🔴 Breaking
Nasional

Kalimantan Tengah Jadi Fokus Utama Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

Sebanyak 17.942 hektare lahan di Indonesia masih terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan, dengan Kalimantan Tengah menjadi prioritas utama dalam penanganannya.

Fehardian Rahaja

Penulis

25 October 2026
6 kali dibaca
Helikopter Black Hawk VH-UHG milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water boombing) di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom]
Helikopter Black Hawk VH-UHG milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water boombing) di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom]

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pada tanggal 24 Oktober 2026, terdapat 17.942 hektare lahan yang masih terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah di Indonesia. Kalimantan Tengah menjadi wilayah yang paling diperhatikan karena luas lahan yang belum padam di sana paling besar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa berdasarkan pemantauan melalui sistem informasi geografis pada Sabtu (24/10) pukul 15.00 WIB, terdapat 13.910 titik panas dengan total luas kebakaran mencapai sekitar 25.409 hektare. "Kalimantan Tengah masih menjadi prioritas utama," ungkap Berton di Jakarta pada Minggu (25/10/2026).

Data Kebakaran di Kalimantan Tengah

Di provinsi tersebut, BNPB mencatat 8.049 titik panas dengan luas terbakar mencapai 13.944 hektare. Dari total tersebut, sekitar 11.786 hektare masih belum padam. Meskipun jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mengalami penurunan sekitar 52 persen dibandingkan hari sebelumnya, upaya penanganan karhutla masih harus dilanjutkan. Luas lahan yang belum padam juga tercatat turun sekitar 43 persen. "Meski menunjukkan penurunan, pemadaman dan pendinginan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa, khususnya di lahan gambut," tambah Berton.

Perhatian di Wilayah Lain

Sementara itu, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat juga masih menjadi fokus dalam penanganan karhutla. Di Sumatera Selatan, terdapat 1.335 titik panas dengan luas terbakar 3.429 hektare, di mana sekitar 2.472 hektare di antaranya masih belum padam. Di Kalimantan Barat, jumlah titik panas mencapai 1.137 titik dengan luas terbakar sekitar 2.500 hektare, dan sekitar 1.547 hektare masih belum padam. Di Kalimantan Selatan, BNPB mencatat 362 titik panas dengan luas terbakar 526 hektare, di mana 317 hektare di antaranya masih belum padam. Sementara itu, di Papua Selatan, terdapat 487 titik panas dengan luas terbakar 310 hektare, dan 117 hektare masih belum padam.

Selain itu, titik panas dan kebakaran juga masih terdeteksi di Sulawesi Tenggara, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara. "Penurunan jumlah titik panas tidak selalu berarti luas kebakaran ikut menurun, sehingga evaluasi harus melihat jumlah titik panas, luas terbakar, dan luas yang masih belum padam secara bersamaan," jelas Berton.

BNPB bersama pemerintah daerah dan pihak terkait terus memantau perkembangan karhutla serta menyesuaikan penanganan berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan di lapangan.

Artikel Terkait