🔴 Breaking
Kesehatan

11 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Terabaikan, Termasuk Rasa Lapar Berlebihan

Meskipun banyak orang merasa sehat, penting untuk mengenali tanda-tanda gula darah tinggi yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Berikut adalah 11 gejala hiperglikemia yang perlu diperhatikan.

Fayra Nugroho

Penulis

20 July 2026
26 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/PeopleImages
Foto ilustrasi: Getty Images/PeopleImages

Jakarta - Bagi individu yang mengidap diabetes, pemeriksaan kadar gula darah mungkin sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Namun, bagi mereka yang merasa sehat, pemeriksaan ini mungkin tidak pernah terpikirkan. Mengetahui tanda-tanda hiperglikemia atau gula darah tinggi sangatlah penting untuk mencegah komplikasi yang berbahaya.

"Gula darah tinggi berarti ada terlalu banyak glukosa yang menumpuk di aliran darah," jelas dr Lisa Shah, MD, seorang ahli kesehatan metabolik. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan insulin dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin dengan efektif, bahkan pada orang yang belum terdiagnosis diabetes.

Masalahnya, gejala awal dari gula darah tinggi sering kali muncul secara perlahan dan tidak jelas. Banyak orang baru menyadari kondisinya setelah gejala semakin parah.

Gejala Gula Darah Tinggi yang Perlu Diperhatikan

Berikut adalah 11 gejala gula darah tinggi yang sering kali terabaikan dan dapat memburuk jika tidak ditangani:

  1. Sering Buang Air Kecil
    Jika Anda sering merasa perlu buang air kecil, ini bisa jadi tanda bahwa tubuh sedang berusaha mengeluarkan kelebihan gula. "Ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring gula. Karena tidak bisa membuang gula dalam bentuk padat, ginjal akan menarik air dari tubuh sehingga memicu buang air kecil berlebihan," ungkap dr Akhil Shenoy, MD.
  2. Peningkatan Rasa Haus
    Akibat dari sering buang air kecil, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk terus mengonsumsi air, yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan, mulut kering, dan gejala dehidrasi.
  3. Kelelahan Ekstrem
    Ketika gula menumpuk dalam darah dan tidak dapat masuk ke sel-sel tubuh, Anda akan kehilangan sumber energi utama. Hal ini menyebabkan tubuh terasa lelah, lesu, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami kabut otak.
  4. Rasa Lapar yang Terus-menerus
    Sel-sel tubuh dapat mengalami 'kelaparan' akibat tidak mendapatkan asupan gula yang cukup, sehingga memicu rasa lapar yang terus-menerus meskipun baru saja makan.
  5. Penurunan Berat Badan Secara Drastis
    Meskipun nafsu makan meningkat, berat badan bisa menurun dengan cepat. Ini terjadi karena tubuh terpaksa membakar cadangan lemak dan otot untuk dijadikan sumber energi alternatif.
  6. Penglihatan Tiba-tiba Kabur
    Kondisi dehidrasi akibat gula darah tinggi dapat berdampak langsung pada penglihatan. Cairan di sekitar retina bisa menyusut, menyebabkan pandangan menjadi buram secara mendadak.
  7. Rentan Terhadap Sakit dan Infeksi
    Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat merusak fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
  8. Luka yang Sulit Sembuh
    Daya tahan tubuh yang menurun dan sirkulasi darah yang buruk membuat luka kecil, lecet, atau memar menjadi sulit untuk sembuh.
  9. Napas Berbau Manis atau Seperti Buah
    Waspadai jika napas tiba-tiba berbau seperti buah atau aroma logam, karena ini dapat menjadi tanda bahaya dari Ketoasidosis Diabetik (DKA), kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh memproduksi zat keton beracun akibat pembakaran lemak berlebihan.
  10. Kebingungan dan Disorientasi
    Jika rasa lelah berubah menjadi kebingungan yang parah, disorientasi, atau mengigau, segera cari bantuan medis. Perubahan status mental ini menandakan adanya komplikasi yang mengancam nyawa.
  11. Sakit Perut Disertai Mual-Muntah
    Kram perut yang disertai mual dan muntah juga menjadi sinyal bahwa zat keton telah menumpuk di saluran pencernaan akibat komplikasi DKA.

Memperhatikan gejala-gejala ini sangat penting agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat sebelum kondisi menjadi lebih serius.

Artikel Terkait