🔴 Breaking
Kesehatan

Tantangan Akses Operasi Katarak di Indonesia, Wamenkes Dante Soroti Ketimpangan

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan adanya ketidakmerataan dalam akses layanan operasi katarak di Indonesia, yang disebabkan oleh perbedaan distribusi anggaran antar daerah...

Bima Sakti

Penulis

16 October 2026
5 kali dibaca
Wamenkes Dante. (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)
Wamenkes Dante. (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)

Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, membahas tantangan dalam pelayanan kesehatan mata di Indonesia. Salah satu isu yang dihadapi adalah ketidakseimbangan dalam distribusi operasi katarak di berbagai daerah. Kementerian Kesehatan meminta BPJS Kesehatan untuk mengalihkan dana dari daerah dengan serapan rendah ke daerah yang membutuhkan lebih banyak anggaran.

Dante menjelaskan bahwa target untuk Angka Operasi Katarak (Cataract Surgery Rate/CSR) telah ditetapkan, namun pelaksanaannya tidak merata di seluruh wilayah. "Cataract Surgery Rate itu sudah ditentukan, tapi masalahnya distribusi yang melakukan operasi katarak itu tidak sama antara satu daerah dengan daerah lainnya," ungkap Dante di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/10/2026).

Plafon Dana yang Berbeda-beda

Menurut Dante, BPJS Kesehatan menetapkan plafon dana untuk operasi katarak di setiap daerah berdasarkan jumlah layanan dan operasi yang dapat dibiayai. Hal ini menyebabkan beberapa daerah kehabisan plafon karena tingginya beban layanan, sementara daerah lain memiliki sisa dana akibat jumlah operasi yang sedikit.

Ia memberikan contoh Jakarta yang telah melampaui plafon anggaran, sedangkan Papua masih memiliki sisa anggaran karena jumlah operasi yang dilakukan masih rendah. "Kelebihan dari Papua ini dananya ditransfer ke Jakarta, misalnya, supaya masyarakat di Jakarta yang menunggu lama untuk operasi dengan dana BPJS itu bisa tertangani dengan baik," jelas Dante.

Diskusi Lanjutan dengan BPJS Kesehatan

Dante juga menambahkan bahwa pihaknya masih terus melakukan diskusi dengan BPJS Kesehatan mengenai masalah ini. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan akses bagi masyarakat yang membutuhkan layanan operasi katarak, terutama di daerah yang mengalami kekurangan anggaran.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini 6 'Red Flags' Pertanda Mata Harus Segera Diperiksa.

Artikel Terkait