🔴 Breaking
--- Gaji Perdana Menteri Singapura Lebih Tinggi dari Pemimpin Negara Lain --- Meningkatnya Minat Wisata Teknologi di China dengan Biaya Mencapai Rp 264 Juta Tingkat Bunuh Diri di Kalangan Remaja di Indonesia Meningkat, Apa Penyebabnya? Pelantikan Sardjito, OJK Percepat Pembentukan Bursa Mineral untuk Menjadi Penentu Harga Komoditas Indonesia Kegagalan Rencana Kebangkitan Twitter, Nama Diambil X Namun Logo Dilepas Kondisi Siswi Karo yang Mengalami Gangguan Ingatan Pasca Keracunan MBG Mahasiswa Farmasi Unwahas Lakukan Penelitian Rekombinan Albumin Serum Manusia di BRIN Strategi BI untuk Melindungi Rupiah dari Fluktuasi Dolar AS Peta Dunia yang Kita Kenal Ternyata Memiliki Ketidakakuratan Kondisi Terbaru Korban Keracunan MBG di Karo, KPPG Medan Berikan Penjelasan --- Gaji Perdana Menteri Singapura Lebih Tinggi dari Pemimpin Negara Lain --- Meningkatnya Minat Wisata Teknologi di China dengan Biaya Mencapai Rp 264 Juta Tingkat Bunuh Diri di Kalangan Remaja di Indonesia Meningkat, Apa Penyebabnya? Pelantikan Sardjito, OJK Percepat Pembentukan Bursa Mineral untuk Menjadi Penentu Harga Komoditas Indonesia Kegagalan Rencana Kebangkitan Twitter, Nama Diambil X Namun Logo Dilepas Kondisi Siswi Karo yang Mengalami Gangguan Ingatan Pasca Keracunan MBG Mahasiswa Farmasi Unwahas Lakukan Penelitian Rekombinan Albumin Serum Manusia di BRIN Strategi BI untuk Melindungi Rupiah dari Fluktuasi Dolar AS Peta Dunia yang Kita Kenal Ternyata Memiliki Ketidakakuratan Kondisi Terbaru Korban Keracunan MBG di Karo, KPPG Medan Berikan Penjelasan
Kesehatan

Kondisi Siswi Karo yang Mengalami Gangguan Ingatan Pasca Keracunan MBG

Kementerian Kesehatan masih menyelidiki hubungan antara gangguan ingatan yang dialami siswi di Karo dan program Makanan Bergizi Gratis. Siswi tersebut, Febiona Purba, kini mendapatkan perawatan di RSU...

Sabina Almira

Penulis

09 September 2026
10 kali dibaca
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/helovi
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/helovi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) belum dapat memastikan adanya hubungan antara gangguan ingatan yang dialami oleh seorang siswi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Siswi tersebut, Febiona Purba, yang berusia 16 tahun, sebelumnya mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUP Adam Malik Medan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa Febiona saat ini ditangani oleh dokter spesialis gastro anak dan dokter psikiatri. "Saat ini sedang ditangani di RS Adam Malik Medan oleh dokter spesialis gastro anak dan dokter psikiatri," ungkap Aji saat dikonfirmasi.

Pernyataan Kemenkes dan KPPG

Aji menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menarik kesimpulan mengenai keterkaitan antara gangguan ingatan yang dialami Febiona dengan program MBG. "Belum dapat disimpulkan ada kaitan dengan MBG," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, juga memberikan penjelasan mengenai kondisi Febiona. Donal menyampaikan bahwa orang tua Febiona sempat melaporkan adanya gangguan ingatan saat putrinya dirawat di RSU Haji Medan. Namun, timnya yang mendampingi menyatakan bahwa Febiona masih dapat berkomunikasi dengan baik hingga keluar dari rumah sakit. "Sepengetahuan kami selama mendampingi yang bersangkutan di RS Haji saat kunjungan, orangtua pernah menyampaikan hal tersebut. Namun tim kami yang mendampingi melaporkan kondisi yang bersangkutan per hari sampai kepulangan ke Karo, yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan baik dan dapat menceritakan pengalamannya," jelas Donal.

Perkembangan Terbaru dan Harapan Keluarga

Donal menambahkan bahwa mereka kembali bertemu dengan Febiona di RSUP Adam Malik Medan pada 8 September 2026, dan saat itu Febiona masih mengenali anggota tim yang menjenguknya. "Saat kami ketemu lagi tanggal 8 September di RS Adam Malik, yang bersangkutan masih mengenal kami dan kami berbicara dengan baik," ujarnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, juga menyatakan bahwa pihaknya terus memantau kondisi kesehatan Febiona. Sementara itu, orang tua Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengungkapkan bahwa putrinya mengalami gangguan ingatan setelah menjalani perawatan. Elvinus menjelaskan bahwa gangguan tersebut tidak langsung terlihat saat Febiona pertama kali dirawat. "Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai di rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," kata Elvinus.

Elvinus juga mengungkapkan bahwa Febiona sempat tidak mengenali beberapa orang terdekatnya, termasuk anggota keluarga dan teman sekolah. Ia berharap putrinya mendapatkan penanganan yang tepat agar bisa segera pulih dan kembali bersekolah, mengingat Febiona adalah siswi berprestasi dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di sekolahnya.

Namun, saat ini kondisi kesehatan Febiona masih belum memungkinkan untuk mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

Artikel Terkait