyebutkan bahwa muatan sawi putih itu akan dikirim ke Kota Suqian, Provinsi Jiangsu. Tuduhan ini dengan cepat menyebar di media sosial. Otoritas setempat kemudian mengonfirmasi pada 22 Agustus bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa praktik yang terlihat dalam video tersebut memang terjadi, sebagaimana dilaporkan oleh China Daily.

Formaldehida telah diklasifikasikan sebagai zat karsinogenik bagi manusia oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Zat ini umum digunakan dalam berbagai industri, termasuk pembuatan plastik dan resin, serta berfungsi sebagai bahan pengawet.

Artikel Terkait