🔴 Breaking
Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari
Kesehatan

Viral, Wanita di Tasikmalaya Kehidupan Terganggu Karena Makanan Hanya Bisa Melalui Selang

Seorang wanita asal Tasikmalaya terpaksa menjalani pola makan melalui selang akibat penyakit langka yang dideritanya, menarik perhatian publik.

Galang Mahesa

Penulis

29 March 2026
42 kali dibaca
Viral, Wanita di Tasikmalaya Kehidupan Terganggu Karena Makanan Hanya Bisa Melalui Selang
Sumber gambar: health.detik.com

Seorang wanita asal Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah diketahui menjalani kehidupan yang sangat berbeda dari kebanyakan orang. Wanita berusia 25 tahun ini terpaksa hanya dapat mengonsumsi makanan melalui selang karena mengalami kondisi medis yang langka dan serius. Kejadian ini menarik perhatian media sosial dan masyarakat luas, mengundang rasa empati terhadap kondisinya.

Kondisi yang dialami wanita tersebut dikenal sebagai sindrom disfungsi gastrointestinal, yang membuatnya tidak mampu mencerna makanan secara normal. "Saya tidak pernah menyangka harus menjalani kehidupan seperti ini. Makanan yang seharusnya memberikan energi, kini justru menjadi sumber permasalahan," ungkapnya dalam wawancara. Sejak didiagnosis, ia telah berusaha beradaptasi dengan cara hidup yang baru, meskipun tidak mudah.

Dalam proses perawatannya, wanita ini harus menggunakan selang yang terhubung langsung ke lambung untuk mendapatkan nutrisi yang diperlukan. Meskipun telah terbiasa dengan keadaan tersebut, ia merasa sangat terbatas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. "Setiap kali melihat orang lain makan dengan bebas, saya merasa sangat ingin melakukan hal yang sama, tapi kondisi saya tidak memungkinkan," katanya dengan nada sedih.

Keluarga serta teman-temannya mendukungnya dengan penuh pengertian. Menurut sang ibu, "Kami selalu berusaha untuk mendukungnya dalam setiap langkah. Kami berharap ada solusi medis yang bisa membantunya agar bisa kembali hidup normal." Seiring dengan berjalannya waktu, wanita ini juga mendapatkan perhatian dari lembaga kesehatan dan organisasi sosial di daerahnya yang berupaya untuk menggalang dana demi biaya perawatan yang terus meningkat.

Pihak rumah sakit tempat ia dirawat menyatakan bahwa sindrom disfungsi gastrointestinal adalah kondisi yang sangat serius dan memerlukan penanganan khusus. "Kami akan terus memantau kesehatan pasien dan memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi yang dialaminya," jelas seorang dokter yang menangani wanita tersebut. Penanganan yang tepat diharapkan dapat memberikan perbaikan dan mungkin memulihkan kemampuannya untuk mencerna makanan secara normal di masa depan.

Kisah wanita ini tidak hanya menjadi sorotan karena kondisinya, tetapi juga menyentuh hati banyak orang yang menyaksikan perjuangannya. Beberapa netizen bahkan berupaya mengadakan penggalangan dana untuk membantu meringankan biaya pengobatan yang harus ditanggungnya. "Semoga kita semua dapat mendukungnya agar ia bisa mendapatkan perawatan yang terbaik," tulis salah satu pengguna media sosial.

Dengan perhatian yang terus meningkat terhadap kondisi kesehatan wanita ini, diharapkan akan ada perkembangan positif baik dari segi medis maupun dukungan masyarakat yang dapat membantunya menuju kehidupan yang lebih baik. Kisahnya menjadi pengingat akan pentingnya perhatian dan solidaritas terhadap sesama yang membutuhkan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait