🔴 Breaking
Kenaikan Harga Smartphone Terancam Akibat Kebijakan Baru AS --- Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat: Penjelasan Psikolog --- Prestasi Gemilang Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta di O2SN Sleman Kementerian ESDM Rencanakan Lelang 10 Blok Migas dengan Insentif Menarik untuk Investor Kisah Para Pasien Gagal Ginjal di Malaysia: Tantangan dan Perjuangan Sehari-hari Pentingnya Deteksi Uang Rupiah Palsu Menurut Bank Indonesia Film “Pesta Babi” Dinilai Buta Geopolitik dan Berpotensi Bangun Narasi Anti-NKRI Melalui Pelatihan Hertech, DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dorong Perempuan Adaptif di Era Artificial Intelligence --- WHO Menyatakan Hantavirus Tidak Berpotensi Menjadi Wabah Besar --- Proyeksi Kenaikan BI Rate di Tengah Melemahnya Rupiah Kenaikan Harga Smartphone Terancam Akibat Kebijakan Baru AS --- Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat: Penjelasan Psikolog --- Prestasi Gemilang Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta di O2SN Sleman Kementerian ESDM Rencanakan Lelang 10 Blok Migas dengan Insentif Menarik untuk Investor Kisah Para Pasien Gagal Ginjal di Malaysia: Tantangan dan Perjuangan Sehari-hari Pentingnya Deteksi Uang Rupiah Palsu Menurut Bank Indonesia Film “Pesta Babi” Dinilai Buta Geopolitik dan Berpotensi Bangun Narasi Anti-NKRI Melalui Pelatihan Hertech, DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dorong Perempuan Adaptif di Era Artificial Intelligence --- WHO Menyatakan Hantavirus Tidak Berpotensi Menjadi Wabah Besar --- Proyeksi Kenaikan BI Rate di Tengah Melemahnya Rupiah
Ekonomi

Pentingnya Deteksi Uang Rupiah Palsu Menurut Bank Indonesia

Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang rupiah palsu dan memberikan cara untuk mengidentifikasi keaslian uang tersebut.

Eko Prasetyo

Penulis

13 May 2026
8 kali dibaca
Pentingnya Deteksi Uang Rupiah Palsu Menurut Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI) memusnahkan jumlah uang palsu 466.535 lembar yang dikumpulkan sejak 2017 hingga November 2025. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Bank Indonesia (BI) menekankan bahwa masyarakat memiliki peran krusial dalam mencegah peredaran uang rupiah palsu. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026), BI mengimbau agar masyarakat dapat membedakan antara uang asli dan palsu yang beredar di masyarakat.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa kualitas uang palsu yang ada saat ini masih jauh di bawah uang rupiah asli, sehingga dapat dengan mudah diidentifikasi. "Dapat kami sampaikan juga bahwa berdasarkan penelitian kami terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah, dan harapan kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D, Dilihat, Diraba, Diterawang," ungkap Ricky.

Peran Masyarakat dalam Mencegah Uang Palsu

Ricky menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah peredaran uang palsu. Untuk itu, BI meluncurkan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah, yang bertujuan agar masyarakat lebih memahami cara memastikan keaslian uang rupiah kertas dengan metode 3D yang telah disebutkan. Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada identifikasi uang palsu, tetapi juga menjaga dan merawat uang rupiah yang mereka miliki.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat uang Rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya. Rawat Rupiah dengan menerapkan 5 Jangan: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi," tambahnya.

Keamanan Uang Rupiah

Ricky juga menyampaikan bahwa uang rupiah termasuk dalam kategori uang dengan tingkat keamanan yang tinggi di dunia, terutama untuk uang rupiah emisi 2022 yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan sebagai seri uang terbaik pada IACA Currency Awards 2023. "Penghargaan untuk Uang Rupiah kertas pecahan Rp 50.000 TE 2022 pada bulan November 2024 yang meraih peringkat ke-2 dunia untuk pecahan yang paling aman dan yang paling sulit dipalsukan di dunia (World’s Most Secure Currencies) dengan 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers," jelasnya.

Bank Indonesia juga mencatat bahwa jumlah uang palsu yang beredar mengalami penurunan. Ricky menyatakan bahwa penindakan terhadap uang palsu menunjukkan tren menurun sejak tahun 2023. "Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah temuan uang Rupiah palsu itu menunjukkan tren yang menurun," kata Ricky.

Berdasarkan catatan BI, pada tahun 2023, ditemukan 5 lembar uang palsu per satu juta lembar uang yang beredar. Jumlah tersebut terus menurun hingga mendekati angka 1 lembar per satu juta pada April 2026. Ricky menegaskan bahwa pencapaian ini berkat kolaborasi yang baik antara berbagai pihak. "Jadi, dari 5 ppm, piece per million atau 5 lembar dalam per 1 juta uang beredar, itu turun sekarang hingga mendekati 1, sampai tahun 2025. Jadi setiap 1 juta yang beredar, itu ditemukan satu uang palsu, itu luar biasa. Itu tidak lain adalah capaian ini tidak lepas dari sinergi dan koordinasi yang erat dari berbagai unsur," jelasnya.

Artikel Terkait