🔴 Breaking
Nasional

Jurnalisme Independensi: Kunci Melawan Disinformasi di Era AI

Dalam Local Media Summit 2026, Christian Groseth menekankan pentingnya jurnalisme independen untuk menghadapi tantangan disinformasi di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Fehardian Rahaja

Penulis

22 October 2026
4 kali dibaca
Deputy Head of Mission Norwegian Embassy, Christian Groseth dalam acara Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026). [Suara.com/Agustin Dwi Anggraini]
Deputy Head of Mission Norwegian Embassy, Christian Groseth dalam acara Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026). [Suara.com/Agustin Dwi Anggraini]

Christian Groseth menegaskan bahwa jurnalisme independen memiliki peranan krusial dalam melawan disinformasi digital pada acara Local Media Summit 2026 yang berlangsung di Manhattan Hotel, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Groseth, yang menjabat sebagai Deputy Head Of Mission di Kedutaan Norwegia di Jakarta, menilai bahwa di tengah perubahan cepat dalam lanskap media, termasuk meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi, keberadaan jurnalisme independen dan profesional semakin penting. Ia menyatakan bahwa meskipun teknologi memberikan peluang baru dalam penyebaran informasi, tantangan juga muncul ketika masyarakat harus dapat membedakan antara informasi yang valid dan konten yang menyesatkan.

Pentingnya Jurnalisme di Era Digital

“Disinformasi, misinformasi, dan penyalahgunaan kecerdasan buatan dapat membuat masyarakat semakin sulit membedakan antara informasi yang dapat diandalkan dan konten manipulatif. Dan di sinilah peran Anda,” ujar Christian dalam sambutannya di Local Media Summit 2026.

Ia menekankan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak selalu melalui proses jurnalistik yang benar dan penyuntingan profesional, seperti halnya berita yang dihasilkan oleh media. Oleh karena itu, keberadaan jurnalis tetap diperlukan untuk menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Dalam lingkungan seperti itu, peran jurnalisme yang independen dan profesional menjadi jauh lebih penting,” tambahnya.

Tantangan yang Dihadapi Jurnalis

Christian juga menggarisbawahi berbagai tantangan yang dihadapi oleh jurnalis dalam menjalankan tugas mereka, mulai dari intimidasi, pelecehan digital, hingga kekerasan di beberapa lokasi. “Para jurnalis terus menghadapi intimidasi di seluruh dunia, pelecehan digital, lumayan banyak sebenarnya, dan bahkan kekerasan di beberapa tempat,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa kebebasan pers tidak hanya cukup dijamin melalui pengakuan hak berekspresi, tetapi juga harus didukung oleh kondisi yang memungkinkan jurnalis bekerja dengan aman dan tetap independen. Perlindungan tersebut sangat penting agar jurnalis dapat menjalankan fungsinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat tanpa adanya tekanan.

“Oleh karena itu, memastikan jurnalis dapat menjalankan pekerjaannya dengan aman dan independen adalah hal yang esensial bagi kami. Tidak hanya untuk melindungi kebebasan berekspresi, tetapi juga untuk mempertahankan jurnalisme demi kepentingan publik yang etis dan kredibel,” pungkas Christian.

Artikel Terkait