πŸ”΄ Breaking
Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura
Ekonomi

Hekrafnas 2026: Memperkuat Ekonomi Kreatif Indonesia untuk Pasar Global

Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026 menjadi kesempatan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia, dengan fokus pada akses pembiayaan dan perlindungan kekayaan intelektual.

Aditya Surya

Penulis

19 October 2026
34 kali dibaca
Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) Riefian Fajarsyah menghadiri peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026. (Foto: Liputan6.com/Dreyandra P)
Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) Riefian Fajarsyah menghadiri peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026. (Foto: Liputan6.com/Dreyandra P)

Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah, menyatakan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta dan ide kreatif. Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 diharapkan dapat menjadi momen penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Tanah Air, mulai dari akses pembiayaan hingga perlindungan kekayaan intelektual, serta membuka peluang bagi produk lokal untuk menembus pasar internasional.

Riefian menekankan bahwa tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa karya-karya tersebut semakin dikenal, dipercaya oleh pasar, dan dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. β€œBangsa kita itu tidak pernah kekurangan ide maupun talenta. Tapi memang pertanyaannya adalah bagaimana membuat karya-karya tersebut lebih dikenal, dipercaya pasar, dan juga berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” ujarnya dalam sambutannya pada Hekrafnas 2026.

Pentingnya Dukungan Ekosistem

Menurut Riefian, kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Misalnya, cerita rakyat dapat diadaptasi menjadi film, animasi, atau permainan. Selain itu, motif tradisional dan kuliner daerah juga dapat dijadikan produk yang menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan dukungan dari ekosistem yang memadai, termasuk pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta distribusi dan pemasaran.

Riefian juga menggarisbawahi pentingnya peran media dan platform digital dalam memperkenalkan karya kreatif dari berbagai daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Ia menekankan bahwa perhatian publik seharusnya tidak hanya berhenti pada popularitas, tetapi juga dapat berkembang menjadi apresiasi, kepercayaan, dan peluang ekonomi. "Tujuannya bukan hanya viral, tapi kita ingin perhatian ini semua berubah menjadi apresiasi. Apresiasi berubah menjadi kepercayaan, kepercayaan berubah menjadi peluang ekonomi,” katanya.

Dukungan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Sekretaris Jenderal GEKRAFS, Temi Sumarlin, menambahkan bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif memerlukan keberlanjutan program dan dukungan yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku industri. Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, GEKRAFS telah berupaya agar pelaku ekonomi kreatif mendapatkan penghargaan dan dukungan yang lebih besar, mengingat peran penting mereka dalam perekonomian Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas akses pembiayaan melalui pemanfaatan kekayaan intelektual. "GEKRAFS juga salah satu organisasi yang mendorong dari tahun pertama kami untuk bisa mendapat pembiayaan atau pendanaan ataupun permodalan dari perbankan dengan menggunakan IP. Dan alhamdulillah tahun ini itu bisa terealisasi,” jelas Temi. Selain itu, ia menyebutkan bahwa program GEKRAFS juga mencakup pengembangan ekspor dan perlindungan kekayaan intelektual, yang diharapkan dapat membantu pelaku ekonomi kreatif mengembangkan karya dan memperkuat keberlanjutan bisnis mereka.

Ketua Komite Hekrafnas, Aqila Rahmani, juga menekankan bahwa peringatan Hekrafnas seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus meninggalkan dampak dan warisan yang dapat dirasakan oleh pelaku ekonomi kreatif. Ia menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan akan menjangkau tujuh wilayah, meskipun rincian wilayah dan programnya perlu dipastikan kembali berdasarkan materi resmi penyelenggara.

Sementara itu, Ketua Koordinator Luar Negeri Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu, menyoroti pentingnya jejaring internasional untuk membantu pelaku ekonomi kreatif Indonesia memasuki pasar luar negeri. Ia menjelaskan bahwa perwakilan GEKRAFS di beberapa negara dapat menjadi penghubung bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin menjajaki peluang ekspor dan memperluas jaringan bisnis. "Kita tidak mau menjadi market, kita mau jadi pelaku pasar internasional,” ungkap Osco.

Osco menambahkan bahwa pelaku ekonomi kreatif di Indonesia perlu memiliki kesempatan untuk memasarkan produk ke luar negeri, bukan hanya menjadi konsumen dari produk global. Ia mengidentifikasi kawasan Eropa sebagai salah satu fokus dalam pengembangan jejaring internasional. Dengan adanya perwakilan di beberapa negara, diharapkan pelaku usaha Indonesia dapat mengenali peluang pasar dan membangun koneksi bisnis yang lebih luas.

Dengan penguatan dalam hal pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, promosi, dan jejaring internasional, Hekrafnas 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong karya kreatif Indonesia agar berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing di pasar global.

Artikel Terkait