🔴 Breaking
Teknologi

Pendapatan Apple Meningkat Berkat Penjualan iPhone yang Kuat

Apple melaporkan kenaikan pendapatan signifikan di kuartal III tahun fiskal 2026, didorong oleh penjualan iPhone yang meningkat pesat.

Sekar Wangi

Penulis

31 July 2026
5 kali dibaca
Pendapatan Apple Meningkat Berkat Penjualan iPhone yang Kuat
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Apple mengalami lonjakan pendapatan di kuartal III tahun fiskal 2026, yang berlangsung dari April hingga Juni 2026. Perusahaan mencatat pendapatan mencapai 109,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.970 triliun), meningkat 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sumber utama dari peningkatan ini adalah penjualan iPhone, yang menyumbang pendapatan sebesar 54,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 979 triliun), naik 21,7 persen dari 44,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 804 triliun) pada tahun sebelumnya.

Apple tidak mengungkapkan jumlah unit iPhone yang terjual dalam laporan keuangannya. Namun, estimasi penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan harga jual rata-rata (average selling price/ASP). KompasTekno mencoba menghitung jumlah unit iPhone yang terjual selama periode tersebut dengan menggunakan harga median dari semua model iPhone 17 Series yang dipasarkan di Amerika Serikat. Model-model tersebut termasuk iPhone 17 dengan harga 799 dolar AS (sekitar Rp 14,4 juta), iPhone 17 Air 899 dolar AS (sekitar Rp 16,2 juta), iPhone 17 Pro 1.099 dolar AS (sekitar Rp 19,8 juta), dan iPhone 17 Pro Max 1.299 dolar AS (sekitar Rp 23,4 juta).

Estimasi Penjualan iPhone

Karena harga median berada di antara iPhone 17 Air dan iPhone 17 Pro, harga median dari jajaran tersebut diperkirakan sekitar 1.000 dolar AS (sekitar Rp 18 juta). Dengan membagi total pendapatan iPhone sebesar 54,2 miliar dolar AS dengan harga median tersebut, diperkirakan Apple menjual sekitar 54,2 juta unit iPhone selama kuartal tersebut. Namun, angka ini bukanlah data resmi dari Apple, karena pendapatan iPhone juga berasal dari model-model sebelumnya yang masih dijual, seperti iPhone 16 Series.

Dalam sesi earning calls, Chief Financial Officer (CFO) Apple, Kevan Parekh, menyatakan bahwa basis pengguna aktif iPhone mencapai rekor tertinggi dalam sejarah. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah pengguna yang melakukan upgrade ke model baru adalah yang tertinggi untuk kuartal yang berakhir pada bulan Juni. "iPhone tercatat sebagai model smartphone terlaris di Amerika Serikat, wilayah perkotaan China, Inggris, Prancis, Australia, dan Jepang," jelas Parekh.

Analisis Pasar oleh IDC

Estimasi penjualan tersebut sejalan dengan laporan dari firma riset pasar International Data Corporation (IDC). Dalam laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, IDC mencatat bahwa Apple mengirimkan 55,8 juta unit iPhone secara global pada kuartal II 2026, meningkat 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun Apple menyebut periode tersebut sebagai Q3 FY2026, sementara IDC menyebutnya Q2 2026, keduanya merujuk pada waktu yang sama, yaitu April hingga Juni 2026. Perbedaannya terletak pada sistem pelaporan yang digunakan, di mana Apple mengikuti tahun fiskal dan IDC mengikuti tahun kalender.

Dengan demikian, estimasi sekitar 54,2 juta unit berdasarkan pendapatan Apple hanya terpaut sekitar 1,6 juta unit dari estimasi pengiriman IDC pada periode yang sama. Performa baik Apple di kuartal II 2026 ini, menurut IDC, didorong oleh tingginya permintaan terhadap iPhone 17 Series.

CFO Apple, Kevan Parekh, juga menyatakan bahwa suksesor dari iPhone 16 Series menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan penjualan iPhone yang signifikan. Baik Apple maupun IDC tidak mengungkapkan model iPhone 17 mana yang paling laris di pasaran.

Artikel Terkait