China telah mengikuti jejak Amerika Serikat dalam industri perjalanan luar angkasa dengan meluncurkan paket wisata yang ditujukan untuk kalangan kaya. Paket ini dijual seharga 5,1 juta yuan, yang setara dengan sekitar Rp 13,6 miliar, untuk perjalanan pergi-pulang yang dikelola oleh platform online Trip.com.
Paket selama enam hari ini ditawarkan melalui HHtravel, anak perusahaan Trip.com yang fokus pada layanan wisata mewah, dengan kerjasama bersama Virgin Galactic, perusahaan penerbangan luar angkasa asal AS. Wisatawan yang membeli paket ini akan menjalani pelatihan selama tiga hari di Spaceport America, yang terletak dekat Las Cruces, New Mexico, AS.
Pengalaman Penerbangan Suborbital
Di hari kelima, peserta akan menaiki pesawat luar angkasa Virgin Galactic untuk melakukan penerbangan suborbital. Penerbangan ini berlangsung sekitar 90 menit, di mana penumpang dapat merasakan kondisi tanpa gravitasi selama beberapa menit dan menyaksikan lengkungan Bumi dari ketinggian.
Paket wisata ini mencakup pelatihan pra-penerbangan, transportasi darat, akomodasi mewah di AS, pakaian antariksa khusus, serta rekaman penerbangan sebagai dokumentasi. Namun, wisatawan masih perlu menanggung biaya tiket pesawat pulang-pergi ke AS, asuransi penerbangan luar angkasa, dan biaya visa secara terpisah.
Diskusi di Media Sosial
Paket wisata yang diperkenalkan pada pertengahan September ini memicu perbincangan di media sosial China mengenai gaya hidup mewah dan aspek keamanan penerbangan luar angkasa. Wei Changren, pendiri platform berita keuangan pariwisata btiii.com, menyatakan bahwa pasar untuk layanan ini masih sangat terbatas. Calon penumpang harus memiliki kondisi fisik yang prima, toleransi risiko yang tinggi, serta kekayaan yang melimpah.
Li Xing, seorang penggemar olahraga ekstrem dari Beijing, menilai paket ini menarik karena memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk merasakan pengalaman luar angkasa tanpa harus menjalani pelatihan sebagai astronaut profesional. Namun, ia mengakui bahwa harga paket ini menjadi kendala. "Kalau saya cukup kaya, saya akan mendaftar, tetapi harganya terlalu mahal bagi saya," ungkapnya.
Meskipun demikian, ada harapan bahwa wisata luar angkasa yang lebih terjangkau akan terwujud di masa depan seiring dengan kemajuan teknologi peluncuran roket dan eksplorasi luar angkasa di China. China sendiri telah memulai pengembangan wahana antariksa mandiri.
Pada awal 2026, startup teknologi dari Beijing, InterstellOr, yang berfokus pada pengembangan wahana antariksa berawak komersial, mengumumkan rencana untuk meluncurkan penerbangan wisata suborbital sekitar tahun 2028. Chen Xu, manajer senior InterstellOr, menjelaskan bahwa persyaratan kesehatan untuk penumpang penerbangan suborbital tidak seketat astronaut profesional. Calon penumpang tetap harus bebas dari risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan pergerakan, serta memiliki fungsi vestibular dan sirkulasi darah yang normal.
Pelatihan sebelum penerbangan bertujuan untuk mempersiapkan calon wisatawan luar angkasa, bukan untuk menyingkirkan peserta. China National Space Administration (CNSA) juga telah merencanakan aksi tiga tahun mulai 2025 untuk mendorong perkembangan industri antariksa komersial yang aman dan berkualitas, termasuk pemanfaatan sumber daya luar angkasa serta wisata luar angkasa.