🔴 Breaking
Kesehatan

Kebiasaan Sehat yang Ternyata Berisiko untuk Kesehatan Jantung

Meskipun banyak orang berusaha menjaga kesehatan jantung dengan berbagai cara, beberapa kebiasaan yang dianggap baik justru dapat membahayakan. Berikut adalah lima kebiasaan yang perlu diperhatikan.

Aditya Surya

Penulis

21 October 2026
6 kali dibaca
Foto: Ilustrasi sakit jantung (Getty Images/Nansan Houn)
Foto: Ilustrasi sakit jantung (Getty Images/Nansan Houn)

Jakarta - Banyak individu berupaya untuk menjaga kesehatan jantung mereka dengan mengganti minuman bersoda dengan jus buah, mengonsumsi protein bar, serta menjalani rutinitas kebugaran harian. Namun, beberapa kebiasaan yang terlihat sehat sebenarnya dapat membawa risiko lebih besar bagi kesehatan jantung.

1. Minum Jus Buah dan Smoothie

Buah-buahan memang baik untuk kesehatan jantung, tetapi jus buah memiliki karakteristik yang berbeda. Ketika serat dari buah utuh dihilangkan, jus tersebut mengandung konsentrasi gula yang tinggi, yang dapat dengan cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. "Kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan dikaitkan dengan penambahan berat badan, peradangan, dan peningkatan trigliserida. Beberapa smoothie kemasan dapat mengandung gula sebanyak minuman ringan biasa," jelas seorang spesialis jantung. Memilih buah utuh atau membuat smoothie sendiri dengan sayuran dan protein merupakan alternatif yang lebih sehat.

2. Produk 'Rendah Lemak' dan 'Bebas Gula'

Untuk mempertahankan rasa pada makanan yang bebas lemak, produsen sering menambahkan lebih banyak gula, natrium, atau pati olahan. Makanan yang dilabeli bebas gula juga sering kali mengalami banyak proses pengolahan, yang dapat memicu keinginan untuk mengonsumsinya lebih banyak. "Saat membaca label makanan, Anda tidak boleh hanya mengandalkan klaim di bagian depan. Anda harus melihat semua bahan, label nutrisi, dan klaim lainnya," ungkapnya.

3. Latihan Berlebihan tanpa Pemulihan

Berolahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, olahraga yang dilakukan secara berlebihan tanpa cukup istirahat dapat memberikan tekanan berlebih pada sistem kardiovaskular. Hal ini dapat meningkatkan kadar hormon stres dan menyebabkan aritmia jantung. "Karena alasan ini, Anda harus berolahraga secukupnya, mencoba mencapai target sekitar 150 menit aktivitas sedang per minggu, dan ingat untuk menjadwalkan hari istirahat serta memperhatikan tanda-tanda peringatan, seperti nyeri dada, sesak napas, atau merasa pingsan," tambahnya.

4. Melewatkan Waktu Makan untuk Mengurangi Kalori

Melewatkan waktu makan justru dapat menghambat usaha untuk menurunkan berat badan dan, dalam beberapa situasi, dapat membahayakan kesehatan. Pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan seseorang makan berlebihan pada waktu berikutnya. Kebiasaan ini dapat mengganggu keseimbangan sistem tubuh serta meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah. Untuk menjaga fungsi metabolisme yang sehat, tubuh memerlukan pola makan yang teratur dengan asupan bergizi seimbang.

5. Mengabaikan Kualitas Tidur demi Diet dan Olahraga

Menjaga pola makan dan kebiasaan olahraga yang baik tidak selalu menjamin kesehatan jantung jika seseorang juga mengalami stres berkepanjangan dan memiliki kebiasaan tidur yang buruk. "Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang dari tujuh jam per malam berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, penambahan berat badan, dan peningkatan risiko penyakit jantung. Demikian pula, kadar kortisol dan adrenalin yang tinggi akibat gaya hidup penuh stres dapat memicu perilaku yang merugikan kesehatan, seperti makan berlebihan dan menghindari olahraga," jelasnya. Selain rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat, penting juga untuk tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam dan mengurangi stres dengan aktivitas sederhana seperti berjalan santai atau meluangkan waktu bersama teman.

Artikel Terkait