🔴 Breaking
Kesehatan

Mitos Pencabutan Gigi dan Kebutaan: Fakta yang Perlu Diketahui

Banyak orang percaya bahwa mencabut gigi atas dapat menyebabkan kebutaan, namun mitos ini perlu diluruskan dengan penjelasan ilmiah dan medis yang tepat.

Sabina Almira

Penulis

22 October 2026
5 kali dibaca
Periksa gigi. Foto: Getty Images/skynesher
Periksa gigi. Foto: Getty Images/skynesher

Jakarta - "Jangan cabut gigi atas, nanti bisa buta." Pernyataan ini mungkin sering Anda dengar dari orang-orang terdekat. Akibat ketakutan tersebut, banyak individu yang memilih untuk menahan rasa sakit gigi selama berbulan-bulan dan menghindari kunjungan ke dokter gigi. Namun, penundaan ini justru dapat memperparah masalah gigi yang dialami.

Mengapa Mitos Ini Bisa Dipercaya?

Mitos ini tidak muncul tanpa alasan. Gigi rahang atas terletak dekat dengan area mata, sehingga banyak orang beranggapan bahwa keduanya saling terhubung. Keyakinan ini kemudian diwariskan secara turun-temurun. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Family Medicine and Primary Care (2017) menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang percaya bahwa pencabutan gigi atas dapat berpengaruh pada gangguan penglihatan.

Faktor kebetulan juga berkontribusi pada mitos ini. Penurunan penglihatan bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti penuaan, diabetes, atau glaukoma, dan seringkali terjadi tidak lama setelah pencabutan gigi. Dua kejadian yang terjadi berdekatan sering dianggap saling berkaitan, padahal sebenarnya tidak selalu demikian.

Perbedaan Saraf Gigi dan Saraf Mata

Untuk memahami mitos ini, penting untuk mengetahui bahwa gigi dan mata dilayani oleh saraf yang berbeda. Saraf penglihatan, yang dikenal sebagai saraf optik (saraf kranial II), bertugas mengirimkan sinyal visual dari retina ke otak. Saraf ini hanya berfungsi untuk penglihatan dan tidak memiliki cabang yang terhubung ke gigi.

Di sisi lain, saraf gigi atas adalah cabang dari saraf trigeminus (saraf kranial V). Cabang-cabang kecilnya menjangkau akar gigi dan hanya membawa sensasi seperti nyeri, sentuhan, dan suhu. Saraf ini tidak mengirimkan informasi visual. Bayangkan dua kabel listrik yang berjalan berdekatan; meskipun berada di lokasi yang sama, keduanya memiliki fungsi yang berbeda, dan memutus satu kabel tidak akan memengaruhi yang lain.

Kenapa ada rasa "keterhubungan"? Saraf trigeminus memiliki tiga cabang, satu di antaranya mengatur sensasi di sekitar mata, satu lagi untuk gigi atas dan pipi, serta satu untuk gigi bawah. Oleh karena itu, sakit gigi atas kadang-kadang dapat terasa menjalar ke area sekitar mata atau pelipis, namun ini hanya merupakan sensasi nyeri, bukan gangguan penglihatan. Selain itu, letak rongga mata yang berdekatan dengan akar gigi geraham atas juga membuat infeksi di area tersebut dapat memengaruhi daerah sekitarnya.

Apakah Pencabutan Gigi Bisa Menyebabkan Kebutaan?

Jawaban singkatnya adalah tidak; kebutaan bukanlah konsekuensi umum dari pencabutan gigi. Namun, ada baiknya diakui bahwa komplikasi mata setelah prosedur kedokteran gigi, meskipun sangat jarang, tidak bisa dikesampingkan. Sebuah tinjauan ilmiah yang akan terbit pada 2025 mencatat adanya komplikasi mata yang jarang terjadi setelah tindakan kedokteran gigi, termasuk gangguan penglihatan. Kasus-kasus ini sangat jarang terjadi dan bukan disebabkan oleh hubungan langsung antara saraf gigi dan saraf optik, melainkan karena kedekatan anatomi, seperti penyebaran infeksi atau, dalam kasus yang sangat jarang, obat bius lokal yang menyebar ke area mata dan menyebabkan gangguan penglihatan sementara.

Oleh karena itu, gambaran yang paling tepat adalah: kebutaan bukanlah hasil yang umum dari pencabutan gigi, meskipun komplikasi yang sangat jarang tetap mungkin terjadi, sehingga gejala-gejala tersebut perlu diwaspadai. Risiko yang langka ini tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan akibat membiarkan masalah gigi tanpa penanganan.

Infeksi yang Perlu Diwaspadai

Ironisnya, yang lebih berbahaya bagi mata sering kali bukan tindakan ke dokter gigi, melainkan mengabaikan masalah gigi sama sekali. Infeksi gigi yang parah dan tidak diobati dapat menyebar ke jaringan wajah, termasuk area rongga mata. Ini berbeda dari anggapan bahwa pencabutan gigi atas secara langsung menyebabkan kebutaan. Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami:

  • Sakit gigi disertai pembengkakan di pipi atau wajah yang semakin membesar
  • Demam yang menyertai nyeri gigi
  • Kelopak mata bengkak, nyeri, atau memerah
  • Pandangan kabur, ganda, atau menurun
  • Kesulitan membuka mulut, menelan, atau bernapas

Gejala-gejala tersebut memerlukan penanganan segera dari dokter, bukan ditunda.

Mengatasi Ketakutan ke Dokter Gigi

Rasa takut saat berkunjung ke dokter gigi adalah hal yang wajar, namun dapat dikelola. Keputusan untuk mencabut gigi biasanya didasarkan pada pemeriksaan yang cermat. Dokter akan menilai kondisi gigi, sering kali dengan bantuan rontgen, sebelum menentukan tindakan yang tepat. Tidak semua gigi yang bermasalah harus dicabut; banyak gigi masih bisa dipertahankan melalui tambalan atau perawatan saluran akar. Pencabutan umumnya menjadi pilihan terakhir ketika gigi tidak dapat diselamatkan.

Jangan ragu untuk menyampaikan kekhawatiran Anda kepada dokter. Dokter yang baik akan menjelaskan prosedur dan menjawab pertanyaan yang Anda ajukan. Selain itu, penting untuk memberi tahu riwayat kesehatan Anda, seperti diabetes atau gangguan pembekuan darah, agar tindakan dapat dilakukan dengan aman. Rutin melakukan pemeriksaan gigi setiap enam bulan sekali juga sangat dianjurkan, agar masalah dapat terdeteksi lebih awal dan penanganannya menjadi lebih sederhana.

Artikel Terkait