🔴 Breaking
Mahasiswa KKN UNNES Giat Memperkuat DESTANA di Desa Kutosari Melalui Pemasangan Biopori Diskon Spesial Pertamina untuk HUT RI ke-81: Pertamax dan Lainnya Rp 450 per Liter Pria Ini Tinggalkan Pekerjaan untuk Jadi Kreator Video AI, Pendapatannya Justru Meningkat Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat Kegiatan Family Gathering SDTQ Al Abidin Solo 2026: Memperkuat Persaudaraan dalam Kebersamaan BRI Peduli Segera Salurkan Bantuan Pasca Gempa Flores Magnitudo 7,7 Organ-Organ yang Bisa Dihilangkan Tanpa Mengganggu Kehidupan Manusia --- Ujian Seleksi Kompetensi Sekolah Kedinasan 2026 Dimulai pada 22 September --- Pertumbuhan Ekonomi Singapura Meningkat Berkat Kecerdasan Buatan, Proyeksi 2026 Diperbarui Pencegahan Aritmia: Apa yang Perlu Diketahui? Mahasiswa KKN UNNES Giat Memperkuat DESTANA di Desa Kutosari Melalui Pemasangan Biopori Diskon Spesial Pertamina untuk HUT RI ke-81: Pertamax dan Lainnya Rp 450 per Liter Pria Ini Tinggalkan Pekerjaan untuk Jadi Kreator Video AI, Pendapatannya Justru Meningkat Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat Kegiatan Family Gathering SDTQ Al Abidin Solo 2026: Memperkuat Persaudaraan dalam Kebersamaan BRI Peduli Segera Salurkan Bantuan Pasca Gempa Flores Magnitudo 7,7 Organ-Organ yang Bisa Dihilangkan Tanpa Mengganggu Kehidupan Manusia --- Ujian Seleksi Kompetensi Sekolah Kedinasan 2026 Dimulai pada 22 September --- Pertumbuhan Ekonomi Singapura Meningkat Berkat Kecerdasan Buatan, Proyeksi 2026 Diperbarui Pencegahan Aritmia: Apa yang Perlu Diketahui?
Teknologi

Pertumbuhan Ekonomi Singapura Meningkat Berkat Kecerdasan Buatan, Proyeksi 2026 Diperbarui

Pemerintah Singapura merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 4,5 hingga 5,5 persen, didorong oleh perkembangan pesat dalam investasi kecerdasan buatan yang meningkatkan ekspor dan sektor ma...

Sekar Wangi

Penulis

16 August 2026
10 kali dibaca
Ilustrasi Therme Park Singapura(Unplash)
Ilustrasi Therme Park Singapura(Unplash)

Pemerintah Singapura telah memperbarui proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 menjadi antara 4,5 hingga 5,5 persen. Revisi ini dipicu oleh ledakan investasi dalam kecerdasan buatan (AI) yang berpengaruh positif terhadap ekspor dan sektor manufaktur negara tersebut. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) mengumumkan perubahan ini pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, yang sebelumnya diperkirakan berada pada kisaran 2 hingga 4 persen.

Ini merupakan revisi kedua yang dilakukan tahun ini, setelah pada bulan Februari 2026, MTI juga menaikkan proyeksi dari 1-3 persen menjadi 2-4 persen. MTI menyatakan bahwa pertumbuhan investasi AI global ternyata lebih kuat dari yang diperkirakan pada proyeksi terakhir yang dirilis pada bulan Mei lalu, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap produksi dan ekspor yang terkait dengan AI secara global.

Perkembangan Sektor Ekonomi

Untuk sisa tahun ini, diperkirakan adanya percepatan dalam belanja modal yang berkaitan dengan AI akan terus mendukung prospek pertumbuhan negara-negara yang terhubung dengan rantai nilai teknologi global. Produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh sebesar 5,9 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026, meskipun mengalami sedikit penurunan dari 6,3 persen pada kuartal sebelumnya, namun tetap melebihi estimasi awal pemerintah yang sebesar 5,7 persen serta median proyeksi survei Bloomberg yang mencapai 5,8 persen.

