🔴 Breaking
Prabowo Pimpin Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional di Istana Lambatnya Pembaruan Data Desil Menghambat Layanan BPJS untuk Pasien Penyakit Kronis Inovasi Unit Pengering Surya Biomassa Hasil Kolaborasi UNDIP dan Unwahas --- Kenaikan Suku Bunga The Fed Berdampak pada Penurunan Nilai Rupiah --- Kemenkes Laporkan Peningkatan Kasus Influenza A, Balita Menjadi Kelompok Paling Terinfeksi Inovasi BarakaPAY: Mahasiswa UIN Saizu dan ITS Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM Hari Perhubungan Nasional 2026: Menelusuri Sejarah dan Beragam Promo Menariknya Fakultas Dakwah UIN Saizu Selenggarakan PkM di Seoul, Soroti Kosmopolitanisme Islam --- Penurunan Harga Perak Antam Menjadi Rp 41.900 per Gram --- BGN Hentikan Sementara 1.276 SPPG, 654 Diusulkan Tutup Permanen Prabowo Pimpin Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional di Istana Lambatnya Pembaruan Data Desil Menghambat Layanan BPJS untuk Pasien Penyakit Kronis Inovasi Unit Pengering Surya Biomassa Hasil Kolaborasi UNDIP dan Unwahas --- Kenaikan Suku Bunga The Fed Berdampak pada Penurunan Nilai Rupiah --- Kemenkes Laporkan Peningkatan Kasus Influenza A, Balita Menjadi Kelompok Paling Terinfeksi Inovasi BarakaPAY: Mahasiswa UIN Saizu dan ITS Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM Hari Perhubungan Nasional 2026: Menelusuri Sejarah dan Beragam Promo Menariknya Fakultas Dakwah UIN Saizu Selenggarakan PkM di Seoul, Soroti Kosmopolitanisme Islam --- Penurunan Harga Perak Antam Menjadi Rp 41.900 per Gram --- BGN Hentikan Sementara 1.276 SPPG, 654 Diusulkan Tutup Permanen
Teknologi

Pemutusan Hubungan Kerja di Nothing, Fokus pada Pengembangan AI

Perusahaan teknologi asal London, Nothing, melakukan pemutusan hubungan kerja sebagai bagian dari restrukturisasi, meski membantah isu penutupan operasional di berbagai negara. Mereka juga berencana m...

Aditya Surya

Penulis

27 July 2026
63 kali dibaca
Pemutusan Hubungan Kerja di Nothing, Fokus pada Pengembangan AI
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Produsen smartphone dan gadget Nothing, yang berpusat di London, Inggris, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai langkah restrukturisasi internal. Meskipun demikian, perusahaan ini menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan operasional di lebih dari 12 negara, yang menjadi isu hangat setelah laporan dari media Digit mengklaim bahwa Nothing berencana untuk keluar dari beberapa pasar global dan memangkas sekitar 40 persen tenaga kerja, serta mengurangi tim riset dan pengembangan (R&D) di China dan London.

Menanggapi laporan tersebut, Co-founder Nothing, Akis Evangelidis, menyatakan bahwa informasi yang beredar adalah tidak benar. Namun, dia mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang menjalani proses reorganisasi, termasuk melakukan PHK. Evangelidis menjelaskan bahwa langkah restrukturisasi ini diambil untuk mempersiapkan fase pertumbuhan selanjutnya, yang salah satunya adalah dengan membentuk unit bisnis baru yang akan fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI). "Keputusan yang berdampak pada mata pencaharian orang lain tidak pernah diambil dengan mudah," ujarnya.

Penjualan Smartphone dan Tantangan yang Dihadapi

Walaupun Nothing membantah kabar mengenai pengunduran diri dari sejumlah negara, mereka tidak memberikan rincian mengenai jumlah karyawan yang terkena dampak PHK atau cakupan reorganisasi yang sedang berlangsung. Laporan Digit juga menyebutkan tentang penjualan ponsel Nothing Phone (4b), yang diklaim hanya terjual sekitar 20.000 unit secara global sejak diluncurkan pada 7 Juli 2026. Namun, Evangelidis membantah angka tersebut, menyatakan bahwa Phone (4b) telah terjual sebanyak 29.537 unit hanya dalam satu hari setelah peluncurannya.

Walaupun kedua angka tersebut tampaknya tidak saling bertentangan, hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan metode perhitungan. Digit menghitung total pengiriman sejak peluncuran, sementara Evangelidis merujuk pada penjualan di hari pertama. Di sisi lain, Nothing Phone (4a) dan Phone (4a) Pro dilaporkan telah mencapai total pengiriman sekitar 150.000 unit secara global.

Dampak Kenaikan Biaya Komponen

Nothing juga menghadapi tantangan akibat kenaikan harga komponen, terutama untuk memori (RAM) dan penyimpanan. Akibatnya, submerek Nothing, CMF, telah memutuskan untuk tidak meluncurkan smartphone baru sepanjang tahun 2026. Rencana peluncuran model CMF Phone 3 Pro yang sebelumnya ada, akhirnya dibatalkan karena meningkatnya biaya produksi. Laporan menunjukkan bahwa harga memori telah meningkat hampir empat kali lipat sejak September 2025, yang memaksa produsen smartphone untuk mengevaluasi kembali strategi bisnis mereka.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Nothing masih mencatat hasil positif di pasar India. Menurut data dari Counterpoint Research, perusahaan ini menjadi merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di India pada kuartal II-2026, dengan kenaikan tahunan sebesar 105 persen, yang didorong oleh penjualan seri Phone (4a).

Artikel Terkait