Harga singkong di kalangan petani di Lampung telah meningkat menjadi Rp3.050 per kilogram. Kenaikan harga ini disambut baik oleh para petani, terutama di tengah penurunan harga pupuk serta peningkatan produksi yang mendukung keberlangsungan usaha tani.
Tri, salah satu perwakilan petani singkong, menyatakan bahwa kondisi usaha tani saat ini lebih baik dibandingkan saat harga singkong sempat jatuh hingga Rp700 per kilogram. “Terima kasih, Pak Prabowo, atas bantuan untuk petani singkong. Sekarang harga singkong Rp3.050. Pupuk turun, produksi meningkat, alhamdulillah. Terima kasih, Pak Menteri,” ungkapnya saat berbincang dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran di Pringsewu, Lampung, pada hari Minggu (25/10/2026).
Pemerintah Berkomitmen Lindungi Petani
Menanggapi apresiasi tersebut, Mentan Amran menyatakan bahwa pemerintah berupaya melindungi petani singkong lokal dari dampak negatif produk impor yang dapat menekan harga hasil panen. Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas jika impor kembali merugikan petani. “Kalau ada impor, saya tutup,” tegasnya.
Amran menjelaskan bahwa masalah harga singkong di Lampung sebelumnya menjadi perhatian serius pemerintah, terutama setelah petani mengalami penurunan harga hingga sekitar Rp700 per kilogram. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, telah beberapa kali menyampaikan isu ini kepada pemerintah pusat untuk mencari solusi demi melindungi pendapatan petani.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Harga
Pemerintah kemudian menetapkan harga pembelian minimal singkong sebesar Rp1.350 per kilogram. Namun, Mentan Amran mengungkapkan bahwa petani masih berharap harga yang lebih baik agar usaha tani mereka dapat memberikan keuntungan yang memadai. Ia melaporkan bahwa dalam pertemuan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar impor singkong dihentikan untuk melindungi petani dalam negeri. “Waktu itu kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa petani Lampung meminta harga pembelian singkong dinaikkan, kalau perlu minimal Rp2.000 per kilogram. Apa kata Bapak Presiden? Beliau meminta agar impor dihentikan. Mulai detik itu, hentikan impor dari negara lain,” jelasnya.
Kenaikan harga singkong sangat penting bagi masyarakat Lampung, mengingat komoditas ini merupakan salah satu pilar ekonomi di berbagai daerah. Perbaikan harga di tingkat petani diharapkan dapat memperkuat pendapatan rumah tangga, menjaga keberlanjutan produksi, dan mendorong aktivitas ekonomi di pedesaan.
Pemerintah juga berfokus pada peningkatan produktivitas dan pengembangan nilai tambah dari komoditas pertanian. Dengan biaya produksi yang lebih terjangkau, harga hasil panen yang lebih baik, dan pasar yang terlindungi, diharapkan petani dapat meraih manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil usaha mereka.
Mentan Amran menegaskan bahwa Kementerian Pertanian akan terus mendukung kebijakan yang berpihak kepada petani serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan perlindungan terhadap komoditas lokal dapat berjalan dengan efektif.