🔴 Breaking
Ekonomi

Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade

Australia telah meresmikan Bandara Internasional Sydney Barat yang baru, menandai pembangunan bandara besar pertama dalam lebih dari 50 tahun terakhir.

Eko Prasetyo

Penulis

25 October 2026
5 kali dibaca
Pesawat Qantas putar balik ke Bandara Sydney. (dok. DAVID GRAY / AFP)
Pesawat Qantas putar balik ke Bandara Sydney. (dok. DAVID GRAY / AFP)

Australia secara resmi membuka Bandara Internasional Sydney Barat (Western Sydney International Airport) pada hari Minggu, 25 Oktober 2026. Bandara yang menelan biaya sekitar 5,6 miliar dolar Australia atau setara dengan Rp 71,27 triliun ini menjadi bandara besar pertama yang dibangun di negara tersebut dalam lebih dari lima dekade.

Bandara ini terletak di Badgerys Creek, sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Sydney. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan akses penerbangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Sydney barat. Peresmian ini dianggap sebagai momen bersejarah oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.

Pembangunan dan Fasilitas Bandara

Albanese menyatakan, "Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, Australia membuka bandara besar baru. Ini merupakan tonggak penting yang telah dipersiapkan selama puluhan tahun." Proses pembangunan bandara ini memakan waktu 15 tahun untuk perencanaan dan tujuh tahun untuk konstruksi fisik. Fasilitas utama bandara diharapkan selesai pada Juli 2025, sementara penerbangan kargo sudah dimulai lebih awal pada Juli 2026.

Salah satu keunggulan utama dari Western Sydney International Airport adalah operasionalnya yang berlangsung 24 jam tanpa henti. Hal ini berbeda dengan Bandara Kingsford Smith, bandara lama yang lebih dekat dengan pusat kota dan hanya beroperasi dari pukul 06.00 hingga 23.00 untuk mengurangi kebisingan bagi warga sekitar. Dengan beroperasinya bandara baru ini, maskapai memiliki fleksibilitas untuk menjadwalkan penerbangan malam dan rute internasional jarak jauh.

Estimasi Kapasitas dan Dampak Ekonomi

Jetstar, anak perusahaan berbiaya rendah milik Qantas, dijadwalkan akan melayani penerbangan penumpang perdana menuju Gold Coast. Seiring waktu, layanan domestik dan internasional lainnya akan diperkenalkan secara bertahap. Pengelola bandara memperkirakan kapasitasnya dapat menampung hingga 80 juta penumpang per tahun setelah seluruh tahap pengembangan selesai.

Bandara ini dibangun di atas lahan seluas 1.780 hektare yang telah dibebaskan oleh pemerintah federal Australia sejak tahun 1980-an. Proyek ini merupakan bagian penting dari strategi investasi infrastruktur di kawasan Sydney barat. Untuk mendukung konektivitas, pemerintah juga membangun jaringan jalan baru dan merancang rute kereta Sydney Metro Airport untuk mempermudah akses bagi penumpang dan aktivitas logistik.

Selama masa konstruksi, proyek ini menyerap lebih dari 12.800 tenaga kerja, dengan setengahnya berasal dari warga lokal, serta memberikan dana lebih dari A$500 juta kepada 360 perusahaan lokal di Sydney barat. Diharapkan, kehadiran bandara baru ini tidak hanya akan memperkuat mobilitas logistik dan penumpang, tetapi juga membuka peluang bisnis baru dan menggerakkan roda ekonomi kawasan dalam jangka panjang.

Artikel Terkait