🔴 Breaking
Kesalahan Standar Diagnosis Kesehatan Mental Remaja Dapat Picu Depresi Tidak Terdeteksi Menteri Keuangan Lantik Tiga Direktur Jenderal Baru, Kenali Profil Mereka Temuan BPOM: Obat Batuk Palsu yang Berbahaya dan Kandungannya Pramuka UIN Saizu Resmi Luncurkan Kalimas 2026 di Banyumas OJK Perkuat Pengawasan untuk Cegah Manipulasi dan Misinformasi di Pasar Modal PPATK dan APH Diminta Audit Aliran Dana Asing yang Diduga Biayai Narasi Antinegara Kekacauan di Prancis Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Warga Berebut AC Seribu Calon Mahasiswa Baru UIN Saizu Ikuti Ujian BQ-PI Tahap Pertama Direktorat Jenderal Pajak: Penghasilan Online dan Offline Harus Dilaporkan dalam Satu SPT Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Kirim Surat Terbuka ke Presiden Tuntut Perlindungan Tenaga Kesehatan Kesalahan Standar Diagnosis Kesehatan Mental Remaja Dapat Picu Depresi Tidak Terdeteksi Menteri Keuangan Lantik Tiga Direktur Jenderal Baru, Kenali Profil Mereka Temuan BPOM: Obat Batuk Palsu yang Berbahaya dan Kandungannya Pramuka UIN Saizu Resmi Luncurkan Kalimas 2026 di Banyumas OJK Perkuat Pengawasan untuk Cegah Manipulasi dan Misinformasi di Pasar Modal PPATK dan APH Diminta Audit Aliran Dana Asing yang Diduga Biayai Narasi Antinegara Kekacauan di Prancis Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Warga Berebut AC Seribu Calon Mahasiswa Baru UIN Saizu Ikuti Ujian BQ-PI Tahap Pertama Direktorat Jenderal Pajak: Penghasilan Online dan Offline Harus Dilaporkan dalam Satu SPT Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Kirim Surat Terbuka ke Presiden Tuntut Perlindungan Tenaga Kesehatan
Kesehatan

Kesalahan Standar Diagnosis Kesehatan Mental Remaja Dapat Picu Depresi Tidak Terdeteksi

Penilaian gangguan kesehatan mental pada remaja sering kali tidak akurat karena masih menggunakan standar diagnosis yang ditujukan untuk orang dewasa. Hal ini berpotensi menyebabkan banyak kasus depre...

Maya Soraya Larasati

Penulis

02 July 2026
6 kali dibaca
Ilustrasi depresi. (Foto: Getty Images/spukkato)
Ilustrasi depresi. (Foto: Getty Images/spukkato)

Jakarta - Penilaian terhadap masalah kesehatan mental di kalangan remaja saat ini sering kali dianggap tidak tepat. Hal ini disebabkan oleh penggunaan ambang batas diagnosis yang lebih cocok untuk orang dewasa. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di MedicalXpress mengingatkan bahwa penerapan standar klinis yang kaku dapat menyebabkan banyak kasus depresi dan kecemasan kronis pada remaja terlewatkan, padahal mereka memerlukan penanganan yang lebih awal.

Para peneliti menekankan bahwa gejala klinis gangguan mental pada remaja memiliki karakteristik psikologis yang sangat berbeda dibandingkan dengan orang dewasa. Akibatnya, banyak remaja mengalami penurunan kualitas hidup dan kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mereka sering kali tidak mendapatkan bantuan medis yang diperlukan hanya karena hasil pemeriksaan mereka sedikit di bawah ambang batas diagnosis yang ditetapkan.

Fokus Terlalu Kaku dalam Sistem Kesehatan

Sistem pelayanan kesehatan saat ini dinilai terlalu terfokus pada klasifikasi yang hitam-putih, yaitu apakah seseorang memenuhi kriteria klinis atau tidak. Padahal, gangguan emosional pada remaja sering kali berada dalam area abu-abu yang fluktuatif. Kegagalan dalam mendeteksi gejala minor dapat berisiko memperburuk kondisi kesehatan mental mereka di masa depan, karena tidak ada intervensi yang dilakukan sejak awal.

Pentingnya Reformasi dalam Penyaringan Kesehatan Mental

Melalui temuan ini, tim peneliti mendesak agar ada reformasi dalam sistem penyaringan kesehatan mental secara global. Mereka menekankan perlunya standar penilaian yang lebih fleksibel dan berfokus pada tingkat gangguan fungsi sosial remaja dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya berdasarkan akumulasi angka atau skor yang kaku. Deteksi dini dengan menggunakan indikator yang lebih sesuai dengan kondisi psikologis remaja adalah langkah perlindungan yang terbaik. Ini penting untuk memastikan bahwa generasi muda mendapatkan dukungan emosional dan perawatan medis yang tepat sebelum gangguan mental tersebut berdampak permanen pada masa depan mereka.

Artikel Terkait