🔴 Breaking
--- Wanita Berbobot Hampir 300 Kg di Sragen Meninggal Setelah Dilarikan ke Rumah Sakit --- Asosiasi E-Commerce Siap Menghadapi Perubahan Jadwal Penerapan Pajak Digital Apa Penyebab Bunyi 'Krek' di Lutut Saat Bergerak? Simak Penjelasan Dokter Ketekunan Yayasan Al Abidin Menghasilkan 225 Prestasi Gemilang --- Investasi Meningkat, Ciptakan 1,45 Juta Lapangan Kerja Baru di Tengah Ancaman PHK --- --- Krisis Empati di Dunia Kesehatan: Tips Menjaga Hubungan Manusiawi di Media Sosial --- Pramuka UIN Saizu Laksanakan Penanaman 150 Pohon di Curug Gomblang Kemenkeu Ambil Alih Sebagian Besar Saham Kereta Cepat --- IDI Tindak Dokter yang Diduga Menghina Pasien BPJS Kesehatan --- Dosen UDB Solo Laksanakan Program Pemberdayaan Kader Posyandu di Desa Jabung --- Wanita Berbobot Hampir 300 Kg di Sragen Meninggal Setelah Dilarikan ke Rumah Sakit --- Asosiasi E-Commerce Siap Menghadapi Perubahan Jadwal Penerapan Pajak Digital Apa Penyebab Bunyi 'Krek' di Lutut Saat Bergerak? Simak Penjelasan Dokter Ketekunan Yayasan Al Abidin Menghasilkan 225 Prestasi Gemilang --- Investasi Meningkat, Ciptakan 1,45 Juta Lapangan Kerja Baru di Tengah Ancaman PHK --- --- Krisis Empati di Dunia Kesehatan: Tips Menjaga Hubungan Manusiawi di Media Sosial --- Pramuka UIN Saizu Laksanakan Penanaman 150 Pohon di Curug Gomblang Kemenkeu Ambil Alih Sebagian Besar Saham Kereta Cepat --- IDI Tindak Dokter yang Diduga Menghina Pasien BPJS Kesehatan --- Dosen UDB Solo Laksanakan Program Pemberdayaan Kader Posyandu di Desa Jabung
Kesehatan

--- Wanita Berbobot Hampir 300 Kg di Sragen Meninggal Setelah Dilarikan ke Rumah Sakit ---

--- Seorang wanita berusia 39 tahun dengan obesitas ekstrem yang beratnya hampir mencapai 300 kg meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, setelah mengalami sesak napas yang parah. ---

Fayra Nugroho

Penulis

05 August 2026
12 kali dibaca
Foto: dok. PMI Sragen
Foto: dok. PMI Sragen
---TITLEEXCERPT--- Seorang wanita berusia 39 tahun dengan obesitas ekstrem yang beratnya hampir mencapai 300 kg meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, setelah mengalami sesak napas yang parah. ---CONTENT---

Seorang wanita berinisial I (39) yang mengalami obesitas ekstrem dengan berat badan mendekati 300 kg dilaporkan meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, pada Selasa (4/8/2026). Sebelumnya, wanita tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit secara dramatis oleh belasan petugas PMI karena mengalami kesulitan bernapas yang parah pada Senin (3/8) sore.

Rizky Nugroho Jati, staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, mengonfirmasi berita duka ini. Wanita tersebut dinyatakan meninggal dunia pada siang hari setelah mendapatkan perawatan intensif. "Tadi dapat info pukul 12.58 WIB (meninggal dunia). Kemarin sore mulai dirawat, siang ini dapat kabar sudah meninggal," ungkap Rizky.

Kondisi Kesehatan yang Menurun

Rizky menjelaskan bahwa sebelum meninggal, kondisi kesehatan pasien terus mengalami penurunan yang signifikan, terutama terkait dengan tingkat saturasi oksigen dalam tubuhnya. "Saturasinya turun sekali. Tanpa oksigen itu rendah di angka 60-an. Kalau pakai bantuan tabung baru bisa naik ke 70-73," jelas Rizky.

Ini bukan kali pertama pasien mengalami sesak napas. Wanita tersebut sebelumnya juga pernah dirawat di rumah sakit sebelum kondisinya kembali memburuk. Berat badannya yang awalnya diperkirakan sekitar 250 kg dilaporkan melonjak mendekati 300 kg dalam enam bulan terakhir.

Risiko Obesitas Terhadap Kesehatan Paru-paru

Obesitas sering kali berhubungan dengan masalah paru-paru, termasuk kesulitan bernapas saat beraktivitas atau dispnea eksertional yang disebabkan oleh gangguan mekanika pernapasan dan laju metabolisme. Kondisi ini berisiko menurunkan kadar oksigen dalam darah (hipoksia) melalui beberapa faktor utama, seperti keterbatasan paru-paru dalam mengeluarkan karbon dioksida secara optimal, adanya komorbiditas seperti gagal jantung, dan penurunan volume paru-paru akibat penumpukan lemak.

Menurut The Lung Specialist, pemeriksaan fungsi paru-paru dan pengukuran kadar oksigen menjadi langkah penting mengingat dampaknya yang bervariasi pada setiap individu. Selain terapi oksigen jika diperlukan, penurunan berat badan yang konsisten merupakan cara paling efektif untuk memulihkan kesehatan paru-paru dan tubuh secara keseluruhan.

Artikel Terkait