🔴 Breaking
Kesehatan

Faktor Penyebab Rendahnya Konsumsi Buah di Indonesia

Meskipun buah-buahan kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Survei menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil penduduk yang memenuhi anjuran...

Galang Mahesa

Penulis

13 July 2026
29 kali dibaca
Foto: Shutterstock
Foto: Shutterstock

Buah-buahan merupakan sumber energi dan vitamin yang penting bagi kesehatan tubuh. Konsumsi buah secara teratur dapat memberikan banyak manfaat, namun kebiasaan ini masih rendah di Indonesia. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 96,7% anak di bawah usia 5 tahun belum mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan rekomendasi yang ditetapkan.

Standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) merekomendasikan konsumsi minimal lima porsi buah dan sayur setiap hari. Dengan demikian, hanya sekitar 3,3% masyarakat Indonesia yang berhasil memenuhi anjuran tersebut. Data dari SKI 2023 juga menunjukkan bahwa 67,5% penduduk hanya mengonsumsi satu hingga dua porsi buah dan sayur setiap harinya, sementara 11,8% tidak mengonsumsi keduanya dalam seminggu.

Berbagai Faktor Penyebab Rendahnya Konsumsi Buah

Rendahnya angka konsumsi buah dan sayur di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebabnya adalah pandangan masyarakat yang menganggap buah dan sayur bukanlah makanan utama, melainkan hanya sebagai pelengkap. Selain itu, keberadaan minuman olahan yang tinggi gula juga berkontribusi terhadap penurunan konsumsi buah segar.

Di beberapa kelompok masyarakat, keterbatasan daya beli dan akses terhadap buah segar juga menjadi kendala yang signifikan. Hal ini mengakibatkan banyak orang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi dari buah dan sayur yang seharusnya mereka konsumsi.

Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Buah dan Sayur

Dari perspektif kesehatan, mengonsumsi buah dan sayur memiliki banyak manfaat. Buah dan sayur mengandung berbagai nutrisi yang penting untuk mendukung pola makan yang sehat. Menurut informasi dari Harvard, konsumsi rutin buah dan sayur dapat menurunkan risiko terkena penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke. Kebiasaan ini juga dapat membantu menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa pola makan berbasis nabati dapat berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, buah dan sayur juga dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kanker. Sebuah studi menunjukkan bahwa remaja perempuan yang mengonsumsi buah dan sayur sekitar tiga porsi per hari memiliki risiko 25% lebih rendah untuk terkena kanker payudara.

Oleh karena itu, WHO merekomendasikan agar setiap individu mengonsumsi buah dan sayur setidaknya 400-600 gram setiap hari untuk mencegah berbagai penyakit serius di masa depan.

Artikel Terkait