Jakarta - Memenuhi kebutuhan cairan harian sering kali menjadi tantangan, terutama bagi anak-anak yang cenderung enggan mengonsumsi air putih. Penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian rasa atau palatabilitas air dapat mempengaruhi seseorang untuk lebih banyak minum.
Dr. Dien Kurtanti, MKM, dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjelaskan bahwa rasa yang nyaman saat meneguk air mineral dapat meningkatkan frekuensi konsumsi air harian. "Secara teorinya bahwa palatabilitas mungkin bisa mempengaruhi orang untuk memilih minum air putih," ungkapnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.
Pentingnya Rasa dalam Kebiasaan Minum
Dr. Dien menambahkan bahwa pengalaman rasa yang kurang menyenangkan saat meminum air putih sering kali menjadi alasan anak-anak enggan mengonsumsinya. Hal ini membuat mereka lebih memilih minuman manis atau berwarna yang memiliki rasa lebih kuat. Dengan menemukan air mineral yang memiliki profil rasa yang seimbang, anak-anak dapat lebih mudah membiasakan diri untuk minum air putih tanpa paksaan.
"Sering kali pengalaman minum itu ternyata mungkin bisa menjadi salah satu faktor kita juga. Kita suka gak sih minum air putih? Kadang kalau pengalaman pribadi, misalnya anak, kalau dia mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan dia gak suka minum air putih," jelasnya.
Keberadaan Mineral Alami yang Menarik
Dr. Dien juga menyoroti pentingnya keberadaan mineral alami seperti bikarbonat, natrium, dan kalium yang seimbang dalam air mineral. Mineral-mineral ini memberikan sensasi rasa yang lebih disukai. Ia menekankan bahwa air minum yang baik tidak hanya harus jernih dan aman, tetapi juga nyaman saat dikonsumsi.
"Faktor palatabilitas juga bisa mempengaruhi orang untuk mengkonsumsi mungkin lebih banyak. Dan itu akhirnya bisa menjadi salah satu faktor meningkatkan pengalaman air putih lagi untuk anak-anak," tutupnya. Dengan tersedianya pilihan air mineral yang nyaman di lidah, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan hidrasi harian demi kesehatan yang optimal.