PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) telah resmi menjalin kerja sama dengan Fauji Foundation yang berasal dari Pakistan untuk mengembangkan lahan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare. Kerja sama ini direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap antara tahun 2026 hingga 2030, dengan tiga provinsi yang dianggap memiliki potensi, yaitu Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Ketiga provinsi tersebut dipilih karena memiliki dukungan logistik yang baik serta aksesibilitas yang strategis menuju pelabuhan-pelabuhan ekspor, seperti Pelabuhan Dumai, Terminal Kijing di Pontianak, serta Pelabuhan Bagendang dan Kumai. Setiap tahap pengembangan akan difokuskan pada uji tuntas teknis, analisis kesesuaian lahan, kepatuhan terhadap Hak Guna Usaha (HGU), serta pengelolaan yang akuntabel untuk memastikan kepastian investasi jangka panjang.
Visi Kemitraan Strategis
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menilai kerja sama ini sebagai jembatan yang menghubungkan potensi sumber daya alam Indonesia dengan pasar internasional. Ia menyatakan, “Kami melihat Fauji Foundation sebagai mitra strategis jangka panjang. Indonesia memiliki potensi sumber daya dan peluang pengembangan, sementara Pakistan memiliki kebutuhan pasar domestik yang kuat. Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang menjadi peluang investasi yang konkret dan membangun kemitraan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua negara.”
Inisiatif ini menjadi pilar penting dalam memperluas penetrasi ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia ke pasar Asia Selatan, serta memperkuat investasi asing langsung dan kemandirian ekonomi nasional secara berkelanjutan. Megaproyek ini berawal dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan di Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026.
Peran dan Tanggung Jawab dalam Proyek
Kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam melaksanakan mandat pemerintah, yang mengikuti arahan dari Presiden dan Menteri Pertahanan RI setelah penawaran penting kepada Chief of Defence Forces (CDF) Pakistan pada kunjungan kenegaraan di Islamabad pada Desember 2025. Pemerintah Pakistan telah menunjuk Fauji Foundation, sebuah grup usaha yang bergerak di bidang energi, industri, dan pertanian, sebagai mitra bisnis resmi dalam kemitraan ini.
Melalui sinergi ini, kedua belah pihak akan merancang pengembangan kebun sawit, pembangunan pabrik kelapa sawit, serta penyediaan sarana logistik dan pengolahan produk turunan CPO dan inti sawit. Dalam skema yang sedang disusun, Agrinas Palma akan memimpin dalam tata kelola strategis, kepatuhan hukum, dan penyediaan akses lahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Fauji Foundation akan membawa investasi langsung dari Pakistan untuk membiayai pembangunan fasilitas pabrik dan infrastruktur pendukung, dengan opsi pembentukan perusahaan patungan sebagai pelaksana utama.
Dalam hal ini, Irfan Khan dari delegasi Pakistan dari Fauji Foundation menekankan pentingnya menjalin kemitraan berdasarkan prinsip kesetaraan, keterbukaan, serta manfaat bersama. “We need to have a relationship which works for both of us,” ujarnya dalam diskusi mengenai arah kerja sama strategis antara Indonesia dan Pakistan.
Bagi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), kemitraan internasional ini lebih dari sekadar ekspansi usaha, melainkan juga merupakan perwujudan komitmen korporasi dalam mengelola aset negara secara akuntabel, meningkatkan efisiensi hulu-hilir, serta memperkuat kontribusi ekonomi Indonesia di tingkat global. Dengan integrasi rantai pasok yang solid dan perlindungan lingkungan yang terukur, langkah ini menegaskan peran perusahaan sebagai pilar utama dalam transformasi agribisnis berkelanjutan yang memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian kedua negara.