🔴 Breaking
Kesehatan

Kelompok yang Memerlukan Suplementasi Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks terdiri dari delapan jenis vitamin yang penting untuk kesehatan. Beberapa kelompok tertentu berisiko mengalami kekurangan vitamin ini dan mungkin memerlukan suplemen tambahan.

Arjuna Mahendra

Penulis

20 July 2026
37 kali dibaca
Foto: Getty Images/Kwarkot
Foto: Getty Images/Kwarkot

Vitamin B kompleks adalah istilah yang merujuk pada delapan jenis vitamin B yang bekerja bersama untuk membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Setiap jenis vitamin B memiliki peran spesifik, mulai dari mendukung kesehatan otak dan sistem saraf hingga berkontribusi dalam pembentukan sel darah merah. Suplemen vitamin B kompleks biasanya mengandung semua vitamin B esensial dalam satu tablet, dengan beberapa produk menyediakan 100 persen angka kecukupan gizi harian untuk setiap jenis vitamin B, sementara yang lain mungkin mengandung dosis lebih tinggi untuk beberapa vitamin tertentu.

Walaupun banyak orang dapat memenuhi kebutuhan vitamin B melalui pola makan yang seimbang, terdapat kelompok-kelompok tertentu yang lebih rentan mengalami kekurangan vitamin B dan dapat memperoleh manfaat dari suplemen vitamin B kompleks.

Kandungan Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks terdiri dari delapan jenis vitamin, yaitu:

  • Vitamin B1 (tiamin): Penting untuk pertumbuhan dan fungsi organ tubuh, termasuk otak dan jantung.
  • Vitamin B2 (riboflavin): Membantu tubuh dalam memecah lemak dan obat-obatan.
  • Vitamin B3 (niasin): Menjaga kesehatan kulit, sistem saraf, dan saluran pencernaan. Dalam dosis tertentu, niasin dapat diresepkan untuk mengendalikan kadar kolesterol.
  • Vitamin B5 (asam pantotenat): Penting untuk kesehatan otak dan sistem saraf.
  • Vitamin B6 (piridoksin): Membantu pembentukan sel darah merah dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Vitamin B7 (biotin): Menjaga kesehatan rambut, kuku, dan fungsi saraf.
  • Vitamin B9 (folat atau asam folat): Diperlukan untuk pembentukan DNA dan materi genetik, serta mengurangi risiko cacat lahir pada janin jika cukup dikonsumsi selama kehamilan.
  • Vitamin B12 (kobalamin): Berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia.

Siapa yang Memerlukan Vitamin B Kompleks?

Walaupun kebanyakan orang dapat memenuhi kebutuhan vitamin B dari makanan sehari-hari, ada kondisi tertentu yang membuat kebutuhan vitamin B meningkat atau penyerapannya terganggu, sehingga meningkatkan risiko kekurangan. Kelompok yang lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin B meliputi:

  1. Ibu hamil: Asam folat (vitamin B9) sangat penting selama kehamilan. Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 400 mikrogram asam folat per hari, idealnya dimulai beberapa bulan sebelum hamil.
  2. Vegetarian dan vegan: Mereka yang menjalani pola makan vegetarian, terutama vegan, berisiko mengalami kekurangan vitamin B12 yang banyak ditemukan dalam makanan hewani.
  3. Orang yang menjalani operasi bariatrik: Pasien yang telah menjalani operasi ini sering memerlukan tambahan vitamin, termasuk vitamin B kompleks.
  4. Lansia: Orang berusia di atas 65 tahun lebih rentan terhadap kekurangan vitamin B12, yang juga berhubungan dengan fungsi otak.
  5. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu: Suplemen vitamin B kompleks dapat bermanfaat bagi mereka yang mengalami gangguan penggunaan alkohol, penyakit autoimun, depresi, diabetes, dan kondisi lainnya.

Manfaat Vitamin B Kompleks

Setiap jenis vitamin B memiliki fungsi yang saling melengkapi, sehingga mengonsumsi satu jenis vitamin B dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan. Oleh karena itu, suplemen vitamin B kompleks yang mengandung seluruh jenis vitamin B lebih dianjurkan jika diperlukan.

Beberapa manfaat vitamin B kompleks antara lain:

  1. Membantu menurunkan risiko anemia: Vitamin B12 mencegah anemia akibat defisiensi vitamin ini, yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup vitamin B12 untuk memproduksi sel darah merah yang sehat.
  2. Membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke: Vitamin B6, B9, dan B12 berperan dalam menurunkan kadar homosistein, asam amino yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  3. Membantu menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh: Beberapa jenis vitamin B mendukung tubuh dalam melawan infeksi dan menjaga sistem imun berfungsi optimal.
  4. Berpotensi membantu meredakan migrain: Vitamin B2 (riboflavin) dapat mengurangi frekuensi dan durasi serangan migrain.
  5. Berpotensi membantu menjaga fungsi otak: Kadar vitamin B yang rendah, terutama B12, B6, dan folat, berkaitan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi kognitif dan demensia.

Artikel Terkait