Berlangganan →
Update
Kesehatan

Pola Makan Orang Jepang yang Dapat Diterapkan untuk Hidup Sehat dan Panjang Umur

Kebiasaan makan masyarakat Jepang, khususnya prinsip hara hachi bu, diyakini berkontribusi pada umur panjang dan kesehatan. Prinsip ini mengajarkan untuk berhenti makan sebelum kenyang sepenuhnya.

Aditya Surya 05 May 2026 7 pembaca health.detik.com health.detik.com
Pola Makan Orang Jepang yang Dapat Diterapkan untuk Hidup Sehat dan Panjang Umur
Foto ilustrasi: Getty Images/west

Jakarta - Kebiasaan makan yang sederhana dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang. Di Jepang, terdapat prinsip yang diyakini berperan dalam umur panjang masyarakatnya, yaitu hara hachi bu, yang mengacu pada kebiasaan makan hingga sekitar 80 persen kenyang.

Prinsip ini berasal dari ajaran Konfusianisme dan telah lama diterapkan di berbagai wilayah di Jepang, yang dikenal dengan harapan hidup yang tinggi. Hara hachi bu bukanlah tentang pembatasan makan secara ekstrem, melainkan lebih kepada melatih kesadaran saat makan. Dengan pendekatan ini, individu didorong untuk berhenti sebelum merasa kenyang sepenuhnya, serta lebih peka terhadap sinyal lapar dan kenyang yang diberikan oleh tubuh.

Walaupun hara hachi bu tidak dimaksudkan sebagai diet ketat, pendekatan ini mulai diperhatikan sebagai cara yang lebih realistis untuk menjaga berat badan. Prinsip ini menekankan pentingnya menikmati makanan secara perlahan dan tidak berlebihan. Meskipun penelitian khusus mengenai aturan '80 persen kenyang' masih terbatas, studi pada populasi yang menerapkannya menunjukkan bahwa mereka cenderung mengonsumsi kalori lebih sedikit sepanjang hari.

Pola makan ini juga berkaitan dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah dan peningkatan berat badan yang lebih kecil seiring waktu. Selain itu, pada kelompok pria, kebiasaan ini berhubungan dengan pola makan yang lebih sehat, termasuk konsumsi sayur yang lebih tinggi dan ketergantungan yang lebih rendah pada makanan berbasis biji-bijian.

Secara konsep, hara hachi bu mirip dengan pendekatan mindful eating, yang mendorong individu untuk benar-benar memperhatikan apa yang mereka makan. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi kebiasaan makan emosional serta meningkatkan kualitas pola makan secara keseluruhan. Menariknya, manfaat dari pendekatan ini tidak hanya terbatas pada penurunan berat badan, tetapi juga lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dibandingkan dengan diet ketat.

Namun, gaya hidup modern sering kali membuat orang kehilangan kesadaran saat makan. Sekitar 70 persen orang dewasa dan anak-anak diketahui menggunakan perangkat digital saat makan, yang dapat menyebabkan asupan kalori lebih tinggi dan konsumsi buah serta sayur yang lebih rendah. Seorang ahli gizi mengungkapkan bahwa seringkali orang terobsesi dengan makanan, tetapi tidak benar-benar menikmati saat mereka makan.

Melalui prinsip hara hachi bu, individu diajak untuk kembali menikmati makanan dengan lebih utuh, bukan hanya untuk mengenyangkan perut, tetapi juga untuk memahami kebutuhan tubuh. Pendekatan yang sederhana ini dapat membantu pencernaan, memperbaiki hubungan dengan makanan, dan pada akhirnya mendukung kesehatan jangka panjang. Dengan demikian, rahasia panjang umur ala Jepang bukanlah tentang makan lebih sedikit, melainkan mengetahui kapan harus berhenti.

Artikel Terkait