🔴 Breaking
Kenaikan Harga Smartphone Terancam Akibat Kebijakan Baru AS --- Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat: Penjelasan Psikolog --- Prestasi Gemilang Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta di O2SN Sleman Kementerian ESDM Rencanakan Lelang 10 Blok Migas dengan Insentif Menarik untuk Investor Kisah Para Pasien Gagal Ginjal di Malaysia: Tantangan dan Perjuangan Sehari-hari Pentingnya Deteksi Uang Rupiah Palsu Menurut Bank Indonesia Film “Pesta Babi” Dinilai Buta Geopolitik dan Berpotensi Bangun Narasi Anti-NKRI Melalui Pelatihan Hertech, DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dorong Perempuan Adaptif di Era Artificial Intelligence --- WHO Menyatakan Hantavirus Tidak Berpotensi Menjadi Wabah Besar --- Proyeksi Kenaikan BI Rate di Tengah Melemahnya Rupiah Kenaikan Harga Smartphone Terancam Akibat Kebijakan Baru AS --- Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat: Penjelasan Psikolog --- Prestasi Gemilang Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta di O2SN Sleman Kementerian ESDM Rencanakan Lelang 10 Blok Migas dengan Insentif Menarik untuk Investor Kisah Para Pasien Gagal Ginjal di Malaysia: Tantangan dan Perjuangan Sehari-hari Pentingnya Deteksi Uang Rupiah Palsu Menurut Bank Indonesia Film “Pesta Babi” Dinilai Buta Geopolitik dan Berpotensi Bangun Narasi Anti-NKRI Melalui Pelatihan Hertech, DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dorong Perempuan Adaptif di Era Artificial Intelligence --- WHO Menyatakan Hantavirus Tidak Berpotensi Menjadi Wabah Besar --- Proyeksi Kenaikan BI Rate di Tengah Melemahnya Rupiah
Teknologi

Kenaikan Harga Smartphone Terancam Akibat Kebijakan Baru AS

Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China semakin memanas, dengan dampak baru yang dapat mempengaruhi harga smartphone di pasar AS.

Sabina Almira

Penulis

13 May 2026
7 kali dibaca
Kenaikan Harga Smartphone Terancam Akibat Kebijakan Baru AS
tekno.kompas.com

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China dalam bidang teknologi terus meningkat, dan kini persaingan tersebut memasuki sektor smartphone. Badan regulasi telekomunikasi AS, Federal Communications Commission (FCC), baru saja menyetujui peraturan yang melarang laboratorium di China dan Hong Kong untuk melakukan pengujian terhadap perangkat yang akan dijual di AS. Meskipun kebijakan ini tampak teknis, dampaknya akan langsung dirasakan oleh konsumen, terutama melalui kemungkinan kenaikan harga ponsel.

Pengujian laboratorium sangat penting karena setiap perangkat yang memancarkan frekuensi radio, seperti smartphone, tablet, router, dan laptop, harus mendapatkan sertifikasi FCC sebelum dapat dipasarkan di AS. Proses sertifikasi ini mengharuskan perangkat dikirim ke laboratorium untuk diuji, guna memastikan bahwa emisi dan kompatibilitas jaringannya memenuhi standar yang ditetapkan.

Biaya Pengujian yang Meningkat

Masalah yang muncul adalah sekitar 75 persen perangkat yang masuk ke AS selama ini menjalani pengujian di laboratorium yang berbasis di China. Dengan adanya aturan baru dari FCC, produsen kini harus mencari laboratorium alternatif, yang bisa berada di AS sendiri, Jepang, Inggris, atau Taiwan. Biaya pengujian di China selama ini relatif murah, berkisar antara 400 hingga 1.300 dollar AS, setara dengan Rp 6,7 juta hingga Rp 21,9 juta. Sementara itu, biaya pengujian di AS bisa mencapai 3.000 hingga 4.000 dollar AS, atau sekitar Rp 50,7 juta hingga Rp 67,6 juta. Selisih biaya yang cukup besar ini berpotensi meningkatkan ongkos produksi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan harga perangkat di pasar.

Pembaruan Kebijakan FCC

Menurut laporan dari Android Headlines, langkah FCC ini merupakan pengetatan dari regulasi yang sebelumnya sudah diterapkan. Pada tahun 2025, FCC telah melarang pengujian di laboratorium yang terafiliasi dengan pemerintah China. Kini, cakupan larangan ini diperluas ke seluruh laboratorium yang beroperasi di China dan Hong Kong. FCC mengklaim bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keamanan nasional serta membatasi akses China terhadap teknologi dari AS.

Keputusan ini juga membuat rantai produksi global menjadi semakin rumit. Produsen kini harus mengirimkan perangkat dari pabrik di China ke negara lain hanya untuk keperluan sertifikasi, sebelum akhirnya dikirim ke pasar AS. Proses ini tidak hanya menambah biaya, tetapi juga waktu. Beberapa perusahaan besar seperti Apple dan SpaceX dilaporkan telah mulai memindahkan sebagian proses sertifikasi mereka ke negara lain seperti Jepang dan Inggris.

Dengan perkembangan ini, konsumen di AS mungkin harus bersiap menghadapi kenaikan harga smartphone akibat kebijakan baru yang diterapkan oleh FCC.

Artikel Terkait