🔴 Breaking
Perubahan Preferensi Gen Z dalam Mencari Pekerjaan dan Memilih Perusahaan Pentingnya Memahami Warna Urine: Tidak Selalu Jernih Menandakan Kesehatan Pemberhentian Dosen UAJY Dilakukan Sesuai Prosedur yang Berlaku Pertemuan Tony Blair dengan Direksi Danantara Bahas Transformasi BUMN Indonesia Siap Luncurkan Vaksin mRNA Pertama untuk Demam Berdarah OJK Menyatakan Usulan Himbara untuk Perpanjangan Tenor Dana Pemerintah Layak Dibahas Waspada Anarki Berkedok Demokrasi, Aspirasi Jangan Dibelokkan Jadi Kericuhan Kemenkes Ingatkan Warga Dekat TPA Jatiwaringin untuk Waspada Terhadap Dampak Asap Kebakaran Festival Bahasa Inggris UIN Saizu: Panggung Kreativitas Pelajar dan Mahasiswa --- Said Iqbal Rencanakan Pertemuan dengan BPJS Ketenagakerjaan Terkait JHT --- Perubahan Preferensi Gen Z dalam Mencari Pekerjaan dan Memilih Perusahaan Pentingnya Memahami Warna Urine: Tidak Selalu Jernih Menandakan Kesehatan Pemberhentian Dosen UAJY Dilakukan Sesuai Prosedur yang Berlaku Pertemuan Tony Blair dengan Direksi Danantara Bahas Transformasi BUMN Indonesia Siap Luncurkan Vaksin mRNA Pertama untuk Demam Berdarah OJK Menyatakan Usulan Himbara untuk Perpanjangan Tenor Dana Pemerintah Layak Dibahas Waspada Anarki Berkedok Demokrasi, Aspirasi Jangan Dibelokkan Jadi Kericuhan Kemenkes Ingatkan Warga Dekat TPA Jatiwaringin untuk Waspada Terhadap Dampak Asap Kebakaran Festival Bahasa Inggris UIN Saizu: Panggung Kreativitas Pelajar dan Mahasiswa --- Said Iqbal Rencanakan Pertemuan dengan BPJS Ketenagakerjaan Terkait JHT ---
Teknologi

Prediksi Omdia: Ketersediaan Smartphone Murah Akan Menurun pada 2026

Diperkirakan pada tahun 2026, smartphone dengan harga terjangkau akan semakin sulit ditemukan karena sejumlah produsen mulai mengalihkan fokus mereka.

Sekar Wangi

Penulis

08 July 2026
17 kali dibaca
Prediksi Omdia: Ketersediaan Smartphone Murah Akan Menurun pada 2026
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Menurut analisis terbaru dari Omdia, smartphone dengan harga rendah diperkirakan akan semakin langka pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh sejumlah produsen yang mulai mengurangi perhatian mereka terhadap segmen ponsel kelas bawah, yang mengalami penurunan margin keuntungan.

Omdia memperkirakan bahwa pengiriman smartphone dengan harga di bawah 400 dollar AS (sekitar Rp 7,1 juta) akan mengalami penurunan lebih dari 22 persen secara global pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan harga chip memori DRAM dan NAND menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan biaya produksi smartphone murah. Situasi ini membuat banyak vendor kesulitan untuk mempertahankan harga jual tanpa mengorbankan keuntungan.

Perubahan Strategi Produsen

Analis Omdia, Zaker Li, menyatakan bahwa tekanan pada segmen smartphone murah diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa kuartal mendatang seiring dengan kenaikan harga memori. Akibatnya, beberapa produsen seperti Transsion, Oppo, Vivo, Honor, dan Xiaomi mulai menaikkan harga produk mereka untuk menjaga margin keuntungan. Namun, langkah ini berisiko menurunkan permintaan karena konsumen di segmen ini sangat sensitif terhadap harga.

Omdia menambahkan, "Produk kelas bawah kini semakin sulit menghasilkan keuntungan sehingga vendor secara bertahap mulai mundur dari segmen tersebut pada tahun ini." Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa lonjakan harga memori telah mengubah struktur biaya produksi smartphone secara signifikan. Pada kuartal I-2026, biaya memori diperkirakan mencapai sekitar 59 persen dari total biaya produksi smartphone di bawah 400 dollar AS. Untuk perangkat yang harganya di bawah 99 dollar AS, porsi biaya memori bahkan mencapai 64 persen. Sebagai perbandingan, pada kuartal III-2025, porsi biaya memori pada smartphone di bawah 400 dollar AS hanya berkisar antara 31-32 persen.

Prospek Pasar Smartphone

Sementara itu, pada smartphone premium dengan harga di atas 800 dollar AS, kontribusi biaya memori juga mengalami peningkatan, dari 11 persen menjadi sekitar 26 persen. Untuk mengurangi dampak dari kenaikan biaya tersebut, produsen berusaha menghemat pada komponen lain seperti panel layar, sensor kamera, dan modul frekuensi radio (RF). Namun, strategi ini semakin sulit diterapkan pada smartphone murah karena struktur biayanya yang sudah sangat ketat.

Omdia memperkirakan bahwa pasar smartphone global secara keseluruhan akan mengalami penurunan sebesar 12 persen pada tahun 2026, terutama disebabkan oleh melemahnya segmen smartphone di bawah 400 dollar AS. Sebaliknya, pengiriman smartphone dengan harga di atas 400 dollar AS diproyeksikan masih tumbuh sekitar 5,7 persen. Hal ini disebabkan oleh pergeseran strategi vendor yang kini lebih fokus pada pengembangan smartphone kelas menengah dan premium, di mana konsumen di segmen tersebut dinilai lebih tahan terhadap kenaikan harga.

Produsen juga masih memiliki ruang untuk menekan biaya produksi perangkat premium, misalnya dengan menggunakan panel OLED LTPS sebagai pengganti LTPO pada model tertentu. Mereka juga dapat menggunakan sensor kamera yang lebih kecil atau chipset generasi sebelumnya untuk menghemat biaya, seperti yang dilaporkan oleh Omdia.

Artikel Terkait