🔴 Breaking
Ekonomi

Transformasi KEK sebagai Pusat Pengembangan SDM Unggul di Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk berfungsi sebagai pusat pengembangan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri. Pemerintah menyediakan program...

Eko Prasetyo

Penulis

21 October 2026
7 kali dibaca
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat konferensi pers Rakernas KEK Triwulan III 2026 di Gedung A.A.Maramis, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Liputan6.com/Immanuel C)
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat konferensi pers Rakernas KEK Triwulan III 2026 di Gedung A.A.Maramis, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Liputan6.com/Immanuel C)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk bertransformasi menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri. Dalam upaya ini, pemerintah menawarkan program pemagangan nasional serta pelatihan vokasi kepada pengelola KEK.

Inisiatif tersebut dirancang agar investasi yang masuk ke kawasan ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan keterampilan pekerja lokal. "Kami berharap KEK akan menjadi salah satu ujung tombak dalam pertumbuhan ekonomi dan sekaligus untuk perekrutan tenaga kerja yang lebih luas," ungkap Yassierli dalam konferensi pers Rakernas KEK Triwulan III 2026 yang berlangsung di Gedung A.A. Maramis, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).

Pengembangan Ekosistem Terintegrasi

Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk membangun ekosistem terintegrasi di dalam KEK. Ekosistem ini akan menghubungkan berbagai sektor, termasuk industri, lembaga pendidikan, pusat pelatihan vokasi, peserta magang, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Jadi, KEK ini akan menjadi talent engine untuk SDM unggul masa depan Indonesia," tegas Yassierli. Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong pengelola KEK untuk memanfaatkan program pemagangan nasional dan pelatihan vokasi secara optimal. Melalui program ini, peserta dapat memperoleh keterampilan spesifik, sertifikasi resmi, serta pengalaman kerja langsung di dunia industri.

Peluang Pertumbuhan KEK di Indonesia

Pemerintah optimis bahwa kolaborasi yang erat ini akan memperkuat ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan meningkatkan kontribusi KEK terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai bahwa pengembangan KEK di Indonesia masih memiliki banyak potensi untuk tumbuh. Jika dibandingkan dengan Vietnam dan Malaysia, skala kawasan ekonomi di Indonesia masih jauh tertinggal.

Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK dengan total investasi kumulatif mencapai Rp 382,1 triliun, namun luas total KEK di Indonesia baru sekitar 24 ribu hektare. Angka ini masih jauh dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam yang luas kawasan ekonominya mencapai 1,8 juta hingga 2 juta hektare. "Beberapa negara seperti Vietnam dan Malaysia mengandalkan KEK, mereka luasnya 1,8 sampai 2 juta, sementara di Indonesia masih sekitar 24 ribu, jadi masih punya ruang yang cukup luas untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus," ujar Airlangga dalam konferensi pers yang sama.

Airlangga juga menyampaikan bahwa 25 KEK yang ada saat ini telah menyerap hingga 302 ribu tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk memperluas kawasan ini demi meningkatkan investasi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel Terkait