Jakarta - BMKG memprediksi bahwa fenomena El Nino akan mencapai puncaknya pada bulan Desember tahun ini atau Januari 2027. "Jadi kami memprediksi dan biasanya selalu, indeks El Nino itu berpuncak di sekitar akhir tahun. Jadi Desember atau Januari di tahun berikutnya. Jadi dalam kasus ini, Desember 2026 dan juga Januari 2027," ungkap Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (30/7/2026).
BMKG juga menambahkan bahwa kondisi saat ini berpotensi untuk melebihi kategori El Nino yang kuat. "Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4, yang menyatakan kekuatan El Nino yang telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C," jelas Ardhasena.
Dampak El Nino terhadap Kesehatan Anak
Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa anak-anak berada dalam posisi yang sangat rentan selama fenomena El Nino ini. Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr Darmawan Budi Setyanto, SpA, Subsp Respi(K), menjelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh anak-anak belum sepenuhnya berkembang, sehingga mereka lebih rentan dibandingkan orang dewasa.
"Makin besar anaknya, remaja ini tentu sudah mendekati dewasa, sehingga tidak terlalu terdampak. Tapi, makin muda usia, makin rentan," tambah dr Darmawan dalam konferensi pers daring beberapa waktu lalu.
Dia juga menambahkan bahwa anak-anak yang lebih kecil memiliki laju napas dan metabolisme yang lebih tinggi, sehingga mereka menghirup lebih banyak udara dibandingkan dengan berat badan mereka, yang berpotensi membuat mereka terpapar polutan lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Selain itu, anak-anak belum dapat mengatur suhu tubuh dengan efisien, sehingga risiko dehidrasi dan heatstroke meningkat.
Masalah Kesehatan yang Mungkin Muncul
Beberapa masalah kesehatan yang dapat muncul akibat fenomena El Nino pada anak antara lain:
- Diare dan penyakit yang ditularkan melalui air (waterborne disease)
- Pneumonia
- Dehidrasi
- Demam berdarah dan malaria
Dengan demikian, penting bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh fenomena ini, terutama bagi anak-anak yang merupakan kelompok yang paling rentan.