🔴 Breaking
Ekonomi

Transformasi Besar-Besaran di Kawasan Eks Hotel Sultan

Badan Pengelola Investasi Danantara merencanakan pengembangan kawasan eks Hotel Sultan dan Gelora Bung Karno di Jakarta menjadi ikon baru Indonesia. Proyek ini akan mencakup perombakan besar-besaran u...

Maya Soraya Larasati

Penulis

23 June 2026
11 kali dibaca
Eks Hotel Sultan di kawasan GBK Jakarta direncanakan dirombak total menjadi ikon baru Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Eks Hotel Sultan di kawasan GBK Jakarta direncanakan dirombak total menjadi ikon baru Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sedang mempersiapkan transformasi signifikan di area bekas Hotel Sultan yang terletak di Jakarta. Rencana ini mencakup penghancuran gedung yang ada dan penggantian dengan kawasan baru yang diharapkan menjadi simbol baru bagi Indonesia.

Rencana Pengembangan yang Ambisius

Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pemerintah sedang merancang pengembangan kawasan dengan standar internasional. Proyek ini tidak hanya berfokus pada area bekas Hotel Sultan, tetapi juga meliputi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang lebih luas. "Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (akan dirobohkan)," ungkap Rosan.

Menurut Rosan, penataan ulang kawasan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pengembangan ini lebih dari sekadar mengganti bangunan lama, melainkan menciptakan kawasan terpadu yang akan menjadi wajah baru bagi Indonesia di pusat ibukota.

Ruang Lingkup Proyek dan Investasi

Rencana tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memaksimalkan aset strategis negara agar dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi di masa mendatang. Rosan menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya mencakup lahan bekas Hotel Sultan, tetapi juga seluruh kawasan GBK, termasuk area lapangan golf, yang direncanakan untuk dikembangkan.

Kawasan yang akan direnovasi memiliki luas sekitar 200 hektare dan direncanakan dengan konsep yang lebih modern serta berstandar internasional. "Tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektare," jelasnya.

Meskipun demikian, Rosan belum memberikan rincian mengenai desain atau nilai investasi untuk proyek ini. Saat ini, pemerintah masih menyempurnakan konsep pengembangan agar kawasan baru yang akan dibangun dapat menjadi destinasi unggulan dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Rosan memastikan bahwa pembangunan akan dilakukan secara menyeluruh untuk meningkatkan daya tarik kawasan dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitarnya. Dalam proyek pengembangan kawasan baru ini, Danantara menegaskan bahwa fasilitas akomodasi akan tetap menjadi bagian penting. Jumlah hotel yang akan dibangun diperkirakan akan lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

"Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya. Dan tidak satu. Jadi tentu saja ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia," kata Rosan. Kehadiran hotel-hotel baru diharapkan dapat memenuhi kebutuhan fasilitas publik dan pariwisata di pusat Jakarta yang merupakan salah satu lokasi strategis nasional.

Mengenai pengelolaan kawasan setelah proyek selesai, Rosan menyatakan bahwa pemerintah akan melibatkan beberapa badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata. "Ya nantinya pengelolaannya kita akan pakai Injourney, Meru, dan yang lain. Kan Meru juga sudah sangat-sangat baik ya," tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap kawasan eks Hotel Sultan dan GBK dapat berkembang menjadi destinasi kelas dunia serta menjadi ikon baru Indonesia yang mampu menarik wisatawan dan investor dari dalam maupun luar negeri.

Artikel Terkait