🔴 Breaking
Ekonomi

Ribuan Pekerja Terancam PHK di Berbagai Sektor Industri

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melaporkan adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan buruh di sektor pengolahan bahan baku kertas, alas kaki, dan otomotif.

Sekar Wangi

Penulis

21 June 2026
10 kali dibaca
Presiden KSPI, Said Iqbal saat konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)
Presiden KSPI, Said Iqbal saat konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan bahwa terdapat potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat mempengaruhi ribuan pekerja di Indonesia. Beberapa perusahaan yang beroperasi di sektor pengolahan bahan baku kertas, produsen alas kaki, serta komponen otomotif berisiko untuk mengurangi jumlah karyawan mereka.

Potensi PHK di PT Pabrik Kertas Indonesia

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyampaikan bahwa setidaknya empat perusahaan di Indonesia berpotensi melakukan PHK. Salah satu yang paling signifikan adalah PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) yang berlokasi di Mojokerto, di mana ada kemungkinan PHK terhadap 2.500 karyawan. "Ditemukan ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di PHK, 2.500 pekerja akan di PHK. PT Pakerin ini bubur kayu untuk produksi kertas, perusahaan besar, raksasa dia, dia perusahaan raksasa di Mojokerto," jelas Iqbal dalam sebuah konferensi pers daring pada Minggu (21/6/2026).

Penyebab dari potensi PHK ini adalah terhambatnya modal kerja perusahaan yang diperkirakan mencapai Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun, akibat operasional Bank Prima yang dihentikan. Iqbal menambahkan, "Bank Prima-nya dilikuidasi akibat operasional tidak sanggup lagi oleh OJK. Karena dia dilikuidasi makanya diambil alih oleh LPS, sengan demikian uang PT Pakerin, Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun itu diperkirakan, ya otomatis dibawah pengawasan OJK. Akibatnya apa? Ya produksi enggak bisa jalan, karena itu modal kerja yang berputar."

Ancaman PHK di PT Feng Tay Indonesia

Selain PT Pakerin, Iqbal juga mengungkapkan potensi PHK terhadap 4.000 buruh di PT Feng Tay Indonesia Enterprises yang beroperasi di Kabupaten Bandung. Masalah keterbatasan bahan baku dan berkurangnya pesanan menjadi alasan utama di balik ancaman PHK ini. "Karyawannya saya mau cek apakah 14.000 atau 17.000. Saya mau cek juga apakah benar ada 4.000 karyawan yang akan dirumahkan. Ini kalau dirumahkan, potensi PHK-nya besar," tegasnya.

PT Feng Tay dikenal sebagai produsen sepatu untuk merek Nike, dan belakangan muncul kabar bahwa pesanan dari Nike ke perusahaan ini terhenti. "Order berikut ini belum ada kepastian. Sehingga 4 ribu karyawan yang orderannya sudah selesai memproduksi sepatu Nike ini dirumahkan. Tapi ada juga informasi yang mengatakan ada keterlambatan bahan baku untuk membuat sepatu Nike-nya," tambah Iqbal.

Risiko PHK di Sektor Otomotif

Iqbal juga mencatat adanya potensi PHK ribuan pekerja di dua perusahaan besar di sektor otomotif yang beroperasi di Jawa Timur. Perusahaan-perusahaan ini, yang terafiliasi dengan induknya di Jepang, berencana untuk memindahkan sebagian dari produksinya ke Vietnam dan beralih ke diversifikasi produk mobil listrik. "Dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian, tidak semua, aebagian, ini baru diskusi awal, informasi awal, ini ribuan juga (potensi PHK)," ungkapnya.

Dia berkomitmen untuk merumuskan strategi guna mengurangi dampak PHK di berbagai sektor industri di Tanah Air. Iqbal menekankan bahwa mandat dari Presiden Prabowo Subianto adalah untuk mencegah terjadinya PHK. "Pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo kan tidak ingin ada PHK. Beliau ingin rakyatnya bekerja. Yang sudah bekerja, dijaga supaya jangan ada PHK, yang belum bekerja, dibuka lapangan kerja dalam upaya-upaya pemerintah," tuturnya.

Artikel Terkait