🔴 Breaking
Kesehatan

Kenali 8 Gejala Kerusakan Ginjal Parah dan Kapan Harus Melakukan Dialisis

Ginjal berfungsi penting dalam menyaring limbah dari darah, dan kerusakan parah pada organ ini dapat menyebabkan berbagai gejala. Penting untuk mengenali tanda-tanda tersebut dan memahami kapan perlu...

Raihan Fadhila

Penulis

13 September 2026
5 kali dibaca
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/Sewcream)
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/Sewcream)

Jakarta - Ginjal memiliki peranan yang sangat vital dalam tubuh manusia. Organ ini bertugas menyaring limbah serta racun dari darah, menjaga keseimbangan cairan, dan mengatur tekanan darah. Penyakit ginjal kronis memiliki lima stadium, di mana stadium 5 merupakan tahap paling serius yang dikenal sebagai gagal ginjal. Pada tahap ini, fungsi ginjal sudah sangat minim, yaitu kurang dari 15 persen.

Tanda-Tanda Kerusakan Ginjal yang Parah

Gejala umum yang muncul pada penyakit ginjal stadium 5 sering kali mencakup sakit kepala dan sesak napas. Berdasarkan informasi dari National Kidney Foundation dan Kidney Research UK, beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan adalah:

  • Perubahan pada buang air kecil: Frekuensi buang air kecil berkurang atau bahkan tidak terjadi sama sekali, serta kemungkinan adanya darah dalam urine.
  • Perubahan pada kulit: Kulit dapat terasa gatal atau kering, disebabkan oleh penumpukan mineral seperti fosfor dalam darah akibat kerusakan ginjal.
  • Mati rasa atau pembengkakan: Terjadi pada bagian lengan, kaki, pergelangan kaki, atau telapak kaki.
  • Gangguan makan: Hilangnya nafsu makan, mual, muntah, dan penurunan berat badan.
  • Napas bau: Aroma napas dapat menyerupai amonia atau bau urine.
  • Gangguan tidur: Kesulitan tidur sangat umum terjadi pada pasien gagal ginjal, mempengaruhi hingga 80 persen pasien yang menjalani dialisis, menurut National Institutes of Health (NIH).
  • Rasa tidak nyaman pada otot: Otot bisa terasa pegal atau kram, baik siang maupun malam.
  • Kelelahan: Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, limbah akan menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan penurunan kadar sel darah merah, yang dapat menyebabkan anemia. Gejala ini membuat seseorang merasa lemah, lelah, sesak napas, atau sulit berkonsentrasi.

Kapan Dialisis Diperlukan?

Pasien yang menderita penyakit ginjal kronis stadium 5 biasanya dianggap memerlukan dialisis atau dipertimbangkan untuk transplantasi ginjal. Alasan untuk memulai dialisis bervariasi, tetapi salah satu yang paling umum adalah penumpukan cairan dalam tubuh yang menyebabkan edema, atau cairan yang menumpuk di paru-paru yang mengganggu pernapasan. Jika kondisi ini tidak bisa diatasi dengan obat-obatan, dialisis mungkin menjadi pilihan terakhir.

Dialisis juga diperlukan jika terjadi penumpukan cairan di sekitar jantung atau peradangan pada selaput jantung yang dikenal sebagai perikarditis. Selain itu, penurunan berat badan pada pasien ginjal kronis stadium 5 bisa menjadi tanda prognostik yang buruk, menunjukkan perlunya pertimbangan untuk dialisis.

Dialisis berfungsi untuk menghilangkan limbah dan cairan berlebih dari tubuh, menjaga kadar mineral yang aman dalam darah, serta membantu mengatur tekanan darah. Namun, prosedur ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan semua fungsi ginjal, sehingga tidak bisa dianggap sebagai pengobatan untuk penyakit ginjal atau gagal ginjal.

Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Penyakit Ginjal Kronis Stadium 5

Meskipun penyakit ginjal kronis stadium 5 tergolong serius, terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk melindungi fungsi ginjal yang tersisa, antara lain:

  • Olahraga secara teratur: Aktivitas fisik seperti berjalan kaki dapat menjadi awal yang baik untuk rutinitas olahraga. Konsultasi dengan profesional kesehatan diperlukan untuk memastikan aktivitas tersebut aman.
  • Tidur yang cukup: Pastikan mendapatkan waktu tidur yang cukup agar tubuh dapat beristirahat dengan baik.
  • Kelola stres: Luangkan waktu untuk bersantai, lakukan teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi, berdoa, atau berbicara dengan orang terdekat atau profesional kesehatan.
  • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang: Batasi konsumsi garam, karena dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal.

Artikel Terkait