🔴 Breaking
Teknologi

Perusahaan Chip Korea Selatan Hapus Syarat Ijazah untuk Rekrutmen Karyawan Baru

SK Hynix, produsen chip dari Korea Selatan, menghilangkan kewajiban ijazah sarjana dalam proses perekrutan. Kebijakan ini bertujuan untuk lebih menekankan kemampuan dan pengalaman pelamar.

Aditya Surya

Penulis

26 June 2026
27 kali dibaca
Perusahaan Chip Korea Selatan Hapus Syarat Ijazah untuk Rekrutmen Karyawan Baru
Sumber gambar: tekno.kompas.com

SK Hynix, perusahaan chip yang berbasis di Korea Selatan, telah mengubah kebijakan rekrutmen dengan menghapus syarat gelar akademis untuk pelamar baru. Mulai pekan lalu, pelamar tidak lagi diwajibkan memiliki ijazah sarjana (S1) atau gelar yang lebih tinggi untuk melamar di perusahaan ini. Sebagai pengganti, SK Hynix kini lebih fokus pada kemampuan kerja, pengalaman, dan potensi kandidat daripada latar belakang pendidikan formal.

Perusahaan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang dianggap kompeten, berpengalaman, dan sesuai dengan budaya kerja mereka untuk bergabung. "Dalam lingkungan AI yang berubah dengan cepat, daya saing talenta masa depan sulit diukur melalui gelar tertentu atau kredensial standar," ungkap salah satu petinggi SK Hynix. Kebijakan baru ini akan diterapkan di seluruh proses rekrutmen di masa mendatang.

Persaingan untuk Talenta AI yang Semakin Ketat

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya persaingan untuk mendapatkan talenta di bidang kecerdasan buatan (AI). SK Hynix, yang merupakan salah satu produsen utama chip High Bandwidth Memory (HBM), berencana untuk merekrut lebih dari 2.000 karyawan baru seiring dengan meningkatnya permintaan untuk chip AI hingga tahun 2025. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk menambah ratusan karyawan untuk posisi-posisi strategis, termasuk dalam pengembangan dan desain chip generasi berikutnya.

Kebijakan yang Berani di Tengah Budaya Pendidikan Formal

Kebijakan ini sejalan dengan visi Chairman SK Group, Chey Tae-won, mengenai karakter talenta masa depan. Meskipun keputusan ini terbilang berani, mengingat Korea Selatan dikenal sebagai negara yang sangat menghargai pendidikan formal, data dari OECD menunjukkan bahwa sekitar 71 persen penduduk Korea Selatan berusia 25 hingga 34 tahun telah menempuh pendidikan tinggi. Namun, tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda di negara tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Dengan perubahan kebijakan ini, SK Hynix berharap dapat menarik lebih banyak talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Artikel Terkait