🔴 Breaking
Kenaikan Harga Smartphone Terancam Akibat Kebijakan Baru AS --- Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat: Penjelasan Psikolog --- Prestasi Gemilang Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta di O2SN Sleman Kementerian ESDM Rencanakan Lelang 10 Blok Migas dengan Insentif Menarik untuk Investor Kisah Para Pasien Gagal Ginjal di Malaysia: Tantangan dan Perjuangan Sehari-hari Pentingnya Deteksi Uang Rupiah Palsu Menurut Bank Indonesia Film “Pesta Babi” Dinilai Buta Geopolitik dan Berpotensi Bangun Narasi Anti-NKRI Melalui Pelatihan Hertech, DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dorong Perempuan Adaptif di Era Artificial Intelligence --- WHO Menyatakan Hantavirus Tidak Berpotensi Menjadi Wabah Besar --- Proyeksi Kenaikan BI Rate di Tengah Melemahnya Rupiah Kenaikan Harga Smartphone Terancam Akibat Kebijakan Baru AS --- Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat: Penjelasan Psikolog --- Prestasi Gemilang Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta di O2SN Sleman Kementerian ESDM Rencanakan Lelang 10 Blok Migas dengan Insentif Menarik untuk Investor Kisah Para Pasien Gagal Ginjal di Malaysia: Tantangan dan Perjuangan Sehari-hari Pentingnya Deteksi Uang Rupiah Palsu Menurut Bank Indonesia Film “Pesta Babi” Dinilai Buta Geopolitik dan Berpotensi Bangun Narasi Anti-NKRI Melalui Pelatihan Hertech, DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dorong Perempuan Adaptif di Era Artificial Intelligence --- WHO Menyatakan Hantavirus Tidak Berpotensi Menjadi Wabah Besar --- Proyeksi Kenaikan BI Rate di Tengah Melemahnya Rupiah
Nasional

Melalui Pelatihan Hertech, DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dorong Perempuan Adaptif di Era Artificial Intelligence

Selasa 12 Mei – Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mendorong penguatan literasi digital dan kesadaran kritis mahasiswa terhadap perkembangan AI melalui kegiatan Pelatihan Hertech: Perempuan....

Admin Poros Berita

Penulis

13 May 2026
11 kali dibaca
Melalui Pelatihan Hertech, DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dorong Perempuan Adaptif di Era Artificial Intelligence
Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Selasa 12 Mei – Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mendorong penguatan literasi digital dan kesadaran kritis mahasiswa terhadap perkembangan AI melalui kegiatan Pelatihan Hertech: Perempuan Berdaya AI yang digelar pada Selasa (12/5/2026) di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini berkolaborasi dan didukung langsung oleh ICT Watch, Federasi BPW Indonesia, serta Yayasan Kinarya Anak Bangsa.

Pelatihan ini menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi mahasiswa untuk memahami perubahan digital yang semakin cepat. Di tengah meluasnya penggunaan AI dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari, peserta diajak melihat bahwa teknologi bukan sekadar alat, tetapi bagian dari perubahan sosial yang menuntut kesiapan berpikir dan bersikap.

Sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan DEMA UIN Sunan Kalijaga periode 2026, Hanun Luthfiyah menilai AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan perubahan besar yang perlu disikapi secara kritis oleh generasi muda. Menurutnya di Tengah derasnya arus digital, penguasaan AI tidak cukup hanya sebatas kemampuan menggunakan alat. Lebih jauh, generasi muda perlu memahami dampak sosial, etika, dan relasi kuasa yang menyertai perkembangan teknologi tersebut.

“Kita harus berdaya dengan AI, bukan diperdaya oleh AI,” tegas Hanun. Ia menilai teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memperluas kemampuan manusia, bukan justru mengurangi daya nalar dan kemandirian.

Direktur Program ICT Watch, Ibu Prasasti Dewi menekankan pentingnya akses teknologi yang setara bagi perempuan. Masih banyak perempuan yang belum percaya diri menggunakan teknologi digital, padahal kemampuan tersebut menjadi kebutuhan penting di era saat ini.

Beliau menyebut melalui Pelatihan Hertech, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki keberanian untuk belajar, mengeksplorasi, dan memanfaatkan AI untuk pengembangan diri.

Sementara itu, Vice President II Federasi BPW Indonesia, Ibu Fiyatri Widuri, menyoroti pentingnya kesadaran etis dalam penggunaan AI. Menurutnya, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan baru seperti penipuan digital, penyalahgunaan data, serta manipulasi visual berbasis AI.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., menyampaikan bahwa perkembangan AI merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari. Beliau menilai teknologi telah mengubah cara manusia belajar dan memperoleh pengetahuan. Namun demikian, mahasiswa tetap perlu menjaga kemampuan berpikir kritis agar AI tidak sepenuhnya mengambil alih proses intelektual manusia.

Hal senada disampaikan Dewan Pakar Yayasan Kinarya Anak Bangsa,  Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. Dalam Sambutanya Beliau memaparkan bahwa AI dapat menjadi alat yang membantu manusia, tetapi juga berpotensi menyesatkan jika digunakan tanpa verifikasi dan literasi yang baik. Beliau menekankan bahwa kemampuan memilah informasi serta memahami cara berkomunikasi dengan AI menjadi kompetensi penting di tengah perubahan digital yang terus berkembang.

Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Diaz Habibie Rahman turut menyoroti meningkatnya ketergantungan manusia terhadap AI dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai AI seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas dan memperkuat cara berpikir, bukan menjadi tempat menyerahkan seluruh proses berpikir manusia.

Melalui pelatihan ini DEMA UIN Sunan Kalijaga ingin menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam perkembangan teknologi digital. AI tidak hanya dipahami sebagai perkembangan teknologi, tetapi juga isu sosial yang menuntut kesiapan intelektual, etika, dan keberanian untuk mengambil peran dalam perubahan zaman.

Tags: #berita

Artikel Terkait