🔴 Breaking
Teknologi

Jeff Bezos Sarankan Gen Z Untuk Fokus Bekerja Sebelum Mendirikan Startup

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, memberikan nasihat kepada Generasi Z agar tidak terburu-buru untuk memulai startup, melainkan lebih baik menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan pengalaman kerja terlebih...

Maya Soraya Larasati

Penulis

25 October 2026
8 kali dibaca
Pendiri Amazon dan Blue Origin Jeff Bezos.(WIKIMEDIA COMMONS/SEATTLE CITY COUNCIL)
Pendiri Amazon dan Blue Origin Jeff Bezos.(WIKIMEDIA COMMONS/SEATTLE CITY COUNCIL)

Kisah sukses para pendiri perusahaan teknologi yang meninggalkan bangku kuliah, seperti Mark Zuckerberg dan Bill Gates, sering kali menjadi inspirasi bagi Generasi Z. Banyak anak muda yang tergoda untuk segera mendirikan perusahaan setelah lulus atau bahkan memilih untuk berhenti kuliah demi mengejar impian menjadi CEO muda. Namun, Jeff Bezos, orang terkaya kedua di dunia dan pendiri Amazon, justru memberikan pandangan yang berbeda.

Bezos mengingatkan anak muda agar tidak terburu-buru untuk menjadi pendiri startup. Ia menyarankan agar Gen Z lebih baik fokus pada penyelesaian pendidikan dan mencari pengalaman kerja di perusahaan yang sudah ada. Menurutnya, bekerja di perusahaan yang telah mapan memberikan banyak keuntungan. Ini adalah kesempatan untuk belajar "cara bekerja" yang sesungguhnya. "Saya selalu menyarankan anak muda, bekerja di perusahaan merupakan praktik terbaik, kamu bisa belajar banyak hal-hal fundamental," jelas Bezos.

Pentingnya Pengalaman Kerja

Bezos menjelaskan bahwa di lingkungan kerja profesional, seorang pemula bisa menyerap berbagai ilmu dasar yang penting namun sering kali diabaikan, seperti cara merekrut karyawan yang tepat, teknik wawancara, hingga manajemen tim yang efektif. Keterampilan-keterampilan ini, menurut Bezos, sulit diperoleh jika seseorang langsung memimpin perusahaan tanpa adanya mentor atau struktur yang jelas. "Masih banyak waktu untuk mendirikan perusahaan setelah Anda menyerap ilmu-ilmu tersebut. Hal itu justru akan meningkatkan peluang keberhasilan Anda," tambahnya.

Refleksi dari Pengalaman Pribadi

Saran Bezos ini bukan sekadar teori, melainkan merupakan refleksi dari perjalanan kariernya sendiri. Ia tidak mendirikan Amazon di usia 20-an atau dari kamar asrama kampus. Bezos menghabiskan masa mudanya untuk belajar di bangku kuliah hingga lulus, kemudian bekerja di berbagai perusahaan di Wall Street, termasuk Fitel dan Bankers Trust, untuk mengasah kemampuan manajerialnya. Baru pada tahun 1994, saat berusia 30 tahun, Bezos merasa telah cukup berbekal dan mendirikan Amazon dari garasi rumahnya. "Saya mendirikan Amazon ketika saya berusia 30 tahun, bukan 20 tahun. Dan saya pikir pengalaman kerja tambahan selama 10 tahun itu benar-benar meningkatkan peluang Amazon untuk sukses," ungkapnya.

Bezos juga mengakui bahwa ada individu-individu luar biasa, seperti Mark Zuckerberg, yang berhasil besar meski meninggalkan kuliah dan mendirikan bisnis di usia muda. Namun, ia menegaskan bahwa mereka adalah pengecualian, bukan aturan umum. "Kita punya contoh terkenal yang berhasil, seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan lain-lain. Tapi orang-orang ini adalah pengecualian," tegasnya.

Artikel Terkait