🔴 Breaking
Teknologi

Zhang Yiming: Pendiri ByteDance yang Menjadi Miliarder Terkaya di Asia

Zhang Yiming, pendiri ByteDance yang menaungi TikTok dan Douyin, baru-baru ini dinyatakan sebagai orang terkaya di Asia. Dengan kekayaan mencapai 105 miliar dolar AS, perjalanan hidup dan kariernya sa...

Fayra Nugroho

Penulis

19 September 2026
5 kali dibaca
Zhang Yiming(Bloomberg)
Zhang Yiming(Bloomberg)

Nama TikTok dan Douyin sudah sangat dikenal di seluruh dunia, namun sosok di balik kedua platform tersebut, Zhang Yiming, mungkin belum banyak diketahui. Pendiri ByteDance ini kembali menjadi sorotan setelah Bloomberg Billionaires Index pada Rabu, 16 September 2026, mencatatnya sebagai orang terkaya di Asia untuk pertama kalinya. Kekayaannya kini mencapai 105 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp 1.857 triliun, mengalahkan miliarder India Gautam Adani dan menempatkannya di urutan ke-18 orang terkaya di dunia.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Zhang Yiming lahir pada tahun 1983 di Provinsi Fujian, China, dan dibesarkan di Longyan, sebuah kota di tenggara Fujian. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan pegawai negeri. Yiming menempuh pendidikan di Nankai University, Tianjin, dengan fokus pada rekayasa perangkat lunak, dan berhasil lulus pada tahun 2005. Setelah menyelesaikan kuliah, ia memulai kariernya sebagai insinyur di Kuxun.com, sebuah situs pencarian perjalanan.

Pada tahun 2009, Yiming mencoba peruntungannya di dunia usaha dengan mendirikan situs pencarian properti bernama 99fang.com, meskipun ia meninggalkan proyek tersebut tiga tahun kemudian. Titik balik dalam kariernya terjadi pada tahun 2012 ketika ia ikut mendirikan ByteDance di Beijing. Perusahaan ini awalnya berfokus pada layanan agregasi berita, dengan produk unggulan bernama Toutiao. Pertumbuhan perusahaan ini sangat pesat, dengan pengguna aktif harian Toutiao mencapai lebih dari 13 juta pada tahun 2014.

Transformasi ByteDance dan TikTok

ByteDance kemudian memperluas jangkauannya ke pasar global dengan meluncurkan TopBuzz pada tahun 2015 dan mengakuisisi News Republic, sebuah agregator berita internasional, pada tahun 2017. Di bawah kepemimpinan Yiming, ByteDance berkembang menjadi raksasa teknologi global dengan lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia. TikTok menjadi fenomena tersendiri dan mengangkat ByteDance sebagai salah satu perusahaan teknologi terkemuka.

Pada Mei 2021, Yiming membuat keputusan mengejutkan dengan mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi CEO ByteDance. Keputusan ini diambil kurang dari sebulan setelah rencana IPO perusahaan ditunda. Dalam memo internalnya, Yiming mengakui bahwa ia merasa kurang memiliki keterampilan manajerial yang ideal dan lebih tertarik pada analisis organisasi serta pasar ketimbang mengelola operasional sehari-hari. Posisi CEO kemudian diambil alih oleh Liang Rubo, salah satu pendiri perusahaan dan kolaborator lama Yiming. Dengan langkah ini, Yiming menjadi pendiri raksasa teknologi China ketiga yang mundur dari posisi puncak, setelah Jack Ma dari Alibaba dan Colin Huang dari Pinduoduo.

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai CEO, Yiming tetap menjadi pemegang saham individu terbesar di ByteDance dengan kepemilikan sekitar 21 persen. Saat ini, ia tercatat sebagai warga negara China yang tinggal di Singapura.

Kekayaan yang Terus Meningkat

Setelah meninggalkan kursi CEO, kekayaan Yiming justru mengalami pertumbuhan yang signifikan. Jika dibandingkan dengan catatan Bloomberg pada Maret 2019, saat itu kekayaannya tercatat sebesar 13 miliar dolar AS, kini kekayaannya telah meningkat lebih dari delapan kali lipat. Lonjakan terbaru terjadi dalam waktu singkat, di mana dalam satu bulan, kekayaannya bertambah lebih dari 12 miliar dolar AS setelah Bloomberg memperbarui valuasi ByteDance berdasarkan penilaian dari berbagai perusahaan investasi global.

Kekayaan Yiming sebagian besar berasal dari ByteDance, yang kini tidak hanya mengandalkan TikTok sebagai sumber pertumbuhan utama. Perusahaan juga semakin serius dalam bidang AI, dengan peluncuran Doubao, chatbot AI yang populer di China, serta Seedance, model AI untuk menghasilkan konten video. Lian Jye Su, kepala analis di Omdia, menilai Yiming tetap berkomitmen untuk menginvestasikan sumber daya dalam pengembangan AI meskipun TikTok menghadapi tekanan regulasi dan geopolitik di Amerika Serikat. ByteDance bahkan telah mengalihkan sebagian operasi TikTok di AS kepada investor Amerika, sehingga tekanan terhadap platform tersebut mulai mereda dan turut meningkatkan valuasi perusahaan.

Kenaikan kekayaan Yiming mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam peta kekayaan di Asia, di mana ledakan AI mulai melahirkan miliarder baru dari sektor teknologi yang kini bersaing dengan para raksasa dari sektor energi, infrastruktur, dan ritel yang selama ini mendominasi.

Artikel Terkait