Seiring bertambahnya usia, kesehatan tulang dan otak dapat mengalami penurunan. Peneliti dari Johns Hopkins melakukan penelitian untuk memahami apakah kondisi tulang dapat memberikan informasi tentang seberapa cepat penurunan fungsi otak terjadi. Penelitian ini dipublikasikan pada September 2026 dalam jurnal radiologi.
Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa CT Scan dada yang biasanya dilakukan untuk tujuan lain dapat memberikan informasi mengenai kepadatan tulang serta hubungannya dengan penurunan materi putih (white matter) dan kemampuan kognitif seseorang di masa depan. Materi putih terdiri dari jutaan serabut saraf yang berfungsi mengirimkan sinyal listrik antara berbagai bagian otak. Seiring bertambahnya usia, materi putih ini dapat mengalami kerusakan, yang berhubungan dengan kondisi seperti demensia vaskular, penyakit Alzheimer, dan penyakit pembuluh darah kecil di otak yang dapat menyebabkan stroke.
Metodologi Penelitian
Para peneliti menganalisis data dari individu yang menjalani CT Scan tanpa kontras pada dada, MRI otak multimodal, serta pengujian kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan tulang yang lebih rendah berkaitan dengan penurunan integritas materi putih, peningkatan white matter hyperintensities, serta penurunan fungsi kognitif yang lebih cepat.
Analisis pertama dilakukan terhadap data MRI, di mana ditemukan bahwa semakin rendah kepadatan tulang di tulang belakang, semakin rendah pula integritas serat materi putih, khususnya di area yang berperan dalam fungsi kognitif dan eksekutif, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan pengaturan emosi.
Hubungan Antara Kepadatan Tulang dan Kognisi
Temuan kedua menunjukkan bahwa kepadatan tulang yang lebih rendah berhubungan dengan peningkatan white matter hyperintensities yang lebih cepat, yang merupakan area materi putih yang mengalami kerusakan atau kelainan yang terlihat sebagai bercak terang pada hasil MRI. Kelainan ini semakin umum ditemukan seiring bertambahnya usia dan berkaitan dengan kerusakan pembuluh darah kecil di otak, penurunan fungsi kognitif, serta peningkatan risiko demensia.
Hasil tes kognitif juga menunjukkan bahwa individu dengan kepadatan tulang yang lebih rendah mengalami penurunan kemampuan kognitif yang lebih cepat, mencakup aspek seperti daya ingat, perhatian, dan kecepatan dalam memproses informasi. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan untuk keperluan lain di masa depan dapat membantu mengidentifikasi individu yang berisiko mengalami penuaan otak lebih cepat.
Dr. Sara Momtazmanesh, penulis penelitian, menyatakan bahwa CT Scan dada biasanya dilakukan untuk skrining kanker paru-paru, penilaian kalsium, dan tindak lanjut nodul. "Pemindaian ini dapat memberikan pengukuran kepadatan tulang secara oportunistik dari tulang belakang toraks yang terkait dengan penurunan fungsi kognitif," tambahnya.
Namun, penting untuk dicatat bahwa kepadatan tulang yang rendah tidak secara langsung menyebabkan penurunan kognitif. Sebaliknya, kondisi ini mungkin mencerminkan penuaan biologis yang lebih luas, di mana proses yang sama dapat memengaruhi kesehatan tulang dan otak.