Pada semester pertama 2026, pertumbuhan PDB Singapura tercatat 6,1 persen secara tahunan. Pertumbuhan pada kuartal kedua ini didorong oleh sektor manufaktur, perdagangan grosir, serta jasa keuangan dan asuransi. Kenaikan permintaan global terkait AI telah meningkatkan aktivitas di sektor elektronik dan manufaktur, sedangkan perdagangan grosir didorong oleh segmen mesin dan perlengkapan.

Data Perdagangan dan Investasi

Data perdagangan menunjukkan tren positif, di mana ekspor domestik non-minyak (NODX) Singapura mengalami pertumbuhan 27,4 persen secara tahunan pada kuartal kedua, meningkat signifikan dari pertumbuhan 9,6 persen pada kuartal pertama. Pertumbuhan ekspor elektronik sangat pesat, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk sirkuit terintegrasi, produk penyimpanan data, dan perangkat keras lain yang digunakan dalam sistem AI. Permintaan yang tinggi ini juga mendorong investasi di sepanjang rantai pasok, termasuk rencana ekspansi pabrik memori senilai 38 miliar dollar AS oleh SK Hynix, serta pendanaan 2 miliar dollar AS yang berhasil dihimpun oleh perusahaan infrastruktur AI asal Singapura, DayOne.

Namun, MTI juga mengingatkan adanya risiko yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, termasuk dampak dari konflik di Timur Tengah, kebijakan tarif tambahan dari Amerika Serikat, dan potensi pergeseran sikap penghindaran risiko di pasar keuangan global terkait belanja modal AI. Meskipun dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global lebih ringan dari yang diperkirakan, ketegangan yang masih berlangsung diperkirakan akan terus menekan harga energi dan bahan baku lainnya di semester kedua tahun ini.

Otoritas Moneter Singapura (MAS) bahkan menandai keberlanjutan ledakan investasi AI sebagai salah satu risiko utama bagi perekonomian, yang mendorong mereka untuk memperketat kebijakan moneternya pada akhir Juli lalu. Pada bulan April, MAS juga menaikkan proyeksi inflasi inti dan inflasi 2026 menjadi kisaran 1,5 hingga 2,5 persen, meskipun inflasi tahunan pada bulan Juni tercatat hanya 1,6 persen.

Untuk membantu meringankan beban biaya energi yang tinggi, pemerintah Singapura telah mengumumkan paket bantuan sebesar 900 juta dollar Singapura bagi pelaku usaha dan rumah tangga, yang merupakan tambahan dari paket bantuan hampir 1 miliar dollar Singapura yang sudah diluncurkan pada bulan April.

Tidak semua sektor ekonomi Singapura merasakan manfaat dari kondisi ini, sektor jasa makanan dan minuman justru mengalami kontraksi, yang sebagian disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan serta meningkatnya jumlah warga Singapura yang memilih untuk bepergian ke luar negeri. Kajian dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) menunjukkan tingginya ketergantungan kawasan terhadap tren AI, dengan perkiraan bahwa sekitar separuh dari total perdagangan terkait AI global melewati kawasan ASEAN+3.

AMRO juga menaikkan proyeksi pertumbuhan kawasan ASEAN+3 tahun ini menjadi 4,1 persen. Namun, lembaga ini memperingatkan bahwa jika laju pertumbuhan investasi AI global melambat kembali ke tingkat tahun 2024, pertumbuhan ASEAN+3 bisa melambat tajam menjadi hanya 2,5 persen pada tahun 2027, yang akan menjadi laju pertumbuhan terlemah di luar masa pandemi sejak Krisis Finansial Asia.

Sepanjang tahun 2025, ekonomi Singapura diperkirakan tumbuh 5 persen, melandai dari 5,3 persen pada tahun 2024, namun tetap melampaui estimasi awal MTI yang sebesar 4,8 persen.

Artikel Terkait